SANGATTA-Hanya orang tertentu saja yang dapat masuk ke ruang logistik KPU Kutim. Bagi yang tak berkepentingan, diharamkan untuk memasuki ruang terbatas tersebut.
Tak lain, KPU menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Salah satunya penyelundupan kertas suara. Sebab, satu bal kertas suara yang berisi 25 lembar, bisa bernilai satu kendaraan roda empat.
Kertas suara sangat bernilai. Siapapun siap membelinya secara ilegal. Karena hal itu salah satu cara untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Wajar, saat pelipatan kertas suara langsung dikawal ketat anggota kepolisian. Pintu tertutup rapat. Hanya orang-orang tertentu yang berada dalam ruangan steril tersebut.
Bahkan, usai pelipatan dilakukan, tidak dibiarkan begitu saja. Ada tim khusus yang menghitung ulang. Dikhawatirkan kurang atau berlebih. Yang menjadi masalah jika kertas suara lebih. Barang tentu, sisa kertas itu akan dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab.
“Satu bal saja bisa dapat satu mobil. Makanya tidak sembarang orang yang boleh masuk,” ujar Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik, Muhammad Bashori.
Hingga saat ini, yang mana petugas sedang melakukan pemisahan kertas suara perkecamatan tetap dijaga ketat. “Saat ini masa pemisahan perkecamatan dan dilanjut kabupaten. Kemungkinan akan selesai tiga hari kedepan untuk surat suara,” kata Bashori.
Surat suara untuk Kutim, sebanyak 220.077 lembar. Jauh lebih banyak dari DPT. Yakni 214.348. Hal ini untuk mengantisipasi kekurangan surat suara.
Hanya saja, dari jumlah tersebut, untuk sementara ini sudah terdapat sekira 800 ratus surat suara yang diduga rusak. Mulai dari sobek, berlubang, dan terkena noda. Untuk yang terkena noda, masih dibahas lagi apakah dapat digunakan atau tidak.
“Jadi paling banyak yang terkena noda. Tetapi kami belum bisa katakan rusak. Karena mau diplenokan dulu,” katanya.
Masalah lainnya, belum semua logistik sampai ke tangan KPU. Baru sebagian. Yakni, Surat suara, tinta, tempelate (alat bantu tunatra), dan kelengkapan TPS. Sedangkan, buku KPPS, formulir, segel, hologram, kotak dan bilik belum ada. Dirinya berharap, semua logistik sampai ke KPU tepat pada waktunya.
“Kami yakin tak ada masalah. Pasti aman-aman saja. Saat ini kami masih fokus untuk pemisahan perkecamatan saja. Sedangkan pelipatan sudah rampung,” katanya. (dy)







