SEBAGAI bagian dari koalisi nasional tiga partai, sasaran majunya Isran-Hadi bukan sekadar memimpin Kaltim. Melainkan, juga untuk menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2019.
Isran Noor mengungkapkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki pesan dalam pencalonan dirinya sebagai calon gubernur (cagub). Yaitu, pasangan Isran-Hadi diharapkan dapat membawa kemenangan. Pesan tersebut dijawab Isran dengan optimistis. “Pesan Pak Prabowo harus menang. Insyaallah menang,” ungkap Isran.
Dia mengurai, koalisi gabungan ketiga partai ini merupakan berkah dan rahmat dari Allah. Pasalnya, koalisi yang berasal dari pusat sampai juga ke daerah, dalam hal ini Pilgub Kaltim. Apalagi diketahuinya bila koalisi ketiga partai ini terbilang solid. Lantas, bagaimana kontrak politik Isran dengan ketiga partai ini?
“Kontrak politik saya dengan masyarakat, tidak ada (kontrak) dengan partai. Walaupun partai itu adalah merupakan sebuah perwakilan lembaga politik rakyat, secara langsung kepada rakyat,” tuturnya.
Kontrak politik yang dimaksud, sambung Isran, sebagaimana terangkum dalam penyampaian visi dan misinya. Visi dan misi ini rencananya akan disampaikan Isran dan Hadi pada saat penyampaian visi dan misi. “Banyak setumpuk ide dan program dalam otak aku ini, yang menjadi rencana bila terpilih,” sambung Isran.
Belajar dari pengalaman Pilgub DKI Jakarta, koalisi PKS-PAN-Partai Gerindra banyak menarik simpati pemilih muslim. Disinggung apakah hal ini akan dilakukannya dalam kampanye nanti, Isran menyatakan tidak memiliki basis-basis suara tertentu. Menurutnya, semua masyarakat tanpa memandang kelompok dan golongan merupakan sasarannya.
“Kami tidak bicara muslim dan tidak muslim. Pokoknya semua dilindungi. Kebetulan di Kaltim ini umat Islam itu mayoritas, ya sudah. Yang penting pembinaan dan perlindungannya proporsional. Harus adil antara golongan satu dengan golongan lainnya, antara komunitas satu dan komunitas lainnya,” bebernya.
“Perlakuannya tidak bisa sama karena jumlahnya berbeda, jadi proporsional,” tambah Isran.
Sementara itu Hadi Mulyadi menyebut, koalisi tiga partai ini awalnya memang diinginkan koalisi dapat berjalan berjalan di seluruh daerah kabupaten/kota dan provinsi. Walaupun pada praktiknya koalisi ini tidak bisa dilanjutkan di semua bisa dilanjutkan koalisi itu. Bagi dia, terpilihnya Kaltim sebagai salah satu daerah yang melanjutkan koalisi merupakan suatu kehormatan.
“Kaltim menjadi satu di antara sekian yang melanjutkan koalisi ini. Jadi suatu kehormatan bagi kami. Insyaallah amanah ini akan kami jaga sebaik-baiknya untuk memenangkan Pilgub 2018,” ujar Hadi.
Lebih lanjut Hadi memaparkan, koalisi ketiga partai ini merupakan gabungan partai yang solid. Dan telah membuktikan mampu menang dalam berbagai Pilkada, khususnya Pilkada di DKI. Dia berharap, kemenangan di DKI dengan koalisi yang sama dapat berlanjut di Kaltim. “Insyaallah bisa kami dapatkan kembali,” kata dia.
Anggota DPR-RI asal Kaltim-Kaltara ini menyebut, PKS sebagai bagian koalisi memiliki keunikan dalam bekerja. Bila ada kader yang maju, kader PKS di seluruh pelosok akan bekerja all-out tanpa diminta. Karenanya dia yakin kader-kader PKS akan dapat mengawal dan memenangkan dia dan Isran sampai ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur.
Ditanya tentang kontrak politik PKS, Hadi menjawab bila bicara kontrak politik pada masing-masing partai berbeda-beda. Namun pada intinya, koalisi ini harus tetap berlanjut. Kata Hadi, pihaknya memiliki kewajiban untuk membina ketiga partai ini untuk terus maju dan berkembang setelah Pemilu 2019.
“Amanah yang kami terima itu. Kalau kami memenangkan pilgub ini, kami tentu harus berjuang untuk memenangkan tiga partai ini pada pemilu 2019, itu yang paling pokok,” tegas Hadi. (luk)







