SANGATTA – Proses pembangunan jalan pendekat ke Pelabuhan Sangatta di Kenyamukan, dalam waktu dekat akan segera rampung. Menyusul proses penimbunan akses jalan yang dilakukan melalui program karya bhakti dengan TNI Angkatan Darat itu telah selesai dilakukan. Sehingga, tinggal menunggu penimbunan bagian atas dan pengerasan sebelum akhirnya jalan siap dilalui kendaraan.
“Jalannya sudah terhubung. Sekarang tinggal bagian atasnya saja yang dipadatkan dan diberi agregat. Kalau tidak ada kendala minggu depan sudah rampung. Dan jalan siap untuk dilewati,” ucap Kepala Dinas PU Kutim Aswandini Eka Tirta, Kamis (18/5).
Dia mengakui, kondisi cuaca hujan memang sedikit menjadi hambatan dalam proses pekerjaan. Sebab, truk yang membawa material tanah kesulitan melakukan penimbunan. Kendati demikian, pihaknya bersama jajaran TNI tetap berupaya agar proses pekerjaan dapat cepat selesai. Apalagi, target peresmian jalur tol laut nasional dilakukan bulan ini.
“Kami upayakan semaksimal mungkin. Tapi kalau kondisi alam tidak mendukung, yah mau bagaimana lagi,” ujarnya.
Aswan menerangkan, pembangunan jalan pendekat yang dikerjasamakan dengan TNI itu hanya sampai titik sisi darat pelabuhan. Total panjangnya jalan sekira 2,6 kilo meter. Sedangkan titik lainnya, diluar kewenangan PU.
“Begitu juga dengan masalah lahan, itu di luar tanggungjawab pihaknya. Sebab masih menjadi tanggungan Dinas Pertanahan Pengendalian Ruang (DPPR),” kata Aswan.
Seperti diketahui, proses pembangunan jalan pendekat pelabuhan sempat tertunda lama, karena masalah sengketa kepemilikan lahan yang masih berproses di pengadilan. Meskipun keputusan pengadilan telah terbit, namun pekerjaan tetap belum bisa dilaksanakan.
Menyusul proses pembayaran belum dapat dilakukan pemerintah. Akhirnya, pemerintah pun membuat kesepakatan dengan pemilik lahan, agar pekerjaan yang menggandeng TNI tetap dapat dilaksanakan. Bahkan, pemerintah pun meminta bantuan Kejaksaan Negeri Kutim untuk memberikan pendampingan hukum selama proses pekerjaan berjalan hingga tuntas. (aj)







