• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Garam Jadi Barang Langka, Harga Naik Dua Kali Lipat 

by BontangPost
28 Juli 2017, 12:05
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
LANGKA: Sudah sebulan terakhir pedagang di Pasar Induk Sangatta kesulitan mendapatkan garam untuk dijual.(Foto: Fahrul Razi/Sangatta Post)

LANGKA: Sudah sebulan terakhir pedagang di Pasar Induk Sangatta kesulitan mendapatkan garam untuk dijual.(Foto: Fahrul Razi/Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Kelangkaan pasokan garam, ternyata juga terjadi di Kutim, khususnya di wilayah Sangatta. Dari pantauan media di sejumlah pasar stock garam yang dimiliki pedagang pun cukup terbatas. Kondisi ini akibat penyalurannya sudah terhenti sejak sebulan terakhir.

Iin salah satu pedagang Pasar Induk Sangatta mengaku, sudah sebulan terakhir ini dirinya tidak pernah mendapat kiriman garam dari agen pemasok. Akibatnya, stock garam yang dijualnya pun sempat kosong beberapa hari.

“Biasanya setiap minggu diantari. Tapi, sekarang tidak pernah lagi. Saya tanya, katanya juga tidak ada pasokan garamnya. Karena, dari pabriknya lagi stop produksi,” ujar Iin.

Lantas agar tetap bisa menjual garam, dia mengaku, terpaksa berkeliling kesejumlah toko besar di wilayah Sangatta. Itupun jumlah garam yang bisa diperolehnya sangat terbatas, dan harganya jauh melonjak.

Baca Juga:  Kesadaran Kurang, Banyak Warga Tak Pasang Bendera 

“Kemaren beli cuma bisa dapat satu karung. Harganya sudah Rp 35 ribu per pak. Padahal biasanya hanya Rp 20 ribu perpak,” sebutnya.

Sementara itu, Nurhayati pedagang Pasar Induk Sangatta lainnya pun mengaku tidak pernah mendapatkan kiriman pasokan garam dari agen. Padahal, biasanya sangat mudah mendapatkan garam berbagai merek dari agen.

“Biasanya yang dikirim mereknya macam-macam. Mulai dari yang paling murah, sampai agak mahal. Tapi, sekarang susah sekali dapatnya. Enggak tahu sampai kapan garam ini langka,” ujar Yati.

Terpisah, Basir Pedagang Pasar Singa Geweh di Sangatta Selatan mengaku juga terpaksa menaikan harga jual garam, dari Rp 1.000 perbungkus menjadi Rp 2.000 perbungkus untuk merek segitiga. Sedangkan untuk merek garam lainnya, dijuanya Rp 4.000 per bungkus.

Baca Juga:  WADUH!!! Hasil Pemantauan Pemerintah Pusat, 8 Kecamatan Tak Lakukan Perekaman E-KTP 

“Sekarang enggak bisa lagi dijual seribu. Karena modalnya juga naik. Makanya, terpaksa saya naikan juga harganya. Itupun stock saya hanya ada beberapa pak saja,” ucapnya.

Dia berharap, pemerintah bisa mengambil sikap mengatasi langkanya pasokan garam di wilayah Sangatta.

Menyikapi kondisi ini, Kapolres Kutim AKBP Rino Eko yang dihubungi melalui telepon selulernya mengaku, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pengawasan di lapangan. Namun, informasi yang diperoleh, kosongnya pasokan garam di Kutim memang akibat belum adanya pengiriman dari Samarinda.

“Kami sudah koordinasi dengan Disperindag Kutim. Infonya memang belum ada pasokan dari Samarinda,” ujar Rino.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Edward Azran dihubungi melalui telepon selulernya belum memberikan komentar. (aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: GaramlangkaSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

GAWAT!!! Kasus Kekerasan Anak di Kutim Tinggi

Next Post

Jual BBM Eceran Dilarang 

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.