BONTANGPOST.ID – Tak patut ditiru, seorang ibu dengan tega menjual darah dagingnya sendiri kepada seorang kakek-kakek. Aksi kejahatan tersebut pun menjadi sorotan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim.
Kejadian pilu itu dialami Mekar-bukan nama sebenarnya- yang masih berusia 10 tahun. Mekar ditemui TRC PPA Kaltim, Jumat (19/9). Dara yang masih sangat belia itu menjadi korban cabul yang dilakukan tiga orang pria dewasa, mulai ayah tiri sendiri, seorang pria paruh baya, dan seorang kakek.
Perbuatan tak senonoh itu justru mendapat dukungan sang ibu, bahkan berperan aktif menjual Mekar ke pria paruh baya dan seorang kakek demi mendapatkan keuntungan yang nilainya tak seberapa dengan masa depan Mekar.
Kasus tersebut bakal menjadi perhatian serius TRC PPA Kaltim. Jumat (19/9) TRC PPA bersama korban melaporkan kasusnya ke Polresta Samarinda. Hal itu agar para pelaku termasuk ibu kandung Mekar mendapat hukuman atas perbuatannya.
“Anak itu dicabuli sejak masih kelas I SD sampai sekarang kelas III SD,” beber Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun dalam penjelasannya.
Rina meneteskan air mata ketika mendengar Mekar menjelaskan bahwa ibunya menjualnya kepada seorang pria paruh baya dan seorang kakek yang sudah berulang kali menjadikannya pelampiasan perbuatan tak senonoh. “Anak itu biasanya diantar langsung ibunya ke kedua pelaku. Parahnya ibunya juga nunggu di luar sementara anaknya dicabuli,” sambung Rina.
Rina berharap kasus itu dapat segera ditangani kepolisian, karena beberapa hari yang lalu Mekar terpaksa melayani nafsu bejat ayah tirinya. “Tentu tidak bisa dibiarkan, segera ditindaklanjuti,” tutupnya. (KP)







