• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

DPRD Usul Pindai KTP di Pos Jaga

by M Zulfikar Akbar
14 Maret 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Pertemuan antara DPRD Bontang dengan manajemen Pupuk Kaltim dan Badak LNG untuk membahas polemik penitipan KTP di pos jaga kedua perusahaan tersebut. (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Pertemuan antara DPRD Bontang dengan manajemen Pupuk Kaltim dan Badak LNG untuk membahas polemik penitipan KTP di pos jaga kedua perusahaan tersebut. (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Soal Penitipan Identitas di Pos Jaga Pupuk Kaltim dan Badak LNG

BONTANG – Terkait polemik penitipan KTP di pos jaga perumahan Pupuk Kaltim dan Badak LNG, manajemen kedua perusahaan tersebut akhirnya memenuhi panggilan DPRD Bontang, Senin (13/3) kemarin. Dalam rapat dengar pendapat dengan komisi gabungan yang dipimpin Ketua DPRD Bontang Nursalam, masing-masing perusahaan menyampaikan alasan ketatnya keamanan di hadapan para anggota dewan.

General Manajer Umum Pupuk Kaltim, Nursahid mempresentasikan soal penggunaan Electronic Security System (ESS) yang terpasang sekira awal tahun ini di perumahan PC VI Pupuk Kaltim. Katanya, penggunaan ESS akan efektif diberlakukan per 1 Juni mendatang.

Untuk memasuki area tersebut, dibutuhkan kartu yang disebut Radio Frequency Identification (RFID) serta stiker kendaraan. “RFID ini selain untuk membuka portal secara otomatis, juga memuat data pribadi pengendara, nomor kendaraan, jam berapa dia memasuki dan keluar dari kawasan. Intinya ini sebagai pengganti KTP,” ujar Sahid.

Tak hanya karyawan dan keluarganya saja yang mendapatkan RFID ini, masyarakat umum yang sering melintas di kawasan PC VI Pupuk Kaltim diperbolehkan mengurus RFID dan stiker kendaraan di Departemen Kamtib Pupuk Kaltim melalui bagian humas.

Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mempunyai stiker kendaraan dan RFID, tetap diperbolehkan masuk dengan menunjukkan identitas berupa KTP ataupun SIM. “Kalau masyarakat Bontang, cukup ditunjukkan saja. Tapi kalau masyarakat luar Bontang yang bertamu ke PC VI, identitasnya dititipkan di pos jaga karena dianggap sebagai tamu,” jelasnya.

Baca Juga:  Hak Tenaga Kerja Masjid Terapung Selambai Diabaikan

Penggunaan ESS, kata Sahid ditujukan untuk mengidentifikasi setiap orang yang memasuki kawasan Pupuk Kaltim, tanpa terkecuali. Selain itu, jika terjadi kejadian yang tak diinginkan, Pupuk Kaltim dapat melacaknya melalui fitur track back yang ada di ESS. “Kalau pengendara melakukan tapping RFID, data in-outnya pasti masuk ke sistem. Jadi bisa dilacak ke waktu yang dekat dengan kejadian dan dapat diteruskan ke pihak berwajib. Kalau tidak melakukan tapping, tidak ada datanya,” bebernya.

Sementara Manager Media, CSR & External Relations Badak LNG, Busori Sunaryo menjelaskan terlebih dulu tentang keamanan fasilitas LNG yang ada di Indonesia. Katanya, selain Badak LNG, Indonesia memiliki dua kilang LNG lain yakni LNG Tangguh di Papua Barat dan Donggi Senoro LNG di Sulawesi Tengah.

“Di antara ketiga kilang ini, Badak LNG yang lokasinya dekat dengan masyarakat. Sedangkan dua lainnya sangat jauh dari warga,” ujar Busori.

Karena letaknya yang berdekatan dengan masyarakat, maka Badak LNG, lanjut Busori membagi perumahannya membagi dua zona, yakni HOP yang terbuka selama 24 jam untuk umum, serta PC yang aksesnya terbatas. “Sebenarnya masyarakat umum masih tetap boleh masuk, hanya terbatas dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu,” katanya.

Baca Juga:  Gelaran MTQ Jadi Angin Segar Bagi Pelaku Bisnis Hotel di Bontang

Terbatasnya akses di area PC Badak LNG, kata Busori dikarenakan area perumahan tersebut merupakan salahsatu fasilitas penunjang operasional kilang. Di dalamnya pun terdapat water treatment plant (WTP), beberapa sumur, dan fasilitas yang lain yang berhubungan dengan operasional kilang.

Meski begitu, masyarakat yang punya kepentingan di dalam area tersebut tetap boleh masuk, namun harus menitipkan KTP di pos jaga. “Kalau tidak mau nitip KTP, silakan mengurus stiker kendaraan di security Badak LNG,” tambahnya.

Menanggapi jawaban dari masing-masing wakil perusahaan, Nursalam menyebut Badak LNG sudah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang telah diperbarui dengan UU 24/2013. Dalam pasal 63 ayat 5, dijelaskan, penduduk yang telah memiliki KTP wajib membawa pada saat bepergian. “KTP itu melekat pada diri seseorang, tidak boleh ditinggal-tinggal,” jelas Salam, sapaan akrabnya.

Salam mengaku bersyukur. Sebab, sejak pertemuannya dengan Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman beberapa waktu lalu, mereka memutuskan untuk tidak lagi menjalankan prosedur penitipan KTP di pos jaga. Hal tersebut, kata Salam harus ditiru oleh Badak LNG. “Pupuk Kaltim ini sudah selangkah lebih maju. Sekarang tidak perlu lagi titip KTP masuk di PC VI,” katanya.

Baca Juga:  Dukungan Pemerintah ke Pelaku Usaha, Raperda Pemberdayaan UMKM Direvisi DPRD

Sementara anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Abdul Kadir Tappa menyarankan kepada Pupuk Kaltim dan Badak LNG, untuk menggunakan sistem scan KTP yang terintegrasi di seluruh pos jaga sebagai pengganti penitipan KTP. “Saya yakin baik Badak LNG atau Pupuk Kaltim bisa mengadakan alat ini. Jadi masyarakat bisa keluar lewat pos mana saja, tanpa perlu menitipkan KTPnya di pos jaga,” usulnya.

Selain itu, Kadir Tappa juga menyarankan pengadaan kamera keamanan atau CCTV di tempat-tempat yang menurut perusahaan dirasa perlu pengawasan lebih. “Coba dimaksimalkan penggunaan teknologi, lah. Dengan begini KTP tidak perlu ditahan, fasilitas penting yang ada dalam kawasan perusahaan tetap bisa termonitor dengan CCTV,” ujarnya.

Selain soal prosedur penitipan KTP, DPRD juga menyoroti soal perilaku para petugas keamanan atau security yang bertugas di pos jaga. Salam pun meminta baik di Pupuk Kaltim maupun di Badak LNG untuk terus membina petugas keamanannya agar ramah kepada masyarakat. “Utamakan 3S, senyum, sapa, salam. Bahkan tambahkan sumringah,” pesan Salam.

Salam berharap, dari pertemuan kali ini kedua perusahaan dapat meninjau usulan-usulan dewan di internal manajemen masing-masing. “Yang pasti KTP kalau bisa jangan ditahan-tahan lagi. Silakan kemanan diperketat, tapi juga bijaksana. Jangan terlalu kaku dengan masyarakat,” katanya. (zul)

Tags: dprd bontangportaltahan ktp
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tax Amnesty di Bontang Capai Rp 17 M

Next Post

Akhirnya, Sinkronisasi Data Usai, BNI Life Siap Dicairkan

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR
DPRD Bontang

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

29 Agustus 2026, 13:22

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.