• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kaltim Punya Banyak Potensi, Bekraf Siap Fasilitasi

by BontangPost
2 September 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
DUKUNG UMKM: Penyiapan pelaku usaha ekonomi kreatif di Ballroom Swiss-Bell Hotel Jalan Mulawarman, Sabtu (1/9) kemarin.(DEVI/METRO SAMARINDA)

DUKUNG UMKM: Penyiapan pelaku usaha ekonomi kreatif di Ballroom Swiss-Bell Hotel Jalan Mulawarman, Sabtu (1/9) kemarin.(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam era globalisasi, sudah bukan zamannya lagi bertumpu pada sektor industri untuk memajukan pendapatan di daerah-daerah. Sudah saatnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyoroti peluang baru dalam dunia usaha.

———————

Pasalnya, di zaman modern ini masyarakat dituntut untuk semakin kreatif. Agar mampu bertahan dalam kerasnya persaingan dalam dunia usaha sehingga agar tak ketinggalan dan tergerus zaman. Salah satunya melalui pengembangan ekonomi kreatif. Namun nyatanya, peran ekonomi kreatif masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam Workshop Penyiapan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif di Ballroom Swiss Bell Hotel Jalan Mulawarman, Sabtu (1/8) kemarin. Ia memandang, Kaltim sejatinya merupakan daerah yang kaya dan memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Namun, hal ini tidak didukung pengadaan dan kebijakan oleh pemerintahnya.

“Kaltim ini menggeliat. Banyak potensi sub-sub sektor yang masuk kategori dipandang sebelah mata, namun dapat menyumbang pendapatan dan menjadi lahan penyerapan tenaga kerja. Ini yang kemudian harusnya kita fasilitasi,” tutur Hetifah.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Berikan Restu Untuk Masjid Kinibalu

Ia menyontohkan, misalnya dalam bidang kuliner. Bidang ini memiliki potensi untuk menambah pendapatan daerah dan menunjang pariwisata. Namun karena ada berbagai kendala sehingga kemudian para pelaku bidang kuliner kesulitan untuk bersaing dengan produk-produk lainnya yang serupa.

“Kendalanya ada banyak, dari hulu ke hilir. Misal untuk bahan baku dan pengembangan packaging semuanya tidak selalu tersedia di Kaltim. Kalaupun harus pesan dari luar daerah, biayanya mahal. Begitupun dalam bidang marketing. Ini salah satu hal yang menjadi kendala pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya,” beber dia.

Padahal, imbuh Hetifah, jika dikemas dengan sedemikian rupa, bukan hal yang tidak mungkin produk tersebut akan semakin dilirik oleh pembeli. Begitupun dalam hal pariwisata, menurutnya pengembangan sektor ini penting dilakukan. Pasalnya jika orang datang ke Kaltim, tidak mungkin tidak membeli apa-apa.

Baca Juga:  HIV-AIDS Incar Kaum Ibu

Sehingga, pengembangan sektor pariwisata juga mempengaruhi pertumbuhan di sektor-sektor lainnya. “Orang datang ke Samarinda pasti akan membeli sesuatu. Seperti kuliner dan sarung Samarinda. Kita harus mulai memperluas pasar,” ungkap Hetifah.

Dengan demikian, sambungnya, produk yang dihasilkankan masyarakat Kaltim juga bisa dinikmati para pendatang. Untuk ke depannya, juga bisa diekspor ke luar daerah untuk bersaing dengan produk lainnya. “Misalnya seperti keripik, paling tidak kita tidak perlu impor lagi dari luar daerah karena sudah ada di daerah sendiri,” tutur dia.

Hetifah menyatakan, pihaknya juga menggandeng pihak Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk memfasilitasi kebutuhan pelaku UMKM non modal secara cuma-cuma. Untuk lebih dapat memajukan bisnisnya dan mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya.

Baca Juga:  Siapkan Konsep Kaltim Baru Religius

Menanggapi hal tersebut, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah mengatakan, siap menerima masyarakat yang ingin belajar dari Bekraf untuk memajukan usahanya. “Semua harus dalam satu pintu. Bentuk komunitas nanti hubungi saja kami untuk melakukan pelatihan dalam bidang yang dibutuhkan dan semuanya free,” tutur Syaifullah.

Dia menerangkan, berbagai fasilitas bisa didapatkan di Bekraf. Mulai dari seperti bantuan dalam bentuk permodalan, sertifikasi, dan lain-lain. Dalam bidang kuliner misalnya, Syaifullah menyebut pihaknya dapat memfasilitasi masyarakat untuk ikut pameran di sepuluh mal paling besar se-Indonesia secara gratis.

“Jadi tinggal menyiapkan tiket pesawat dan barang. Soalnya dengan mengikuti pameran seperti ini bisa memperluas pasar. Misal seperti jengkol kemarin. Mereka banyak mendapat distributor dari Indonesia Timur. Jika pembeli tertarik dengan barang dagangan UMKM bukan tidak mungkin dia akan memasarkan barang tersebut di daerah asalnya,” tegasnya. (*/dev)

Tags: Metro SamarindaUMKM
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pencak Silat yang Mempersatukan Kita

Next Post

Uji Coba Jargas Ditarget Oktober

Related Posts

Bontang Targetkan Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal, UMKM Jadi Prioritas
Pemkot Bontang

Bontang Targetkan Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal, UMKM Jadi Prioritas

7 Agustus 2026, 11:00
DKUMPP Bontang Data Pelaku UMKM, Asdar; Tahap Awal via WhatsApp
Bontang

DKUMPP Bontang Data Pelaku UMKM, Asdar; Tahap Awal via WhatsApp

3 Juli 2025, 13:20
Kabar Gembira untuk UMKM, Perbankan Genjot KUR Lebih Banyak Tahun ini
Nasional

Kabar Gembira untuk UMKM, Perbankan Genjot KUR Lebih Banyak Tahun ini

26 Januari 2024, 16:00
Pelaku Bisnis Kerajinan Tak Bisa Maksimalkan Potensi Pelaksanaan MTQ
Bontang

Pelaku Bisnis Kerajinan Tak Bisa Maksimalkan Potensi Pelaksanaan MTQ

10 Juni 2021, 15:31
1.262 UMKM Diajukan Terima BLT
Bontang

1.262 UMKM Diajukan Terima BLT

22 September 2020, 07:27
Pangan Stabil Jelang Ramadan
Bontang

Dongkrak Ekonomi Usai Pandemi, Kadin Siapkan Strategi Bisnis

14 Mei 2020, 21:00

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.