• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Jatah Penerbangan Kutim Berkurang

by BontangPost
11 Oktober 2018, 11:03
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
MENDARAT: Pesawat perintis mendarat di Bandara Tanjung Bara.(dok Sangatta Post)

MENDARAT: Pesawat perintis mendarat di Bandara Tanjung Bara.(dok Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Penerbangan perintis milik Pemkab Kutim di Bandara Tanjung Bara Sangatta, Kutim, kini semakin terbatas. Makin sedikit penerbangannya. Semula lima kali sepekan, kini hanya menjadi dua kali.

Hal ini membuat antrean warga membludak. Sebab, warga Kutim yang umumnya merupakan pendatang, memiliki kebiasaan bepergian di akhir pekan.

Lantas, ketika penerbangan tersebut dikurangi jadwal penerbangannya, warga terpaksa menggunakan jalur darat. Bangku pesawat yang hanya tersedia untuk 10 orang akhirnya hanya dikuasai masyarakat tertentu.

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang sudah meminta hal ini untuk menjadi perhatian Dinas Perhubungan Kutim. Kasmidi meminta agar Dishub berupaya melobi ke pemerintah pusat agar diberi kelonggaran untuk mendapat tambahan jadwal penerbangan.

Baca Juga:  Produksi Naik, CSR Juga Harus Naik 

“Kami sudah upayakan. Saya juga tidak sepakat dengan hal ini. Sebab, penerbangan perintis tersebut merupakan kebutuhan yang perlu bagi warga. Jangankan dua kali, yang dulunya lima kali sepekan saja sudah begitu terbatas bagi warga Kutim yang jumlahnya sangat banyak,” kata  Kasmidi menyayangkan.

Sekretaris Dishub Kutim, Teguh BS mengaku, kebijakan tersebut merupakan permintaan pemerintah pusat. Mungkin ada beberapa pertimbangan. Pasalnya, tak hanya penerbangan perintis dari Sangatta saja, daerah lain juga merasakan serupa.

“Tapi, kami akan ikuti arahan kepala daerah untuk meminta kepada pemerintah pusat supaya diberi kelonggaran untuk warga Kutim. Sebab, menggunakan pesawat perintis akan membuat hemat waktu dan biaya,” kata dia.

Baca Juga:  SKPD Diminta Fokus Lunasi Utang

Kepala Bidang Hubungan Udara, Khairuddin mengatakan, pengurangan jadwal penerbangan pesawat perintis lantaran adanya pengurangan subsidi dari kementrian. Hal ini berlaku untuk seluruh Indonesia.

“Keluar SK Menteri 183. Tentang pengurangan BBM. Subsidi bantuan BBM. Jadi sekarang  dua kali aja, yang sebelumnya  lima kali,” katanya.

Kemungkinan katanya, hal ini terjadi hingga akhir tahun. Pihaknya mengusahakan agar kembali normal seperti biasa di awal 2019.

“Kami ikut aja. Sampai akhir tahun kembali normal. Mengenai jadwal, tetap, dari Sangatta pukul 09.00 wita dan dari Balikpapan 7.40 Wita. Mengenai harga tetap,” katanya. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Penerbangan PerintisSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Judi Sabung Ayam Dihambur Aparat

Next Post

Pertama di Indonesia, Kutim Sukses Pecahkan Rekor MURI

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.