BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong sekolah-sekolah yang ada di Bontang menjadi sekolah dengan status adiwiyata. Tidak hanya sekadar ikut dalam program ini, namun juga mendorong sekolah yang telah berstatus adiwiyata untuk meningkatkan jenjang pencapaiannya.
Tahun ini, Kota Taman kembali berpotensi meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional. Hal ini karena ada dua sekolah di Bontang yang mengikuti proses penilaian tersebut. Sekolah tersebut adalah SMP Vidatra dan SMA Vidatra.
Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Bontang, Partiwi mengatakan, saat ini kedua sekolah tersebut telah berhasil dinyatakan lolos tahap verifikasi administrasi. Hebatnya, jika biasanya setelah tahap verifikasi tim dari pusat akan turun melakukan verifikasi lapangan, justru kedua sekolah tersebut hanya diminta mengirim sejumlah data tambahan.
Sehingga tidak ada tim pusat yang melakukan verifikasi ke kedua sekolah tersebut. “Itu artinya, administrasi yang dikirim telah membuat yakin tim penilai sehingga tidak perlu melakukan verifikasi ke lapangan,” ucapnya.
Partiwi berujar, saat ini admnistrasi tambahan untuk verifikasi akhir telah dikirim ke tim penilai pusat. Dirinya mengaku optimistis Bontang bakal kembali meraih predikat sekolah adiwiyata nasional.
Ditambahkan Partiwi, pada 2019 mendatang DLH menargetkan empat sekolah di Bontang yang telah meraih predikat adiwiyata nasional terlebih dahulu, untuk menaikkan jenjangnya ke Adiwiyata Mandiri. Sekolah tersebut adalah SMKN 2, SDN 004 Bontang Barat, MAN Bontang, serta SD 2YPK.
“Saat ini syarat untuk meraih adiwiyata mandiri harus memiliki tiga sekolah binaan,” tukasnya.
Sebagai informasi, tujuan program sekolah adiwiyata ini adalah mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan dengan cara menciptakan kondisi lingkungan yang baik. Selain itu, dengan adanya program ini sekolah bisa dijadikan sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran kepada seluruh warga sekolah, baik guru, murid, maupun pekerja lainnya.
Sehingga di kemudian hari, warga sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Adapun komponen penilaian dalam adiwiyata ini, secara umum terdiri dari kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipasi, serta pengelolaan sarana pendukung yang ramah lingkungan. (bbg)







