“Saya rasa kesadaran masyarakat masih kurang. Masih perlu sosialisasi secara mendalam tentang pentingnya memasang bendera,” Camat Sangatta Selatan, Hasdiyah.
SANGATTA- Jiwa nasionalisme warga Kutim tampaknya masih kurang. Bukan hanya dipedesaan, melainkan di dalam kota Sangatta itu sendiri.
Dari penelusuran media ini, masih banyak yang tidak memasang bendera merah putih di halaman rumahnya masing.
Padahal, untuk harga bendera berukuran umum relatif murah. Tak lebih Rp 20 ribu, sangat terjangkau. Namun faktanya, kian tahun jiwa nasionalisme itu kian memudar.
Seharusnya, di hari kemerdekaan ini semua riang gembira. Memajang semua aksesoris merah putih di rumah dan halaman. Sebab ini merupakan salah satu bentuk rasa kecintaan terhadap Indonesia.
“Saya rasa kesadaran masyarakat masih kurang. Masih perlu sosialisasi secara mendalam tentang pentingnya memasang bendera,” ujar Camat Sangatta Selatan, Hasdiyah.
Kata dia, harus ada kebijakan tegas terkait pemasangan bendera. Semua wajib dan jika tidak, akan dikenakan sanksi. Sehingga masyarakat peduli dan menghargai arti kemerdekaan.
“Sebelumnya bebas saja mau pasang atau tidak. Tetapi mulai tahun ini sudah kami wajibkan. Mungkin karena awal, ya tidak mengapa. Tetapi ke depan akan dikenakan sanksi,” kata Hasdiyah.
Sementara itu, Amat salah seorang warga yang tidak memasang bendera mengaku lupa, sebab dirinya sibuk bekerja. Sehingga tak memiliki waktu memasang bendera.
“Aku juga belum punya bendera. Enggak sempat beli. Mungkin nantilah pasang,” katanya.
Begitu pun dengan Ningsih. Ia tak memasang bendera dengan alasan masih mengontrak rumah. Sehingga tak terpikir sedikitpun untuk memasang bendera.
“Bukan rumah sendiri. Masih mengontrak. Makanya sama sekali tidak mikir sampai ke sana. (Pasang bendera, Red.),” katanya. (dy)







