BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang dalam waktu dekat bakal melakukan patroli laut rutin. Dalam patroli tersebut, mereka menargetkan para nelayan, pemancing, maupun penumpang yang tidak menggunakan alat keselamatan lengkap selama di laut. Salah satu yang terpenting yakni pelampung.
Kepala pelaksana BPBD Ahmad Yani mengatakan, belum lama ini pihaknya pun juga telah mengundang instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI), Polisi Perairan (Polair), asosiasi nelayan, hingga asosiasi kapal penyeberangan di pelabuhan Tanjung Laut Indah. Dalam pertemuan tersebut, dibahas bersama terkait masih banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan pelampung selama melakukan aktivitas di laut.
“Rencananya senin depan kami sudah mulai melakukan patroli keliling itu. Kami juga akan lakukan pendekatan ke penumpang agar ketika berada di laut, mereka harus meminta fasilitas pelampung bila tidak disediakan oleh nahkodanya,” ujarnya belum lama ini.
BPBD pun juga turut meminta baik kepada ketua nelayan maupun ketua asosiasi penyeberangan wisata laut untuk bersikap tegas terhadap anggotanya yang masih terbukti membandel. Bila masih melanggar kata Ahmad Yani, sanksinya bisa berupa dicabut keanggotaan dan izin kapalnya, serta nama-nama nahkodanya yang tercatat akan di dilaporkan kepada kelurahan mereka setempat.
“Intinya kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta tidak menimbulkan korban baru di perairan Bontang. (bbg)







