“Usulan pengadaan properti di rusunawa sudah mendapat respon dari pemerintah pusat,” Maksi Dwiyanto– Sekretaris DPKPP Bontang.
BONTANG – Calon penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Guntung dan Loktuan tidak perlu cemas dengan ketiadaan furnitur atau mebel. Pasalnya, dalam waktu dekat kucuran bantuan dari pemerintah pusat akan turun.
“Usulan pengadaan properti di rusunawa sudah mendapat respon dari pemerintah pusat,” kata Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Maksi Dwiyanto.
Adapun beberapa mebel yang bakal disediakan ialah tempat tidur, kursi, dan meja makan. Ketiga perlengkapan ini dipandang sebagai fasilitas urgent bagi calon penghuni. “Kalau seperti lemari itu masih bisa dibawa dari tempat tinggal sebelumnya,” tambahnya.
Rencananya, awal tahun sudah masuk tahapan serah terima pekerjaan atau provisianal hand over (PHO). Maksi mengatakan belum mendapat informasi detail terkait total nominal dari pengadaan barang tersebut. Secara pasti, seluruh pengadaan tersebut dananya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Nampaknya pengadaan ini tidak bisa digabung dengan pengerjaan, makanya dibuat nomenklatur sendiri,” ungkap Maksi.
Kini, progress rusunawa masih dalam finishing. Ditargetkan, Februari-Maret proses launching dilakukan setelah serah terima dari pemerintah pusat ke Pemkot Bontang terjadi.
Seperti diketahui, Rusunawa Loktuan dibangun lima lantai dengan tipe kamar 36. Berbeda dengan Loktuan, Rusunawa Guntung bertipe 24 dan hanya empat lantai. Kedua proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan total nilai proyek sebesar Rp 27,2 miliar.
Proses pembangunan ini molor dari batas pengerjaan yakni 21 November silam. Padahal pihak kontraktor telah melakukan penambahan tenaga kerja guna mengejar batas waktu tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Komisi III DPRD menyayangkan proyek rusunawa Loktuan yang hanya menyelesaikan hingga bangunan fisik saja. Ketua Komisi III, Rustam HS mempertanyakan kepada kontraktor terkait fasilitas yang didapat oleh penghuni rusunawa di kemudian hari.
“Barusan saya dari sana (pemerintah pusat, Red.) katanya setiap rusunawa pasti sudah ada furniturnya. Tidak mungkin orang (calon penghuni,Red.) membawa sendiri,” ungkapnya di sela sidak Komisi III terhadap progres pembangunan rusunawa Loktuan. (*/ak)







