BONTANGPOST.ID, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan efisiensi anggaran di daerah, terutama terkait kegiatan seremonial dan bimbingan teknis (bimtek). Terlebih dengan adanya arahan pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan, apabila ada bimtek yang dilakukan di luar daerah pasca pelantikan Kamis (20/2/2025) lalu, pertanggung jawaban mengenai peserta, manfaat, hingga output yang diperoleh harus dijelaskan secara rinci.
“Kalau tidak ada itu (pertanggung jawaban rincian), anggaran tidak akan dicairkan,” ungkapnya.
Menurutnya, bimtek yang melibatkan masyarakat lebih baik digelar di Bontang. Dengan kata lain, dana masih berputar di dalam daerah. Anggaran yang digelontorkan pun dapat lebih efisien.
Ia tidak menampik bila bimtek memberi peran penting dalam peningkatan kapasitas dan pengetahuan, baik di ruang lingkup pemerintah maupun masyarakat. Namun hal ini harus tepat sasaran dengan alokasi yang bijak.
Dalam ranah birokrasi, bentuknya berupa peningkatan kapasitas yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sementara untuk masyarakat, dapat memberikan keterampilan baru dan output yang bermanfaat.
“Jangan malah uang itu berputar di daerah lain. Lebih baik diputar di Bontang, seperti untuk penguatan UMKM hingga bantuan permodalan,” sebut dia.
Lebih lanjut, APBD harus dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat kepala daerah dilantik. Maka dari itu, program pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu program dalam 100 hari masa kerja.
“Jadi dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)






