• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Jangan Hanya Pelototi Parkir di PIS, Warga Minta Pemerintah Juga Sorot Parkir Liar Lainnya

by BontangPost
12 Januari 2017, 13:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
HARUS DITINDAK: Pemerintah harus bersikap tegas terhadap keberadaan parkir liar yang menggunakan bahu jalan atau trotoar.(Dhedy/Radar Kutim)

HARUS DITINDAK: Pemerintah harus bersikap tegas terhadap keberadaan parkir liar yang menggunakan bahu jalan atau trotoar.(Dhedy/Radar Kutim)

Share on FacebookShare on Twitter

 

SANGATTA – Sebagian warga menilai jika penarikan parkir di Pasar Induk Sangatta (PIS) yang santer dibicarakan khalayak, tidak laik untuk dibesar-besarkan. Pasalnya, nilai parkir yang dipungut juga tidak seberapa, yakni Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 2.000 untuk mobil. Berbeda dengan keberadaan pungutan parkir liar di tempat lainnya yang justru lebih mahal dan tidak jelas peruntukannya.

“Pungutan parkir yang di PIS kan setahu saya, sudah meminta ijin dan  mendapatkan restu pemerintah. Apalagi saya dengar, uang yang terkumpul nantinya akan masuk juga ke pemerintah. Jadi tidak perlu disoal,” ujar Ahmad salah seorang pengunjung PIS.

Seharusnya, pemerintah dan masyarakat bersyukur lantaran organisasi masyarakat yang memiliki inisiatif untuk menjalankan parkir tersebut. Sebab selama ini, PIS yang ramai dan besar, tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor parkirnya.

Baca Juga:  Minimnya Pendapatan dari Sektor Parkir, Butuh Keseriusan OPD Terkait

“Apalagi di PIS saya dengar banyak pencurian. Dengan adanya petugas parkir, akan membantu masyarakat dalam menjaga kendaraannya. Jika motor, helm, atau barang kita yang hilang, ada tempat untuk menuntut. Karena kita bayar, maka harta kita juga wajib dijaga. Lagian juga, motor kita akan rapi karena ada yang atur,” lanjutnya.

Ahmad justru mengkritisi pemerintah untuk fokus menyorot keberadaan pungutan parkir liar di beberapa tempat. Seperti halnya Pasar Teluk Lingga, Pasar Sangatta Selatan, Pasar Sangatta Lama, di beberapa Bank, restoran, swalayan, tempat wisata dan tempat-tempat lainnya.

“Coba kita lihat dibeberapa tempat. Sekali parkir Rp 2 ribu. Mobil Rp5 ribu. Walaupun, kami tidak beli sekalipun. Parahnya, yang digunakan lahan parkir jalan poros. Ini yang seharusnya dipermasalahkan. Bukan di PIS yang kita ketahui sudah meminta ijin dan restu,” katanya.

Baca Juga:  Honorer Sangsaka Dijanji TK2D 

Hal senada juga diutarakan, Dinda (27). Warga Teluk Lingga ini juga cukup bersyukur adanya pungutan parkir di PIS. Karena dengan begitu, kendaraannya cukup terawasi. Terlebih, penjaga parkirnya cukup banyak. “Sangat tidak keberatan. Bayarnya cuma seribu saja. Banyak uang receh seribuan dibuang saja. Dari pada dibuang, mending kita berikan kepada pemerintah dalam bentuk uang parkir,” katanya.

Sependapat dengan Ahmad, dirinya juga meminta kepada pemerintah lebih fokus untuk menuntaskan permasalahan parkir yang berserakan dibeberapa tempat. Sebab, selain ilegal, tarikan uang parkir terlampau mahal dan tentunya akan mengganggu pengguna kendaraan lainnya.

“Saya baca di medsos, ada yang permasalahkan tentang parkir PIS. Ini sangat lucu. Yang seharusnya dipermasalahkan itu parkir di jalanan itu. Seperti di daerah saya. Parkir dijalan, bayar. Padahal, kami sudah bayar pajak. Itu yang dipermasalahkan,” katanya.

Baca Juga:  Satu Tahun TO, Pengedar Narkoba Akhirnya Tertangkap 

Terkait masalah ormas, dirinya juga tidak mempermasalahkan hal itu. Intinya, uang tersebut tepat sasaran dan atau sesuai dengan kesepakatan antara pengelola dengan pemerintah.

“Siapa saja silahkan. Intinya jelas. Kalau saya baca, belum apa-apa sudah banyak yang menghakimi. Ini sangat lucu. Kita patut bersyukur ada yang peduli dengan parkir di PIS. Kalau dulu, sembarangan saja orang parkir,” katanya. (dy)

Tags: jukirkutimparkir
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Belum Tau Kondisi Wilayah, Dahulukan Komunikasi ke Warga

Next Post

LUAR BIASA!!! 8 Jam, 3 Pelaku Narkoba Ditangkap Jajaran Polres Bontang

Related Posts

Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub
Bontang

Parkir Depan RSUD Bontang Meluber ke Jalan, Penataan Jadi Kewenangan Dishub

29 September 2026, 13:00
Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Potensi Retribusi Parkir Tepi Jalan Bontang Rp440 Juta, Realisasi Masih Jauh dari Target
Bontang

Parkir Sembarangan Bakal Ditindak, Dishub Bontang Kumpulkan Seluruh Juru Parkir

27 Juni 2026, 10:00
Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.