Sektor Parkir dan Wisata Dipelototi
SANGATTA – Sekretaris Daerah (Sekda) Irawansyah meminta Pendapatan Asli Daerah (PAD) bidang parkir dan wisata lebih dipelototi.
Pasalnya, PAD tersebut masih luput dari pantauan. Hingga saat ini diketahui Pemkab Kutim belum mampu menarik potensi tersebut.
Padahal jika diperhatikan secara mendalam, peluang tersebut cukup besar. Seperti parkir Pasar Induk Sangatta (PIS) dan pungutan wisata Kenyamukan dan lainnya.
Berdasarkan hal itulah, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Makanya kami minta diperhatikan masalah parkir dan wisata ini. Karena tersimpan PAD didalamnya. Sangat sayang jika tidak dimanfaatkan,” kata Sekda Irawan.
Apalagi, selama ini Pemkab Kutim terus berkutat dalam pembenahan infrastruktur semata. Sedangkan hasilnya belum dinikmati sedikitpun. Seharusnya seimbang antara pembangunan dan penghasilan.
“Pemkab bangun saja, tetapi tidak bisa di ambil hasilnya. Dibiayai saja terus, tapi gak ada hasil. Seharusnya ada hasil. Kemarin sempat dipungut, tetapi dibilang Pungli,” katanya.
Untuk memanfaatkan hal itu, mantan Kadisprindag itu meminta instansi terkait yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim segera mengupayakan hal ini. “Tolong Bapenda mengakomodir. Nanti bisa dibuatkan Perbup atau semisalnya. Sehingga hasilnya bisa dirasakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim mempersilahkan memanfaatkan parkir PIS saat ini. Karena memang diakuinya, parkir tersebut bisa menghasilkan PAD. “Silahkan saja. Jika ada masyarakat yang mau kelola silahkan. Tetapi sistemnya mereka hanya pungut parkiran. Setelah itu diberikan honor perbulan,” katanya.(dy)







