Penantian panjang itu kini berbuah manis. Jumat, 21 April 2017 kemarin, Jainuddin – Suhaiban resmi menjadi orang tua.
Bambang, Bontang
Kehadiran bayi mungil berjenis kelamin perempuan dengan berat 3550 gram
menjadi keberkahan tersendiri bagi pasangan Jainuddin – Suhaiban. Usai menanti selama 10 tahun sejak menikah pada 26 Oktober 2007 silam, tepat di momen kartini kemarin, kedua pesutri yang sudah tak muda lagi ini akhirnya diberikan momongan oleh Sang Maha Kuasa.
Bayi yang diberi nama Athiyah Nurul Inara itu lahir dengan selamat di RS Amalia pukul 20.45 Wita lewat persalinan normal. Saking tak kuasa menahan kebahagiaan, air mata Jainuddin dan Suhaiban pun ikut meleleh bersamaan dengan momen kelahiran sang buah hati.
“Sebelumnya kami sudah kesana kemari ikut program kehamilan lewat pengobatan alternatif. Namun istri saya juga tak kunjung hamil. Sempat pasrah dan putus asa juga. Baru saat kami ikut program kehamilan di RS Amalia, Alhamdulillah tidak lama akhirnya kami diberi juga sama yang di Atas (Tuhan, Red.),” ujar Jainuddin.
Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kontraktor di PT Badak itu mengaku, selama belum diberi momongan, dia dan istrinya istri hanya ikut membantu merawat keponakan-keponakannya saja di rumah.
Saking mendambakan sekali memiliki momongan, para keponakannya itu sudah mereka anggap sebagai anak sendiri. Sembari tak pernah menyarah dan terus mencoba mengikuti berbagai program kehamilan, doa mereka kepada Sang Ilahi pun juga tak pernah putus. Mungkin dari buah kesabarannya itulah, akhirnya Sang Maha Kuasa memberi jalan bagi mereka bisa mendapatkan anak.
“Awal taunya kalau hamil, saat istri saya haid nya tidak teratur. Saat kami periksakan, ternyata positif hamil dan usia janin di kandungan rupanya sudah tiga bulan,” sebutnya.
Puncaknya pada Kamis (21/4) siang lalu. Suhaiban langsung dilarikan ke RS Amalia karena kondisinya sudah menunjukkan tanda-tanda kelahiran. Karena kondisi Suhaiban yang mengalami sakit luar biasa, pihak keluarga pun sempat meminta kepada bidan untuk dilahirkan secara cesar saja. Namun karena dimotivasi oleh bidan untuk menunggu beberapa jam lagi, akhirnya persalinan pun bisa dilakukan secara normal.
“Semoga kelak menjadi anak sholehah dan berbakti kepada kedua orang tuany,” harap mereka. (bersambung)







