BONTANG – Bagaimana berpenghasilan terus-menerus dan halal? Jawaban tersebut bisa Anda peroleh dalam Seminar Investasi dan Bisnis Budidaya Kurma, Minggu (25/3) hingga Selasa (27/3) mendatang. Praktisi Kurma Indonesia Hendra Andiarto dan Coach Haris Islam, Sharia Life and Business Coach siap berbagi ilmu dengan Anda.
Rencananya, Hendra Andianto akan membawakan materi seminar bertema “Bagaimana Menggiurkannya Peluang dan Tantangan Budidaya Kurma Tropis”. Sementara Coach Haris Islam membawakan tema “Bagaimana Cara Berinvestasi dan Berbisnis yang Berkah dan Halal”.
Seminar ini diselenggarakan Taman Kurma, developer kaveling bidang syariah sekaligus resor yang berintegrasi dalam satu kawasan. Lahir dari semangat membantu dan menjaga kepemilikan lahan sebagai aset umat Islam di Indonesia dalam lingkungan Islami,
“Taman Kurma memiliki misi suci membantu masyarakat sekitar agar memiliki akses ekonomi lebih baik,” ujar Hendra Andiarto.
Dia menjelaskan, properti berkonsep unik ini memiliki segmen pasar yang jelas dan fokus, serta berpeluang lebih diterima pasar. Proyeknya terstruktur dengan tujuan pasar jelas, ditambah konsep menarik dan tidak mengenal kata krisis.
“Taman Kurma menghadirkan inovasi sebagai properti agrowisata. Memadukan kaveling resor dengan agrowisata pohon kurma berkonsep syariah, diyakini memiliki prospek bisnis menjanjikan,” urainya.
Menurut Hendra, hingga kini masih banyak masyarakat berpikir pohon kurma identik dengan tanaman Timur Tengah. Sehingga masyarakat beranggapan kurma tidak akan pernah berbuah jika tidak ditanam di kawasan gurun. Tapi ternyata telah banyak ditemukan pohon kurma berbuah manis dan melimpah di kawasan Asia, di antaranya di Thailand dan Indonesia.
Lebih lanjut dia menerangkan, di Timur Tengah kurma baru akan berbuah pada usia 8-10 tahun. Karena akar kurma terus menembus lapisan tanah untuk mendapatkan sumber air sebelum berbuah. Berbeda halnya dengan kurma di Asia, di mana sumber airnya tidak terlalu dalam di lapisan struktur tanahnya sehingga lebih cepat berbuah.
“Pohon kurma bisa tumbuh dan berbuah di daerah Asia, khususnya di Indonesia. Di antaranya di Bandung, Pasuruan, Bekasi, Gunung Kidul, dan wilayah lainnya,” tambah Hendra.
Salah satu fakta menarik pohon kurma tumbuh di Indonesia yaitu akan mencapai titik pertumbuhan maksimum pada suhu 32 derajat celsius. Sedangkan Indonesia memiliki suhu normal kisaran 20-35 derajat celsius.
Berdasarkan survei beberapa lokasi, Hendra Andianto mengatakan potensi perkebunan kurma di Kaltim cukup menjanjikan. Bila melihat kondisi suhu dan iklim serta luas lahan yang masih tersedia.
“Kegiatan yang telah dikerjakan di antaranya pengecekan sampel untuk uji lab kandungan tanah. Mengecek sampel air untuk kandungan air, hingga mencocokkan struktur tanah dan kedalaman gambut, apakah dangkal atau dalam,” paparnya.
Menurut Hendra, kurma memiliki riwayat erat dengan umat Islam. Karena itu umat Islam perlu paham dan mengerti bagaimana pohon kurma bisa penuh berkah. Sehingga dirasa perlu mengetahui sejarahnya. Hal ini bisa Anda dapatkan dengan mengikuti Seminar Investasi dan Bisnis Budidaya Kurma.
“Bila berminat dan serius ingin mempelajari bisnis budidaya kurma? Anda dapat langsung mendaftar ke Moko melalui telepon, pesan singkat, atau aplikasi whatsapp di nomor 0852 4823 4044 atau Eko 0813 1900 0089. Investasinya hanya Rp 100 ribu,” tutupnya. (ra/adv)
JADWAL SEMINAR INVESTASI DAN BISNIS BUDIDAYA KURMA:
25 Maret 2018 09-12 wita Hotel Bintang Sintuk Bontang
19-22 wita Hotel Amaris Samarinda
26 Maret 2018 19-22 wita Hotel Zurich Balikpapan
27 Maret 2018 19-22 wita Hotel Kriyad Sadurengas Paser, Tanah Grogot







