SANGATTA – Mimpi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim untuk menarik sebanyak-banyaknya pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim di Kutim, terancam gagal.
Pasalnya, KPU yang semula menargetkan meraih jumlah pemilih 75 persen, namun hingga hari kedua belum tercapai.
Jumlah pemilih yang menggunakan hak suara sementara sekira pukul 17.00 wita baru 49,5 persen. Dengan jumlah potensial laki-laki 45,59 persen dan perempuan 48,53 persen.
Dengan rincian, jumlah pemilih di Kutim, sebanyak 46.249 jiwa. Laki-laki sebanyak 25.309 jiwa, dan perempuan 22.291 jiwa. Dari data tersebut, yang menggunakan hak pilihnya, hanya sebanyak 22.258 jiwa. Laki-laki 11.538 jiwa dan perempuan 10.817 jiwa.
Dari data tersebut, tercatat 22.115 jiwa atau 97 persen suara sah. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 526 jiwa atau 2 persen. Dengan total suara sebanyak 22. 639 jiwa. Melihat data sementara ini, jumlah golput masih unggul.
Contoh per kecamatan. Di Sangatta Utara, golput menang telak. Dari 16.843 pemilih, hanya 6.732 yang memberikan hak suara. Atau sekira 40 persen.
Kemudian, Sangatta Selatan. Jumlah golput Sangatta Selatan cukup tinggi. Setengah dari jumlah pemilih. Jumlah pemilih sebanyak 9.827 jiwa, namun yang memberikan hak suara hanya 5.011 jiwa.
Tak kalah di Kecamatan Teluk Pandan. Jumlah yang memberikan hak suara hanya setengah dari jumlah pemilih. Jumlah pemilih sebanyak 6.179 jiwa dan yang memilih hanya 3.395 jiwa. Rantau Pulung, jumlah pemilih 6.891 jiwa dan yang memilih hanya 3.817 jiwa. Selanjutnya Kecamatan Bengalon, dari 12.688 jiwa jumlah pemilih, namun yang memberikan hak suara hanya 6.698 jiwa.
Hal ini sejalan dengan ramalan Ketua KPU Kutim, Fahmi Idris yang menyatakan, jika angka 75 persen cukup sulit diraih. Lahirnya pernyataan tersebut dilandasi beberapa alasan. Pertama, pemilihan beriringan dengan libur panjang dan bertepatan piala dunia. “Ya karena faktor libur panjang dan piala dunia,” kata Fahmi.
Menanggapi hal ini, Komisioner KPU Ulfa menyatakan, belum dapat memberikan jawaban terkait hal itu. Karena masih menunggu rekapan dari kecamatan. “Kami masih tunggu rekapannya dari kecamatan,” katanya.
Sementara itu, komisioner lainnya, Sayuti Ibrahim mengaku belum dapat berkomentar banyak terkait hal itu. Karena harus menunggu pleno dari KPU.
“Kami belum bisa komentari persentase tingkat partisipasi seluruh Kabupaten Kutim. Karena data dari kecamatan belum semuanya masuk. Kami belum tahu berapa totalnya jika direkap dari 18 kecamatan,” katanya. (dy)







