• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Jalan Pikiran

by BontangPost
11 April 2018, 11:10
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Dian eliasari, S.KM

Dian eliasari, S.KM

Share on FacebookShare on Twitter

Dian eliasari, S.KM

Pendidik

“Menjalankan demokrasi tidak dapat dilakukan dengan membangun jalan tol, tapi dengan membangun jalan pikiran.”

Kalimat di atas adalah petikan dari kata-kata yang diucapkan seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya UI, Prof. Rocky Gerung dalam acara ILC tv one pada tanggal 13 februari 2018. Namun ternyata bukan hanya beliau yang pertama kali mengatakan tentang perubahan pemikiran sebagai cara mengeluarkan manusia dari permasalahan hidup dan menjalankan sistem kehidupan bernegara.

Syeikh Taqiyuddin An Nabhani (pendiri partai Politik HT) dalam buku Nizhomul Islam telah menjelaskan, bahwa bangkitnya umat manusia terjadi ketika ia mampu memikirkan tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan, interaksi yang terjadi diantara ketiganya, serta hubungannya dengan zat yang menciptakan dan mengatur ketiganya (Allah Swt.)

Dalam hal ini Allah Swt tidak hanya berperan sebagai pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan, tapi juga menyiapkan aturan (Al Qur’an) agar ketiganya berjalan secara seimbang dan teratur. Selain itu Allah Swt. Juga telah memilih seorang utusan dari kalangan manusia (Nabi sekaligus Rosul Saw.) yang menjelaskan serta mencontohkan bagaimana pengaturan yang telah ditetapkan Allah Swt di bumi.

Baca Juga:  Prahara Rektor ITK

Hari ini kita menyaksikan berbagai macam problematika umat terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia Islam. Mulai masalah ekonomi (kemiskinan, pengangguran, riba, expor impor, industri, dll), politik (KKN, money politik, intervensi asing, dll), sosial (KDRT, pornoaksi, pornografi, LGBT, pedofil, pelakor, dll), pendidikan (kekerasan terhadap guru dan siswa, tawuran antar pelajar, dll) serta masalah pembantaian terhadap umat Islam yang tak henti-hentinya terjadi di negeri-negeri muslim timur tengah (sudan, suriah, iran).

Jika dicermati, semua permasalahan yang ada merupakan rangkaian interaksi yang terjadi antara manusia, alam semesta, dan kehidupan. Namun terjadi ketidak seimbangan dalam interaksi tersebut, sehingga terjadi masalah yang kompleks dan menjadikan kita kesulitan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada.

Sebagai umat Islam yang menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup, Allah Swt sudah menjelaskan siapa dan apa yang menjadi sumber penyebab kerusakan yang ada.

Dalam QS. Ar-Rum: 41

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan ulah (perbuatan) tangan manusia”.

Baca Juga:  Jerat Narkoba di Kota Taman

Selain itu dalam QS. Al-Maidah: 50

“Apakah hukum jahiliyah yang kalian kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya dari hukum Allah Swt. bagi orang-orang yang yakin”.

Dari sini maka jelaslah bahwa segala kerusakan yang terjadi di bumi ini adalah karena manusia yang tidak mau menjadikan hukum dari Allah Swt. untuk mengatur kehidupannya, tapi menggunakan hukum jahiliyah (jahiliyah modern). Demikianlah realitas yang terjadi di Indonesia. Sistem (aturan) yang dijadikan untuk mengatur kehidupan kita saat ini adalah sistem demokrasi kapitalis.

Demokrasi dengan asasnya ‘dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat’ memberikan hak kepada manusia untuk membuat aturan/hukum melalui lembaga eksekutif yaitu DPR, bahkan ketika hukum itu bertentangan dengan hukum Allah Swt. Padahal hak membuat hukum itu adalah milik Allah Swt (QS. Al-An’am: 57). Oleh karena itu siapa saja yang berhukum kepada selain (Hukum) yang diturunkan Allah Swt. maka ia telah kafir. (QS. Al-Maidah: 44)

Kapitalisme menjadikan kekayaan dan kesejahteraan hanya milik orang-orang yang mempunyai modal (kapital) saja. Sehingga dengan uangnya mereka mampu menguasai sumber daya alam dan para pembuat hukum (penguasa), agar mereka membuat kebijakan yang menguntungkan para pemilik modal.

Baca Juga:  Belajar Kasus Pemilu 2019, Perkuat Lagi Peran Bawaslu

Serta sekularisme, yaitu memisahkan agama (aturan Allah Swt.) dari kehidupan, kemudian menggunakan Liberalisme (kebebasan) dan HAM yang menjadi standar perbuatan masyarakat. Maka wajarlah jika yang lahir dari sistem ini adalah kerusakan.

Oleh karena itu, untuk keluar dari permasalahan sistemik ini adalah dengan membangun jalan pikiran kita, yaitu berusaha untuk mengganti sistem demokrasi buatan manusia dengan aturan buatan pencipta (Allah Swt.) yaitu syariat Islam. Karena selain sebagai agama ritual, Islam juga sudah lengkap dengan aturan (syariat) untuk mengatur kehidupan manusia dengan Tuhannya, dirinya sendiri, dan orang lain (lingkungannya). Penerapan aturan Islam juga akan memberi rahmat dan keberkahan serta mengembalikan keseimbangan alam semesta, manusia, dan kehidupan.

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107). (*)

Wallahu A’lam

Tags: catatanopiniwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pasar Ilegal Kembali Dikeluhkan

Next Post

Driver Online Mengadu ke Dewan 

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah
Kolom Redaksi

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

13 April 2026, 08:00
Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Dinasti Politik 2.0

8 Desember 2025, 12:36
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Rezim Antikritik

24 November 2025, 13:43
Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera
Opini

Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera

14 Oktober 2025, 14:33

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.