• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo – Hongkong

by BontangPost
23 Mei 2018, 11:50
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I

Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador pada tahun 2017 lalu di Hongkong, ketika melihat postingan foto pengajian di kolong jembatan di Taipo, ia mengatakan sepertinya pernah ke sini yang dekat Terminal apa ya tadz? tanya teman saya, Muhandis az-zuhri – seorang  dosen di IAIN Pekalongan Jawa Tengah. Tampaknya memang beliau sangat terkesan sekali dengan model pengajian buruh migran Indonesia yang ada di Hongkong. Unik. Memang sangat mengesankan mengaji di bawah kolong jembatan.

Sementara ada juga teman saya yang mengatakan miris dan prihatin melihat postingan saya itu. Mungkin dia melihat dari sudut pandang yang berbeda, karena memang setiap isi kepala manusia pendapatnya pasti berbeda-beda. Beliau mengatakan apa enggak bising di bawah jembatan pengajiannya? Lho kok nggak di masjid atau di rumah atau di gedung-gedung nya yang menjulang tinggi sampai langit? Menyedihkan. Mengaji kok di kolong jembatan! gimana ceritanya nih? ini salah satu pendapat jamaah saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya.

Inilah bukti, bahwa dalam segala sesuatu hal yang menurut kita sendiri itu baik, belum tentu menurut orang lain baik. Tentunya harus bijaksana dalam menyikapi segala perbedaan itu. Seperti orang buta yang mengatakan gajah itu lebar karena memegang kupingnya gajah. ada yang mengatakan gajah itu panjang karena memegang belalainya. Ada yang mengatakan gajah itu tajam karena memegang ujung gadingnya. Ada yang mengatakan gajah itu besar karena memegang perutnya. Ada yang mengatakan gajah itu keras karena memegang kakinya gajah. Ada juga yang mengatakan gajah itu berbulu karena memegang buntunya gajah.

Baca Juga:  Problematika PAW Anggota DPRD Samarinda

Harus bisa shalawatan jika mau memberikan ceramah di hadapan ibu-ibu majelis taklim di Hongkong. Terutama majlis taklim al-Muhajiroh Taipo – Majelis taklim yang setiap hari sabtu berkumpul dan menggelar tikar di bawah kolong Jembatan Taipo. Ibu-ibunya pandai bermain rebana dan bersenandung shalawat. Saya pun di daulat untuk bersholawat. Untungnya saya Ustadz kekinian. Ustadz Gaul yang kata orang wajah saya mirip dengan Kim Jong Un. Hehe. Tawaran itu pun saya sambut dengan baik, dan melantunkan ya habibal qolbi yang sedang viral saat ini. Inilah  pentingnya metode dakwah. Berdakwah dengan santun, berdakwah menyesuaikan dengan mad’u nya. Sehingga dakwah yang disampaikan dapat diterima dan mudah untuk diamalkan.

Baca Juga:  Mengganti Logika Kemanusiaan (1)

Di sinilah letak uniknya pengajian di kolong jembatan di Hongkong, mengaji sambil hiburan. Sesekali orang lalu lalang mereka ada yang penasaran, bahkan ada yang sampai mendekati sambal mendengarkan, mendokumentasikannya dengan memotret, merekam video bahkan ikut menikmati sambal memberikan jempol goodnya. Bisa jadi, ini merupakan salah satu bentuk hidayah buat mereka. Amin.

Berbeda dengan di Macau, ungkap Rusmini – salah satu Volunteer Dompet Dhuafa Hongkong. Kalau  Macau pengajian biasanya digelar di malam hari, pagi sampai siang istirahat. Kalau di Hongkong pengajian digelar siang sampai sore hari. Dan kebanyakan umumnya pengajian itu dilakukan pada hari libur, yaitu sabtu dan minggu.

Jarak tempuh tempat pengajian kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan bis bertingkat dua, antara causeway Bay ke Taipo, dan itu pun harus menunggu agak lama. Setiap jurusan ada nomornya, untuk jurusan causeway bay (dekat Victoria Park – salah satu destinasi tempat kumpul dan pengajian BMI) – Taipo bernomor 370.

Baca Juga:  MEWASPADAI POLITISASI AGAMA

Manfaat  pengajian di Hongkong, mereka bisa sambil liburan juga, sambil bertemu dengan teman-teman, cerita-cerita sesame buruh migran, mereka bisa menceritakan segala masalahnya, dan curhatnya ke teman-teman.

Kondisi ,masyarakat di Hongkong itu memang semuanya menggunakan transportasi umum, jarang mereka menggunakan transportasi pribadi karena mahal.  Belum untuk biaya parkirnya, biaya per km nya pun itu diperhatikan bahkan dihitung. Tidak sembarangan memakai jalan umum, semua ada beayanya. Makanya di sini jarang macet dan orangnya juga sehat-sehat karena banyak yang jalan kaki, lalu lalang menyeberangi jalanan. (***)

Tentang Penulis

  • Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (CORDOFA)
  • Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia (TIDIM) LDNU
  • Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITSYAM) Bontang
  • Guru SMA YPK Bontang
  • Imam Besar Masjid Agung Al-Hijrah Kota Bontang
  • Penulis Buku: Fathul Khoir – Memahami Tajwid dengan 300 bait Syair, Perjalanan Dakwah di Eropa, Al-Ma’shumi – Metode mudah belajar Alquran, Pengantar Mata Kuliah Praktek Keterampilan Ibadah, Fiqih al-Hijrah – Kumpulan Tanya Jawab Fiqih di al-Hijrah.
Tags: catatanramadan di Hongkong
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Menghasut dengan Video Lawas

Next Post

Proyek PLTU Pekerjakan 44 TKA

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.