• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Bantah Selewengkan Dana Pilkades

by BontangPost
27 Januari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
BERI KLARIFIKASI: Ketua Pilkades Tepian Langsat, Sapri saat memberikan pernyataan kepada wartawan, Kamis (26/1) kemarin.(Guntur/Bontang Post)

BERI KLARIFIKASI: Ketua Pilkades Tepian Langsat, Sapri saat memberikan pernyataan kepada wartawan, Kamis (26/1) kemarin.(Guntur/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Tudingan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa terkait dugaan penyelewengan anggaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon dibantah. Diketahui, anggaran pilkades di sana sekitar Rp 123 jutaan.

Ketua panitia Pilkades Tepian Langsat, Sapri menegaskan, dirinya sama sekali tidak menyelewengkan anggaran, seperti yang diberitakan Radar Kutim edisi Rabu, 11 Januari 2017. Dia mengaku, sebagai ketua panitia hanya mengetahui soal keberadaan dana saja.

“Uang itu masuk tanggal 6 Desember ke rekening desa. Tapi belum bisa diambil. Saya sebagai ketua hanya mengetahui saja. Kemudian, uang baru bisa dicairkan pada 16 Desember. Uangnya untuk pencetakan foto calon, surat suara, transportasi, dan makan panitia. Itupun saya hanya mengusulkan. Yang mengelola dari desa,” katanya, Kamis (26/1) kemarin.

Baca Juga:  Terkait Kecelakaan Yang Menimpa Asisten I, Bupati Harap Jadi Pelajaran

Justru, kata Sapri, dirinya sebagai ketua banyak berkorban. Duit dari kocek pribadinya terpaksa diambil lantaran uang belum ada. “Waktu penjaringan sampai penyaringan calon, semuanya dana talangan dari saya. Saat itu, tidak ada orang yang berani jadi donatur. Itu murni kebijaksanaan saya saja,” tegasnya.

Yang jelas, kata Sapri, uang itu tidak pernah diselewengkan. “Uangnya tidak kami apa-apakan. Desa kami jaraknya jauh-jauh. Jalannya rusak. Menggunakan sesuai kebutuhan. Itupun tidak diambil semua. Masih ada sisanya di desa,” jelasnya.

Tak hanya itu, Sapri juga merogoh duit pribadinya saat pemungutan suara. “Saat pemungutan suara, masyarakat berkumpul. Siapa yang kasih makan mereka, yang mau menyaksikan penghitungan suara. Sementara di Tepian Langsat itu tidak ada warung. Salahnya saya, orang-rang tidak saya foto saat makan atau tidur di rumah saya,” keluhnya.

Baca Juga:  Tiga Hari, 38 Orang Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Kutim

“Kemudian, saat kami koordinasi ke Sangatta juga pakai duit sendiri. Belum menginapnya di Bengalon. Jalan menuju Tepian Langsat itu bukan aspal seperti di Sangatta. Jalannya rusak berat. Kalau hujan, tidak bisa dilewati,” sambungnya.

Terkait pelaksanaan pilkades, Sapri juga mengakui ada indikasi kecurangan. Bahkan, dia sudah bersurat ke Bupati Kutim untuk menunda pengesahan hasil pilkades di daerahnya. Pasalnya, empat calon melayangkan gugatan. Di satu sisi, belum ada rapat pleno di tingkat desa.

“Tahapan berjalan dengan benar. Hanya saja pleno belum pernah. Hasil pemungutan suara tidak pernah saya tanda tangani. Kalau ada tanda tangan saya, itu palsu. Saya tuntut orangnya. Tak hanya itu, karena ada masalah, pada tanggal 21 Desember, kotak suara dibawa ke polsek. Sampai sekarang saya tidak tahu wujud petinya,” jelas Sapri.

Baca Juga:  Ketua Sapma Kutim Sorot Kapolda

Terkait masalah DPT tidak seragam, Sapri mengaku tidak tahu. “Karena kami di panitia punya tugas masing-masing. Tidak mungkin saya urusi semua. Saya juga tidak pernah pegang perbup (peraturan bupati). Bagian pendataan sekretariat. Setiap data, saya biayai. Habis mendata, tidak koordinasi ke ketua,” pungkasnya. (gun)

Tags: kutimpilkadessengketa
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Syaharie Jaang Yakinkan Warga Maju Pilgub 2018, Minta Demokrat Kutim Bersatu, Dukungan PDKT Jadi Modal

Next Post

Tarif Air PDAM Naik Awal Juni

Related Posts

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Gugatan AUJ Soal KMP Bontang Express II Kandas, Kuasa Hukum PT Glora Kaltim Ungkap 4 Eksepsi
Bontang

Mediasi Buntu, Gugatan Pemkot Bontang ke Glora Kaltim Berlanjut

22 September 2026, 08:57
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Kementerian ESDM Gugat Balik Warga Kutim, Pemerintah Disebut Bebal dan Lebih Berpihak ke Pemodal

6 Oktober 2025, 19:00

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.