SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus menggalakkan perang terhadap penyebaran virus difteri. Salah satunya dengan melakukan imunisasi kepada ribuan pelajar di Kota Tepian, Selasa (23/1) hari ini.
Program vaksin massal ini akan dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda melalui Puskesmas Temindung dan Sidomulyo. Program ini akan menyasar sebanyak 25 sekolah yang berada di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kelurahan Pelita, dan Kelurahan Sidomulyo.
Selain itu, program pencegahan virus yang diakibatkan bakteri corynebacterium diphtheriae akan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).
“Besok (hari ini, Red) ada sekitar 10.600 pelajar yang diimunisasi. Mulai dari SD, SMP, dan SMA. Kalau untuk TK, belum masuk program ini. Karena anak-anak TK masuk di program posyandu,” ungkap Kepala UPTD Surveilans Kota Samarinda, dr. Osa Rafshodia dalam konferensi persnya, Senin (22/1) kemarin.
Petugas Puskesmas akan disebar di sekolah. Gerakan ini adalah langkah pemerintah memerangi difteri, pasca penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Sebagai salah satu langkah mencegah penularan penyakit tersebut, maka penting program imunisasi di seluruh wilayah Samarinda.
“Kami melakukan imunisasi di sekolah-sekolah ini salah satu langkah bertahap memerangi difteri. Gerakan ini akan terus dilakukan sampai Samarinda benar-benar dinyatakan steril dari penyakit difteri,” katanya.
- Osa menyebut, pelaksanaan imunisasi di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kelurahan Pelita, dan Kelurahan Sidomulyo, karena tiga kelurahan ini teridentifikasi daerah rawan penyebaran penyakit difteri. Pasalnya, selain karena kelurahan ini padat penduduk, salah satu dari kelurahan itu ditemukan pertama kali pasien difteri.
“Sebenarnya ada 11 kelurahan yang berisiko tinggi terjadinya difteri. Tapi kami lakukan imunisasi secara bertahap, supaya penyebarannya tidak meluas. Kami usahakan semua warga diimunisasi,” tegasnya.
Program imunisasi massal di seluruh wilayah Samarinda ini, sambung dia, sejatinya dilaksanakan dalam satu waktu. Namun rencana itu terkendala tenaga medis seperti dokter, pelaksana teknis imunisasi, maupun kesediaan puskesmas di masing-masing kelurahan.
“Selain itu kami takut masyarakat kaget jika imunisasi massal dalam satu waktu. Makanya kami laksanakan imunisasi ini secara bertahap. Kami tidak tahu sampai kapan program imunisasi ini selesai, tapi yang pasti sampai Samarinda dinyatakan bersih dari penyakit difteri,” ujarnya. (*/um/drh)







