Hingga kini, Golkar menjadi satu-satunya partai politik (parpol) yang telah mengumumkan nama Calon Gubernur (Cagub) Kaltim. Mereka mengusung Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.
Nah, kemarin (30/3) giliran DPD I Golkar Kaltim membuka pendaftaran bakal calon wakil gubernur (bacawagub) yang akan mendampingi Rita.
Proses penjaringan mulai 1-30 April mendatang. Pendaftaran dimulai Sabtu (1/4) mendatang.
Ketua Tim Pendaftaran Bacawagub Golkar Kaltim, Hatta Zainal mengatakan, pengambilan formulir pendaftaran dilaksanakan selama tiga hari, sampai Senin (3/4). Sedangkan batas akhir mengembalikan formulir pada 10 April mendatang.
“Jadi bisa langsung dikembalikan pada hari pengambilan, boleh juga menunggu akhir pendaftaran,” ujarnya.
Penjaringan ini bersifat terbuka untuk umum. Siapa saja yang berminat mendampingi Rita di pilgub boleh mendaftar. Bahkan tak menutup kemungkinan dari internal partai berlambang pohon beringin akan ikut penjaringan. Bagi calon pendaftar tak akan dikenakan biaya pendaftaran.
“Jadi tak ada dana yang kami minta termasuk mahar,” ujarnya.
Setelah mengembalikan formulir, para kandidat mesti melalui tahapan-tahapan. Salah satu proses yang dijalani adalah penilaian (assessment) dan verifikasi.
“Supaya bisa tahu seberapa jauh minat dan komitmen para bakal calon,” terang Hatta.
Setelah tahap penilaian selesai, para kandidat akan melakukan sosialisasi di tempat yang ditunjuk tim.
“Bisa dikatakan kampanye untuk mereka,” ujarnya.
Sosialisasi tesebut dihadiri DPD Golkar tingkat kabupaten/kota se-Kaltim, semua organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta sayap partai. Orang-orang yang hadir itulah yang akan memilih.
“Kami beri kesempatan memilih maksimal tiga calon,” ujarnya.
Kemudian nama-nama tadi dirapatkan dalam rapat pimpinan daerah khusus (rapimdasus) untuk diserahkan ke DPP. “Namun, kalau dalam rapat tersebut hanya ada satu nama, berarti satu nama tadi yang akan diserahkan ke DPP,” terangnya.
Hatta melanjutkan, tak ada kriteria khusus dalam penjaringan. Seperti yang digembar-gemborkan selama ini, Rita mencari wakil dengan latar belakang birokat. Namun, Hatta menjelaskan, itu bisa terlihat saat proses assessment.
Dijelaskan, orang-orang yang tergabung dalam tim penilai adalah pihak netral. Dalam penilaian tersebut juga diketahui apakah bacawagub tersebut bisa cocok dengan Rita atau tidak.
“Jangan sampai di tengah jalan pecah koalisi. Ini mesti dipertahankan hingga akhir masa jabatan,” jelasnya.
Dalam proses pemilihan kandidat yang akan mendampinginya, oleh DPP Golkar, Rita juga dilibatkan. Bagaimanapun juga dia punya kewenangan, karena ini menyangkut pendampingnya.
Soal lebih berat mana elektabilitas dan hasil assessment, Hatta mengungkapkan, kedua faktor tersebut akan digabungkan.
“Bisa saja elektabilitas naik dengan hasil assessment,” ujarnya.
Lebih jauh, kemungkinan ada calon yang bisa potong kompas ke DPP. Namun, Hatta menekankan, daerah punya fungsi koordinasi. Namun, biasanya calon yang potong kompas ke DPP juga mestilah yang sudah dibidik melalui survei. Dia berharap Mei mendatang sudah ada penetapan calon wakil gubernur. (*/fch/kpg/gun)







