• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Gubernur Sebut Dewan “Ngeramput”

by BontangPost
4 September 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
DIKEBUT: Pengerjaan proyek Jembatan Mahakam IV terus dikebut oleh para kontraktor yang ditunjuk Pemprov Kaltim.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

DIKEBUT: Pengerjaan proyek Jembatan Mahakam IV terus dikebut oleh para kontraktor yang ditunjuk Pemprov Kaltim.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menjawab keraguan sejumlah anggota DPRD Kaltim terkait penyelesaian proyek multiyears contract (MYC) atau proyek tahun jamak. Awang Faroek meyakini seluruh proyek tersebut akan selesai pada Desember 2018.

Pasalnya, sebagian besar MYC sedang dalam proses pengerjaan. Pun demikian, terdapat proyek MYC yang telah berjalan sesesuai rencana pengerjaan. Karena itu, dia heran dengan adanya usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) MYC.

“Lalu untuk apa lagi bentuk pansus itu? Coba saya tanya, proyek mana yang tidak selesai sesuai target?” tanya Awang, Senin (3/9) kemarin.

Dia merasa, seluruh MYC yang diinisiasinya selama menjabat sebagai Gubernur Kaltim, akan rampung di masa kepemimpinannya. Awang mencontohkan proyek Jembatan Mahakam IV yang kini sedang dikebut pengerjaannya oleh kontraktor.

“Kan sedang proses kerja. Gimana mau sebut tidak akan selesai? Proyek itu sudah sebagian besar dikerjakan. Apanya yang tidak selesai? Coba lihat di lokasi. Itu kan sebagian besar sudah dikerjakan,” imbuhnya.

Awang menegaskan, dirinya telah melihat sejumlah proyek MYC. Hasilnya, tidak ada satu pun proyek MYC yang tidak akan selesai sesuai target.

“Coba perhatikan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Sekarang sudah sebagian besar dikerjakan. Pengerjaannya sedang berjalan. Begitu juga dengan proyek MYC di Kutai Timur. Semuanya sedang berproses,” ujar Awang Faroek.

Baca Juga:  Komisi I Siap Kawal Nasib Tenaga Kerja

Dia menilai, rencana pembentukan Pansus MYC oleh para wakil rakyat di Karang Paci hanya pekerjaan yang sia-sia. Sebab menurutnya, semua program MYC yang saat ini dijalankan pemerintah tak bisa lepas dari persetujuan dewan. “Dewan ngeramput (sok tau, Red.) aja kalau mereka bikin pansus,” ketusnya.

Namun demikian, Awang Faroek mengaku tidak ingin membatasi kebebasan wakil rakyat. Pasalnya, usulan pembentukan Pansus MYC menjadi hak konstitusional anggota legislatif di gedung Karang Paci.

“Iya silakan saja. Itu hak mereka. Tetapi kalau alasannya karena proyek MYC tidak selesai pada Desember nanti, itu tidak benar. Karena laporan dan tinjauan langsung yang saya lakukan, MYC akan selesai akhir tahun,” kata dia.

Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemprov Kaltim 2017, Sapto Setyo Pramono mengungkapkan, pihaknya telah menyusun beberapa rekomendasi terkait proyek tahun jamak. Secara umum, Pansus LKPj menyarankan agar sisa anggaran yang belum dialokasikan untuk MYC dapat digelontorkan lewat APBD Perubahan 2018.

Sapto menyebut, progres fisik pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda di seksi satu segmen satu telah mencapai 100 persen. Namun masih tersisa anggaran yang belum digelontorkan sebesar Rp 34 miliar. “Sebelum pelunasan, Pemprov Kaltim mewajibkan kontraktor memelihara dan pembersihan segmen yang dikerjakan,” imbuh Sapto.

Baca Juga:  Overlay KS Tubun Hanya Perencanaan 

Dia menyarankan, pembayaran proyek tersebut dilakukan atas dasar progres pengerjaan fisik. Tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan sesuai spesifikasi kontrak yang disepakati.

“Kami juga meminta jaminan anggaran disetujui dengan syarat BUJT (Badan Usaha Jalan Tol). Mereka wajib dan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan sesuai waktu, mutu, dan kualitas yang ada dalam kontrak,” tegasnya.

Terkait pembangunan Jembatan Mahakam IV Samarinda, khususnya pada sisi pembangunan jembatan bentang tengah, Sapto mengatakan, temuan di lapangan membuktikan bahwa progres fisik sudah mencapai 73,96 persen.

Sedangkan realisasi keuangan 58,96 persen atau Rp 105,37 miliar. “Kami meminta kontraktor menjalankan tugas sesuai progres yang dijanjikan. Tapi aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan mutu harus diperhatikan,” sarannya.

Sementara pembangunan jalan pendekat sisi Samarinda Kota, Pansus LPKj menemukan progres fisiknya telah mencapai 87,93 persen. Dengan realisasi keuangan 75,65 persen atau Rp 170,86 miliar.

Di proyek tersebut, anggaran yang belum dialokasikan sebesar Rp 49,98 miliar. Sehingga pansus menyarankan dimasukkan di APBD Perubahan 2018. Namun pembayaran disesuaikan dengan progres pengerjaan fisik.

Baca Juga:  2019, Bantuan Seragam Wajib Terlaksana

Hal yang sama berlaku terhadap pembangunan jalan pendekat sisi Samarinda Seberang yang progres fisiknya sudah mencapai 79,28 persen dengan realisasi keuangan 53,20 persen atau Rp 120,70 miliar.

Beban anggaran Rp 50,01 miliar di proyek tersebut dianggarkan lewat APBD Perubahan 2018. “Dengan pembayaran sesuai progres. Kalau tidak selesai, perlu diberikan sanksi,” ujarnya.

Sementara, pembangunan konstruksi runway Bandara APT Pranoto Samarinda progresnya sudah mencapai 93,63 persen. Dengan realisasi keuangan Rp 87,55 persen atau Rp 627 miliar. “Sisanya Rp 36,10 miliar. Kami temukan ada konstruksi yang retak di runway. Kami minta keretakan itu ditangani segera. Supaya tidak mengganggu penerbangan,” tuturnya.

Lalu pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy, pansus menemukan proyek di Kutai Timur itu progres fisiknya baru mencapai 77,19 persen. Sedangkan realisasi keuangan 65,05 persen atau Rp 96,39 miliar.

Terakhir, pembangunan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku di Sekerat, Kutai Timur. Progres fisik proyek itu baru mencapai 88,60 persen. Dengan realisasi keuangan 70,14 persen atau Rp 103,50 miliar. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: AwangdprdPansus Proyek MYCProyek MYC
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Usai Ditunjuk Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf, Awang Faroek Patok Target Besar 

Next Post

Pembentukan Pansus MYC Tunggu Pimpinan 

Related Posts

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan
Kaltim

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan

18 April 2023, 19:00
Dinkes-KB Dinilai Kecolongan
Bontang

Dinkes-KB Dinilai Kecolongan

22 Desember 2018, 17:50
Lintas Komisi ke Karang Paci
Bontang

Lintas Komisi ke Karang Paci

21 Desember 2018, 17:30
Berawal Pengusaha Studio Foto, Baktikan Diri untuk Daerah
Bontang

Jika Temukan Praktik Culas di SPBU, Sopir Truk Diminta Lapor Polisi

21 Desember 2018, 17:10
Pemkot Disebut Minim Koordinasi
Bontang

Pemkot Disebut Minim Koordinasi

20 Desember 2018, 17:55
Dokumen Perda RTRW Diminta Dievaluasi
Bontang

Dokumen Perda RTRW Diminta Dievaluasi

14 Desember 2018, 17:10

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.