• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Elpiji Langka dan Harga yang Terus Naik, Disperindag Belum Bertindak 

by BontangPost
14 Juni 2017, 12:23
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
KOSONG: Gas elpiji masih kosong di beberapa pengecer di Kutim.(DOK)

KOSONG: Gas elpiji masih kosong di beberapa pengecer di Kutim.(DOK)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim tak kunjung bertindak. Padahal keberadaan dan harga gas elpiji ukuran tiga kilogram di pasaran kian menggila.

Khusus Sangatta Selatan dan daerah pedalaman, diketahui harga elpiji menembus hingga Rp30 ribu per tabung. Ini terjadi sejak sebulan lalu.  Masalah ini belum berakhir. Pasalnya, kelangkaan turut menambah penderitaan warga. “Sampai saat ini saya belum tau dan dengar kenapa elpiji langka dan mahal.

Seharusnya ada sosialisasi kenapa dan apa yang terjadi. Kalau dulu pasti diberitahu kepada masyarakat. Baik berupa sosialisasi maupun media. Sekarang enggak ada terdengar kenapa. Kita ngoceh nggak didengar juga,” ujar Sri salah seorang warga Sangatta Selatan.

Baca Juga:  Berburu Narkoba ke Samarinda, Ditangkap saat Razia

Ibu yang kesehariannya berjualan makanan ringan tersebut cukup kesulitan mencari elpiji. Jikapun ada, harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli gas. Padahal sebelumnya, harga gas terlampau murah. Kini sudah selangit. “Saya selingin. Biasa gas, sesekali kayu bakar. Tetapi lebih sering kayu bakar. Paling kalau masak sayur, ikan baru gunakan kompor. Tetapi kalau buat dijual gunakan kayu api,” katanya.

Dirinya berharap, pemerintah mengembalikan harga elpiji seperti semula. Yakni kisaran antara Rp18 ribu hingga Rp22 ribu per tabung.

“Pemerintah turun lapangan-lah. Dilihat, ditanya kenapa. Biar warga tidak bertanya terus. Lalu carikan solusi terbaik. Kalau gini terus bisa kembali ke jaman kayu. Saat ini saja saya sudah terbiasa gunakan kayu gara-gara elpiji mahal dan langkah,” katanya.

Baca Juga:  Soal Penyelesaian Couse Way Pelabuhan, Wabup Minta Betul-Betul Dikawal 

Sebelumnya Camat Busang, Impung Anyek mengaku jika elpiji daerahnya hingga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu pertabung. Besar dugaan kenaikan terjadi lantaran minimnya pasokan ditambah buruknya infrastruktur menuju kecamatan tersebut.

“Warga kami gunakan kayu bakar untuk memasak. Termasuk saya. Ya itu karena susah elpiji disini. Ditambah harganya  yang mahal jika ada,” kata Impung.

Begitupun di Kecamatan Karangan. Menurut Camat Karangan Suharman, harga elpiji Rp28 ribu. Kelangkaan ini sudah terjadi sejak beberapa pekan. Hingga saat ini tak kunjung mendapatkan solusi.

“Harganya cukup mahal. Tidak seperti sebelumnya yang terjangkau. Ya cukup memberatkan warga. Apalagi susah didapatkan,” katanya.

Sementara itu Kadisprindag Kutim, Edwar Azran saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban sepatah katapun.  (dy)

Baca Juga:  Banyak Warga Miskin, Pola Pangan Harapan Sulit Terwujud
Tags: Elpiji LangkaSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jelang Mudik Lebaran, Polres Kutim: Waspada Kawasan Rawan Lakalantas 

Next Post

Sebelum Vicky Ditemukan Tewas, Ada Rekan Yang Datang Menagih dan Mengancam 

Related Posts

Kuota Gas Bontang Ditambah 5.040 Tabung
Bontang

Elpiji Melon Langka Lagi

11 Maret 2019, 14:33
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.