• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Hauling Batu Bara di Muara Kate yang Makan Korban hingga Diduga Melibatkan Oknum Pejabat Dilaporkan ke Pusat

by BontangPost
20 November 2024, 14:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID,  Paser –  Hauling batu baru di jalan umum menjadi pemandangan yang biasa ditemui, terutama di jalan poros Kaltim.

Namun, praktik itu minim tindakan sehingga meresahkan pengguna jalan lain. Bahkan hingga menelan korban jiwa, seperti yang terjadi di Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser.

Dari kejadian tersebut, seorang pengemudi roda mengalami kecelakaan tragis, korbannya Pronika pada akhir Oktober lalu.

Ditambah kejadian “penyerangan” terhadap dua warga di Muara Kate, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser. Hal itu diduga erat kaitannya dengan masalah aktivitas batu bara.

Dikonfirmasi terpisah, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan surat kepada pihak-pihak terkait.

“Kami sedang siapkan surat untuk Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” ujar Akmal.

Baca Juga:  Truk Batu Bara Marak Melintas di Jalan Umum Balikpapan, Pj Gubernur; Tunggu Tanggal Mainnya

Namun, ia tak memerinci perihal surat yang akan dikirimkan ke dua kementerian di pusat itu saat ditanya melalui pesan WhatsApp.

Untuk diketahui, aksi hauling batu bara yang kerap menggunakan jalan umum itu, statusnya jalan nasional atau negara, sehingga bentuk pengawasannya langsung di bawah kendali kementerian.

Pun dengan yang terjadi Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser. Pengangkutan batu bara tersebut menggunakan jalan nasional.

Sementara itu, tragedi tragis di Muara Komam yang menewaskan seorang warga, Rusel (60), dan satu warga lainnya masih dalam keadaan kritis, yakni Ansouka alias Anson (55). Diduga kuat terkait upaya masyarakat setempat melarang angkutan batu bara melintas.

Berbagai informasi bermunculan di media sosial (medsos), termasuk adanya dugaan keterlibatan oknum aparatur masyarakat di Muara Komam.

Baca Juga:  Jalan Kutim Rusak karena Dilintasi Truk Tambang, PT APE Klaim Hanya Gunakan 1,7 Kilometer

Dugaan keterlibatan oknum mengarah kepada kepala desa dan lurah, yang disinyalir ikut “mengkondisikan” dalam memfasilitasi hauling truk batu bara melintasi kawasan tersebut.

Pasalnya, dari potongan video berdurasi 1 menit yang menyebar di medsos, ada penyampaian yang melarang hauling adalah pihak luar. “Pernyataan tidak boleh hauling itu karena ada pihak luar yang datang. Jadi kalau untuk warga Desa Langon masih kondusif,” ucap seorang di video itu.

Pria tersebut meminta kepada pihak yang akan hauling bersabar. “Kedua pihak di sana menginginkan kekompakan dari pada semua pekerja yang ada di lintasan Desa Muara Langon sampai Muara Kuaro,” ujarnya.

“Jadi yang ada disepakati, supaya bisa duduk bareng di sana. Di sana tidak minta nominal, tapi komitmen jam keberangkatan PS (dump truk bermuatan batu bara),” lanjutnya dalam gambar bergerak itu.

Baca Juga:  Tutup Mata Hauling Batu Bara

Dari penuturan salah satu informasi yang identitasnya tak ingin dibeberkan membenarkan pernyataan itu. “Pertemuan itu terjadi sebelum kejadian penyerangan,” tutur sumber yang enggan dikorankan.

Pertemuan itu dikatakan terjadi karena dari pihak perusahaan dan sekelompok orang hendak demo tandingan. “Setelah pertemuan itu lurah dan kades menemui warga (Muara Kate) dan meminta supaya hauling bisa berjalan lagi,” imbuhnya.

“Sekitar Senin atau Selasa (pekan lalu). Meminta bisa hauling lagi. Warga bingung ketika itu karena yang mengeluarkan larangan kan Pj Bupati,” ucapnya. (*)

Tags: hauling batu baraMuara Kate
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sebelum Penyerangan di Muara Kate, Oknum Pejabat Pemkab Paser Diduga Kondisikan Hauling Batu Bara Tetap Berjalan

Next Post

Satu TAPPD Langgar Netralitas, Bawaslu Sarankan Anggota Lain Dievaluasi

Related Posts

Tabrakan Truk Hauling di Jalur Debu Kutai Barat, Dua Pekerja Tambang Tewas
Kaltim

Tabrakan Truk Hauling di Jalur Debu Kutai Barat, Dua Pekerja Tambang Tewas

31 Maret 2026, 09:00
Sidang lanjutan Pembunuhan di Muara Kate; Lobi Aparat, hingga Dugaan Tekanan terhadap Posko Warga
Kaltim

Sidang lanjutan Pembunuhan di Muara Kate; Lobi Aparat, hingga Dugaan Tekanan terhadap Posko Warga

3 Februari 2026, 15:58
Kasus Aktivis Tambang Muara Kate Disidangkan, Jadi Atensi Wapres Gibran
Kriminal

Terancam Hukuman Mati, Berikut Isi Dakwaan Kasus Pembunuhan di Muara Kate Paser

9 Desember 2025, 09:00
Kasus Aktivis Tambang Muara Kate Disidangkan, Jadi Atensi Wapres Gibran
Lingkungan

Kasus Aktivis Tambang Muara Kate Disidangkan, Jadi Atensi Wapres Gibran

8 Desember 2025, 19:24
Polda Kaltim Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pembunuhan Tokoh Penolak Hauling Batu Bara di Muara Kate Paser
Lingkungan

Aktivis Tambang Muara Kate Paser Kembali Ditangkap, Diadang Polisi 30 Menit Usai Dibebaskan

19 November 2025, 14:06
Tambang Batu Bara Ilegal di Jalan Poros Bontang Kembali Beroperasi; Diperingati Polisi, Hauling Malam Hari
Bontang

Tambang Batu Bara Ilegal di Jalan Poros Bontang Kembali Beroperasi; Diperingati Polisi, Hauling Malam Hari

18 Agustus 2025, 12:46

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.