• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Jelang Coblosan, Ini Sikap Resmi NU-Muhammadiyah

by M Zulfikar Akbar
16 April 2019, 13:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Ajakan untuk tidak memilih alias golput mulai bermunculan di media sosial. Seiring dengan itu, aroma politik uang tercium di beberapa daerah. Tak ingin gerakan tersebut mengganggu coblosan besok (17/4), NU dan Muhammadiyah sama-sama mengeluarkan seruan resmi. Kemarin, dua ormas Islam terbesar di Indonesia itu meminta semua pihak untuk menyukseskan pemilu.

Pernyataan sikap itu disampaikan di kantor masing-masing. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya Pemilu 17 April yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

“Itu komitmen seluruh komponen dan kekuatan nasional,” terangnya saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah Jalan Menteng Raya kemarin (15/4). Menurut dia, penyelenggara pemilu, partai politik, pasangan calon presiden-wakil presiden, jajaran pemerintah, aparatur keamanan, media massa, dan seluruh masyarakat harus bekerja sama untuk menyukseskan pemilu. Harus dipastikan pelaksanaan pemilu dari awal sampai akhir berlangsung aman, damai, tertib, lancar, dan terselenggara dengan baik tanpa kecurangan dan penyimpangan.

Baca Juga:  Rangkaian Debat Pilpres 2019 Usai, Ini Momen Menarik selama Debat

Haedar mengajak semua pihak menciptakan suasana tenang, aman, dan damai. Baik menjelang maupun sesudah pemilihan. Waktu yang ada harus dimanfaatkan untuk menumbuhkan spiritualitas kolektif, merekatkan ikatan persaudaraan, dan menurunkan tensi ketegangan politik.

“Semua pihak harus menaati ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan pergerakan atau aktivitas politik apapun yang dapat mengganggu ketenangan serta mencederai proses pemilu,” paparnya. Media sosial dan media massa hendaknya ikut menciptakan suasana yang kondusif dan harmoni, serta tidak melakukan penyebaran hoaks, fitnah, dan hal-hal yang dapat memanaskan situasi pelaksanaan pemilu.

Haedar meminta KPU dan Bawaslu bekerja profesional, netral, terpercaya, jujur, dan adil untuk memastikan setiap warga negara yang memiliki hak pilih dapat memilih secara bebas, aman, dan rahasia. Penyelenggaraan pemilu harus berjalan sesuai perundang-undangan. Hal itu juga perlu untuk menjawab kritik sebagian masyarakat yang meragukan kompetensi dan independensi melalui penyelenggaraan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan konstitusional.

Baca Juga:  Kemenangan dengan ’’Clean Sheet’’ Paslon 01 dan 02 di Sejumlah TPS

Dia mengajak semua pemilih menggunakan hak politiknya dengan penuh tanggung jawab, cerdas, menjaga persatuan, menjunjung tinggi moralitas, toleransi, dan kesantunan. “Jauhi politik uang dan segala transaksi yang dilarang oleh agama, moralitas, dan hukum yang berlaku,” tuturnya.

Tokoh kelahiran Bandung itu mengatakan, semua pihak hendaknya bisa menerima hasil pemilu dengan sabar, jiwa besar, tenggang rasa, dan saling menghormati. Siapapun yang memperoleh mandat rakyat hendaknya bersikap rendah hati, menjauhi euforia dan keangkuhan, serta menjadikan kepercayaan rakyat sebagai amanat untuk kemajuan Indonesia. “Bagi yang belum memperoleh mandat rakyat, terimalah dengan lapang hati dan jiwa kenegarawanan yang tinggi,” ungkapnya.

Jika terjadi sengketa pemilu, kedua belah pihak bisa menyelesaikannya secara konstitusional sesuai perundang-undangan. Dia mengimbau agar tidak ada mobilisasi massa, provokasi, dan aksi-aksi politik. “Yang dapat menimbulkan ketegangan, konflik horizontal maupun vertikal, dan anarki yang merugikan kehidupan bersama,” tuturnya.

Baca Juga:  Golkar Terancam Kalah Pemilu? 

Sementara itu, Ketua Umum PB NU Said Aqil Siraj juga mengajak masyarakat untuk tidak golput. “Gunakan hak pilih dengan nalar nurani dan memilih calon presiden-wakil presiden serta calon wakil rakyat yang memenuhi kriteria sidiq, tabligh, amanah, dan fatonah,” terang dia saat konferensi pers kemarin.

Dia juga mengajak seluruh jajaran KPU, Bawaslu, DKPP, serta sentra gakkumdu untuk menjamin penyelenggaraan pemilu seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, dan sebersih-bersihnya. “Jangan pernah kompromi dengan politik uang yang terbukti merusak demokrasi dan menimbulkan cacat legitimasi,” tegasnya.

Menurut Said, Pemilu 2019 adalah pemilu serentak pertama yang digelar di Indonesia. Pesta demokrasi itu menjadi batu uji kesiapan Indonesia berdemokrasi secara maju dan beradab. Dia mengatakan, kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun ini akan mengokohkan persepsi dunia bahwa Indonesia dapat menyandingkan Islam dan demokrasi dalam satu tarikan nafas. (lum/oni/jpg)

Tags: muhammadiyahnahdlatul ulamaPemilu 2019
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ini Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI

Next Post

Kuota Haji Tambah 10 Ribu, Butuh Uang Subsidi Rp 346 M

Related Posts

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Tanggal Puasa & Lebaran 2027, Catat Jadwal Lengkapnya
Nasional

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Tanggal Puasa & Lebaran 2027, Catat Jadwal Lengkapnya

21 September 2026, 10:00
Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Polri Mulai Penyelidikan
Nasional

Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Polri Mulai Penyelidikan

26 April 2023, 08:46
Kabar Duka, Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia
Nasional

Kabar Duka, Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia

27 Mei 2022, 12:27
Jangan Coba-Coba Nikah Online, Kemenag Bontang: Tidak Sah
Bontang

Tuntunan Ibadah Iduladha di Masa Pandemi, Kemenag Bontang Tunggu Keputusan Pusat

26 Juni 2020, 17:00
NU, Muhammadiyah, dan MUI Kompak Tolak RUU HIP
Nasional

NU, Muhammadiyah, dan MUI Kompak Tolak RUU HIP

14 Juni 2020, 08:49
Wabah Covid-19, Muhammadiyah Imbau Salat Id Idulfitri di Rumah
Nasional

Wabah Covid-19, Muhammadiyah Imbau Salat Id Idulfitri di Rumah

13 Mei 2020, 04:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.