• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Harga Elpiji Kian Ekstrim, Tembus  Rp 35 Ribu, Warga Gunakan Kayu Bakar 

by BontangPost
20 Mei 2017, 12:35
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
KOSONG:Hampir semua Pangkalan Elpiji di Kutim tidak melayani penjualan elpiji. Kalaupun ada harganya hingga Rp 35 ribu pertabung.  

KOSONG:Hampir semua Pangkalan Elpiji di Kutim tidak melayani penjualan elpiji. Kalaupun ada harganya hingga Rp 35 ribu pertabung.  

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Menjelang Bulan Suci Ramadan, harga gas elpiji tiga kilo gram kian ekstrim. Pasalnya, di daerah pedalaman hingga saat ini sudah menembus Rp35 ribu. Parahnya, tingginya harga dibarengi dengan kelangkaan.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Busang. Langkanya elpiji dan tingginya harga membuat warga kian menderita. Untuk meringankan beban tersebut, terpaksa warga beralih ke bahan bakar kayu. Mayoritas warga memanfaatkan kayu untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari menanak nasi, membuat sayur, menggoreng ikan hingga merebus air.

“Awalnya hanya Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu saja pertabung, kini sudah mencapai  Rp35 ribu. Karena harga mahal dan langka, warga terpaksa pakai kayu bakar. Termasuk saya,” ujar Camat Busang Impung Anyek.

Baca Juga:  Pendatang Jadi Ancamam Golput 

Kejadian ini sudah terjadi dua pekan lalu. Entah kenapa, yang jelas hampir semua kecamatan merasakan hal yang sama. Merasakan kelangkaan dan melambungnya harga hingga beberapa kali lipat. Mantan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Diskes Kutim ini menduga, jauhnya jarak tempuh dan buruknya infrastruktur menuju Busang menjadi salah satu musabab mahalnya harga elpiji.

“Seperti di Sangatta itu harganya masih Rp 25 ribu aja. Karena memang ada agennya. Kalau di sini (Busang) harganya mahal mungkin karena jauh. Tetapi apapun itu kami berharap gas kembali lancar dan harganya kembali normal. Sehingga warga kembali menggunakan gas dan tidak menggunakan kayu lagi,” kata Putra asli Kecamatan Busang itu.

Baca Juga:  Ponton Tanpa Alat Keamanan Ditegur Dishub

Hal ini juga dirasakan warga Karangan. Camat Karangan, Suharman mengeluh lantaran tingginya harga elpiji di daerah pedalaman. Lucunya kenaikan dan kelangkaan  terjadi secara tiba-tiba. Wajar saja membuat masyarakat kaget dan mengeluh. Akibat kenaikan itu, dirinya turut mengaminkan jika sebagian warga menggunakan kayu bakar untuk memasak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau di Karangan Rp 28 ribu. Naik antara Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu pertabung. Mudahan saja harga kembali seperti semula. Sehingga masyarakat tidak menjerit atas harga dan kelangkaannya,” katanya.

Sementara itu, di Kecamatan Kaliorang harga elpiji serupa dengan Kecamatan Karangan. Yakni berkisar antara Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu. Begitupun untuk Sangatta Selatan tembus Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Pembayaran Air Membengkak 

“Di Sangatta Utara masih mending agak mudah didapat. Kalau di Sangatta Selatan beberapa pangkalan kosong. Kalaupun ada harganya Rp 25 ribu. Bahkan di pedalaman Sangatta Selatan seperti di Teluk Lombok mencapai Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu,” kata Rima salah seorang penjual pangkalan. (dy)

Tags: elpijiharga naikSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jalan Pendekat ke Pelabuhan Sangatta Segera Rampung, PU Target Satu Minggu Siap Dilewati 

Next Post

Tingkatkan SDM Pengurus RT, Kelurahan Tanjung Laut Indah Berikan Pelatihan

Related Posts

Antisipasi Lonjakan Permintaan Elpiji 3 Kg Saat Nataru, DKUMPP Bontang Ajukan Extra Dropping
Bontang

Antisipasi Lonjakan Permintaan Elpiji 3 Kg Saat Nataru, DKUMPP Bontang Ajukan Extra Dropping

23 Desember 2025, 13:30
Beli Gas Elpiji 3 Kg Pakai KTP, Warga Khawatir Data Disalahgunakan
Nasional

Bukan Rp20.000, Sri Mulyani Ungkap Harga Asli Gas Melon

30 Januari 2025, 15:00
Kemendag Temukan Kecurangan di Elpiji Subsidi, Negara Bisa Merugi Rp18,7 Miliar Per Tahun
Nasional

Kemendag Temukan Kecurangan di Elpiji Subsidi, Negara Bisa Merugi Rp18,7 Miliar Per Tahun

28 Mei 2024, 11:00
Mulai 1 Januari 2024, Pembelian Elpiji 3 Kg Dibatasi, Wajib Terdaftar di Pangkalan
Nasional

Mulai 1 Januari 2024, Pembelian Elpiji 3 Kg Dibatasi, Wajib Terdaftar di Pangkalan

20 Desember 2023, 17:00
Diduga Agen Gas Melon “Bermain”, Pertamina Klaim Sudah Beri Sanksi Agen dan Pangkalan
Kaltim

Diduga Agen Gas Melon “Bermain”, Pertamina Klaim Sudah Beri Sanksi Agen dan Pangkalan

21 Juli 2023, 09:24
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Kaltim

Pasokan Elpiji dan BBM Jelang Lebaran di Kaltim Ditambah

19 April 2023, 09:54

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.