• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kaltim-Kaltara Ngotot Tambahan Kursi di Senayan 

by BontangPost
15 Februari 2017, 13:01
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

 

Jangan Abaikan Luas Dapil!

JAKARTA – Dua provinsi di Indonesia, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendesak adanya penambahan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Luas wilayah kedua provinsi itu jadi salah satu pertimbangannya.

Sebagai informasi, saat ini total kursi kedua provinsi sebanyak delapan. Jumlah tersebut diputuskan sebelum adanya pemekaran antara Kaltim-Kaltara. Namun setelah pemekaran, di dalam Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (RUU Pemilu), jatah delapan kursi dibagi dua. Kaltim dapat lima kursi, sedangkan Kaltara hanya tiga.

Padahal, luas Kaltim mencapai 129.066,64 kilometer persegi, sedangkan luas Kaltara mencapai 75.467,70 kilometer persegi. Dengan kondisi geografis yang begitu sulit untuk dilalui, tidak adil jika jatah kedua provinsi hanya delapan kursi.

Bandingkan dengan Banten. Provinsi yang merupakan hasil pemekaran dari Jawa Barat (Jabar) itu luasnya hanya 9.663 kilometer persegi. Namun, mereka punya 22 wakil di Senayan. Itupun dibagi menjadi tiga daerah pemilihan, yakni Banten 1, Banten 2, dan Banten 3.

Atau bandingkan dengan Jabar yang luasnya hanya 35.378 kilometer persegi, namun punya 91 wakil di DPR RI. Penentuan jatah kursi yang hanya berdasarkan jumlah penduduk pun dianggap sudah tidak realistis lagi.

“Pembagian kursi dapil hendaknya tidak berdasarkan pada jumlah penduduk semata, tetapi juga luas wilayah suatu dapil,” kata Hetifah Sjaifudian, anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara yang juga anggota Pansus RUU Pemilu saat dihubungi Metro Samarinda, anak perusahaan Bontang Post (Kaltim Post Group),  Selasa (14/2) kemarin.

Baca Juga:  Hari Ini, Ribuan Personel Keamanan Jaga KPU 

Politisi Golkar itu mengatakan, hasil kunjungan kerja (kunker) Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu DPR RI ke Kaltim-Kaltara yang dilaksanakan 9-11 Februari lalu di Balikpapan, telah disampaikan dalam rapat kerja dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (13/2) di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Menurut Hetifah, sejumlah stake holders Kaltim-Kaltara meminta agar Pansus RUU Pemilu mempertimbangkan luas wilayah dalam menentukan besaran jumlah kursi pada pesta demokrasi 2019 mendatang.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Hetifah menyebut, Pansus RUU Pemilu mendapat cukup banyak masukan dan berbagai isu penting dalam RUU Pemilu.

“KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kaltim memberikan berbagai masukan terkait sistem pemilu, apakah menggunakan proporsional terbuka atau tertutup. Pada dasarnya kedua sistem mengandung konsekuensi. Sistem proporsional terbuka misalnya, harus dibarengi dengan seleksi kader parpol yang baik. Demikian halnya dengan penerapan sistem proporsional tertutup,” katanya.

Terkait dengan pengawasan, Hetifah menyampaikan masukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim. Di mana, Bawaslu Kaltim mendukung upaya mengubah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di kabupaten/kota menjadi Bawaslu yang bersifat permanen. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan Bawaslu, baik di tingkat pusat hingga daerah.

“Sementara terkait keterwakilan perempuan, KPU-Bawaslu Kaltim dan Kaltara mendukung keterwakilan perempuan dalam penyelenggara pemilu. Seluruh Panwaslu Kabupaten/Kota se-Kaltim telah terpenuhi 30 persen keterwakilan perempuan. Demikian juga KPU se-Kaltara, juga telah terpenuhi 30 persen keterwakilan perempuan,” bebernya.

Baca Juga:  Serial Karang Mumus (17)Sekolah Menanam

Hetifah juga menyampaikan kepada pemerintah agar isu keterwakilan perempuan menjadi perhatian dalam pembahasan RUU Pemilu.

“Kami sudah mendapat masukan dari berbagai komunitas perempuan dan juga anggota pansus seperti sistem blocking seat atau reserve seat. Kami harap agar isu ini dimasukkan dalam daftar isu strategis yang disusun dan akan dibahas pansus bersama pemerintah,” ujar Hetifah.

Untuk diketahui, Pansus RUU Pemilu telah menggelar pertemuan dengan jajaran Pemprov Kaltim, DPRD Kaltim, KPU-Bawaslu Kaltim, Pemprov Kaltara, DPRD Kaltara, KPU-Bawaslu Kaltara, beberapa instansi pemerintah Kaltim-Kaltara, akademisi, dan media massa.

“Pertemuan itu dimaksudkan untuk mendapatkan masukan-masukan pembahasan RUU Pemilu,” katanya.

WASWAS KERJA MELEMPEM

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam kurun waktu Januari-Agustus 2016, Kaltim merupakan penyumbang devisa terbesar ketiga di Indonesia. Nilainya mencapai USD 8,8 miliar. Di bawah Jawa Barat (Jabar) dengan USD 16,6 miliar dan Jawa Timur (Jatim) USD 12,5 miliar.

Dengan sumbangan yang begitu besar, mestinya Kaltim mendapat porsi lebih. Namun, pembangunan tidak merata. Infrastruktur di bawah standar. Berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia yang justru lebih maju.

Di tengah keprihatinan tersebut, justru rencananya jumlah wakil Kaltim di DPR RI akan dipangkas. Dulu, sebelum Kalimantan Utara (Kaltara) dimekarkan, Kaltim mendapat delapan kursi. Dengan jumlah seperti itu saja, Kaltim selalu kalah dalam lobi. Bahkan, tak satupun duduk di komisi V yang membidangi infrastruktur.

Baca Juga:  Kontrak Proyek Bandara APT Pranoto Berakhir Oktober 

“Penempatan komisi adalah kebijakan fraksi. Kami pun sulit bicara infrastruktur. Karena bukan bidang kami. Tapi di sisi lain, aspirasi masyarakat yang mengeluhkan infrastruktur cukup banyak,” kata Hadi Mulyadi, anggota DPR RI dari PKS.

Hetifah juga senada. Untuk mengakali agar aspirasi Kaltim bisa diperjuangan, para wakil rakyat terkadang “nitip” ke rekannya sesama fraksi. Tapi yang namanya bawa daerah masing-masing, pastinya utamakan dapil duluan. Sehingga, aspirasi Kaltim tidak terealisasi.

“Kalau dulu waktu saya di komisi V, ada aspirasi, baik dari saya langsung ataupun dari teman-teman anggota dewan asal Kaltim, saya langsung sampaikan. Kalau sekarang, main titip saja,” ujarnya. (gun)

TUNTUT HAK KURSI

Tentang Kaltim-Kaltara

Keterangan                            Kaltim                                     Kaltara

Hari Jadi                                 1 Januari 1957                      25 Oktober 2012

Dasar hukum                         UU 25/1956                           UU 20/2012

Ibu Kota                                  Samarinda                             Tanjung Selor

Luas Wilayah                         129.066,64 km2                    75.467,70 km2

Penduduk                               3.360.610 Jiwa                      584.505 jiwa

Kota                                        3                                              1

Kabupaten                              7                                              4

Kecamatan                             140                                         50

Kelurahan                               215                                         35

Desa                                        1.245                                      447

Sumber: Permendagri Nomor 39 Tahun 2015

Jumlah Kursi

Sebelum Pemekaran: Kaltim 8

Setelah Pemekaran: Kaltim 5, Kaltara 3

Tuntutan

Kaltim: 8 Kursi (dibagi dua dapil)

Kaltara: 4 Kursi

Tags: dpr riMetro Samarindapolitik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Infrastruktur Jalan Jadi Momok, Program Transportasi Massal, Kaltim Tak Kebagian Bus

Next Post

Serial Karang Mumus (1O), Ada Mukidi di Karang Mumus

Related Posts

Isu Demo Minta Prabowo Bubarkan DPR Ramai di Medsos, Begini Fakta Sebenarnya
Nasional

Isu Demo Minta Prabowo Bubarkan DPR Ramai di Medsos, Begini Fakta Sebenarnya

25 Agustus 2025, 12:00
Enam Kotak Suara Sudah Dipilah, KPU Bontang Sebut Sudah Ada Penjagaan
Bontang

Enam Kotak Suara Sudah Dipilah, KPU Bontang Sebut Sudah Ada Penjagaan

20 Juni 2024, 12:00
Hitung Ulang Suara DPR RI di Enam TPS Bontang Dilaksanakan Pekan Depan 
Bontang

Hitung Ulang Suara DPR RI di Enam TPS Bontang Dilaksanakan Pekan Depan 

19 Juni 2024, 11:38
Tantangan Menuju Senayan, Perang Bintang di Kaltim
Kaltim

Tantangan Menuju Senayan, Perang Bintang di Kaltim

16 Oktober 2023, 16:30
Perebutan Kursi Senayan di Kaltim, Petahana Berpotensi Tumbang
Kaltim

Perebutan Kursi Senayan di Kaltim, Petahana Berpotensi Tumbang

23 Agustus 2023, 15:11
Reses di Bontang, Rudi Mas’ud Terima Keluhan Banjir hingga Jalan Rusak
Bontang

Reses di Bontang, Rudi Mas’ud Terima Keluhan Banjir hingga Jalan Rusak

26 Oktober 2022, 11:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.