• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Elpiji 3 Kg Dijual di Atas HET, Capai Rp 40 Ribu Per Tabung

by BontangPost
2 September 2018, 11:52
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
MAHAL: Pasokan gas elpiji 3 kg diduga minim di Bontang. Hal ini membuat beberapa pedagang menjual gas melon tersebut melebihi HET.(Dok/Bontang Post)

MAHAL: Pasokan gas elpiji 3 kg diduga minim di Bontang. Hal ini membuat beberapa pedagang menjual gas melon tersebut melebihi HET.(Dok/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Minimnya pasokan gas elpiji 3 kilogram (kg) di Bontang membuat beberapa pedagang menjual gas melon tersebut melebihi harga eceran tertinggi (HET). Dari pernyataan beberapa warga yang membeli, harganya bisa mencapai Rp 27 ribu sampai Rp 40 ribu per tabungnya.

Ayu, salah satu warga Kelurahan Berebas Tengah mengaku kaget saat dirinya membeli gas elpiji 3 kg, Kamis (30/8) lalu. Pasalnya jika sebelumnya dia hanya membeli per tabungnya seharga Rp 21 ribu hingga Rp 25 ribu, kini naik menjadi Rp 40 ribu. Dia mengaku membeli elpiji tersebut di salah satu warung yang berlokasi di daerah Kampung Baru.

“Sebelumnya saya sudah keliling mencari-cari, tapi rata-rata kosong, Hanya di warung itu saja yang ada. Tapi harganya mahal sekali. Karena butuh, akhirnya saya beli saja,” ujarnya kepada Bontang Post.

Hal senada juga dirasakan Jannah, salah satu warga Tanjung Laut Indah. Menurut penuturannya, dia terakhir membeli gas elpiji 3 kilogram seharga Rp 27-28 ribu. Untuk ketersediaannya pun, dirinya mengaku sering terjadi kelangkaan sehingga terkadang sulit untuk mendapatkannya.

Baca Juga:  Jukir Liar Bikin Resah, Bayaran Tak Sesuai, Pengendara Mengeluh

“Padahal aturannya harganya hanya Rp 18 ribu saja. Kenapa naiknya jauh sekali,” sesalnya.

Perbincangan mahalnya gas ini tidak hanya menjadi buah bibir di dunia nyata saja. Di dunia maya pun topik ini juga ramai diperbincangkan. Salah satunya, di grup Facebook Bursa Barang Bontang (BBB) yang merupakan salah satu grup rujukan warga Kota Taman. Salah satu yang memposting topik ini adalah akun Facebook bernama Rendra Adiga. Hingga tadi malam, postingan tersebut sudah dikomentari sebanyak 165 komentar dan sudah dibagikan sebanyak 8 kali.

“Sampai kapan kira-kira harga jual gas 3 kilogram melonjak begini? Apa memang kesempatan begini  barang langka dan harga dinaikkan, apa tidak ada upaya operasi pasar untuk menetralkan harga gas 3 kilogram?” Tulisnya dalam postingan tersebut.

Baca Juga:  Oleh-Oleh Perjalanan dari Surabaya-Malang (2/Habis); Safari Kampus, Belajar Pengelolaan TV hingga Cari Bibit Jurnalis Muda 

Dirinya juga mengkritisi terkait Bontang sebagai kota gas, namun faktanya justru minim pasokan gas. “Berasa sekali kenaikan gas sekarang ini. Semoga bisa teratasi,” tulisnya.

Menanggapi dugaan minimnya pasokan serta melangitnya harga gas elpiji 3 kg di Bontang, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) akan melakukan penelusuran untuk mencari penyebabnya. Hal ini diungkapkan Kepala Diskop-UKMP, Asdar Ibrahim.

“Nanti akan kami koordinasikan dengan tim kota. Kami juga akan melakukan penelusuran di mana yang bermasalah,” ujarnya saat dikonfirmasi Bontang Post, Jumat (1/9).

Berdasarkan laporan yang masuk ke Diskop-UKMP kata Asdar, sejauh ini pasokan tabung gas elpiji 3 kg yang masuk ke dua agen di Bontang, selalu berjalan normal dan stabil. Datangnya pun juga setiap hari. Sehingga dirinya kaget saat mendapat laporan jika di masyarakat justru harganya selangit dan pasokannya hanya sedikit. “Semoga hal ini cepat teratasi. Kami akan segera cari tahu penyebabnya.” pungkasnya.

Baca Juga:  Fit and Proper Test Direktur BME Tertutup, Pelantikan Dijadwalkan Akhir Bulan

Bontang Post pun mencoba mengkonfirmasi ke PT Pantai Subur sebagai salah satu agen resmi gas elpiji 3 kg di Bontang. Nursia, selaku Komisaris PT Pantai Subur meminta masyarakat membeli gas melon di pangkalan. Pasalnya, di pangkalan harga yang dijual sesuai ketentuan, yakni Rp 18 ribu per tabung. Jika ada pangkalan menjual lebih dari harga tersebut kata dia, maka pangkalan tersebut bisa mendapatkan sanksi dari Pertamina. Sanksinya mulai dari tidak diberi jatah gas elpiji selama beberapa waktu, hingga pemberhentian menjadi pangkalan.

“Langkah kami ke depan adalah memperbanyak pangkalan, sehingga bisa mengurangi pengecer-pengecer yang menjual di atas harga standar. Kami juga telah mengimbau pangkalan kami untuk tidak melayani orang yang sama dalam satu hari ketika akan membeli gas elpiji. Ini kami lakukan untuk pemerataan distribusi ke masyarakat,” tukasnya. (bbg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangElpiji LangkaElpiji Mahal
Share211TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Percantik Kota, Bangun 14 Vertikal Garden 

Next Post

Bontang City FC Lakukan Evaluasi 

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.