• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kampung Long Isun Diusulkan sebagai Masyarakat Hukum Adat 

by BontangPost
21 September 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
PENYERAHAN: Koalisi Kemanusiaan Untuk Pemulihan Kedaulatan Masyarakat Adat menyerahkan dokumen sebagai salah satu prasyarat untuk pengakuan dan perlindungan MHA Long Isun, Kecamatan Long Pahangai, Mahulu.(ISTIMEWA)

PENYERAHAN: Koalisi Kemanusiaan Untuk Pemulihan Kedaulatan Masyarakat Adat menyerahkan dokumen sebagai salah satu prasyarat untuk pengakuan dan perlindungan MHA Long Isun, Kecamatan Long Pahangai, Mahulu.(ISTIMEWA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Perjuangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir untuk mendapatkan pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) Long Isun, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), kini telah memasuki tahap usulan dokumen.

Hal itu dipastikan usai lima orang masyarakat adat Long Isun yang didampingi Koalisi Kemanusiaan Untuk Pemulihan Kedaulatan Masyarakat Adat menyerahkan permohonan resmi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu, Kamis (20/9) kemarin.

Yeq Lawing, Anggota Bidang Tanah Adat dan Hak-Hak Adat Koalisi Kemanusiaan Untuk Pemulihan Kedaulatan Masyarakat Adat, mengatakan surat resmi disampaikan sebagai tindak lanjut untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah setempat.

“Kami sudah ajukan permohonan resmi ke Sekkab (Sekretaris Kabupaten, Red.), Pak Yohanes Avun. Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan pengakuan dan perlindungan sebagai MHA,” katanya.

Baca Juga:  SIAPKAN BERKASMU!!!! Besok, Pembukaan CPNS Dimulai 

Yeq Lawing menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas kesepakatan pada 6 Februari lalu. Sebelumnya, para pihak sepakat menghentikan konflik terkait tapal batas antara masyarakat Kampung Long Isun dan Masyarakat Kampung Naha Aruq dengan PT Kemakmuran Berkah Timber (KBT).

Masyarakat Long Isun dan Naha Aruq akan melakukan musyarawah mufakat yang difasilitasi Dewan Adat Dayak Wilayah Mahulu (DADWU). Wilayah konsesi PT KBT yang masuk Kampung Long Isun ditetapkan status quo karena akan menjadi hutan adat.

“Dari sini, intinya kami mempersiapkan wilayah adat Long Isun yang tumpang tindih dengan areal kerja HPH (Hak Pengusahaan Hutan, Red.) PT KBT menjadi hutan adat,” sebutnya.

Sekkab Mahulu, Yohanes Avun menyebutkan, pihaknya akan merespons usulan Masyarakat Adat Long Isun. Langkah awal yang dilakukan yakni tahapan identifikasi. “Sembari melakukan kajian terhadap regulasi, guna meningkatkan tahapan ke proses verifikasi dan validasi,” katanya.

Baca Juga:  Bantuan Senilai Rp 2,4 Miliar Diberangkatkan

Kata dia, pengakuan dan perlindungan MHA akan diterbitkan melalui keputusan Bupati Mahulu. Syaratnya, masyarakat adat Long Isun menyerahkan usulan kepada Bupati Mahulu dan Ketua DPRD Mahulu.

Yohanes bersama bupati mendukung proses pengakuan dan perlindungan Masyarakat Adat Long Isun. Namun pengakuan harus berdasarkan tahapan peraturan perundang-undangan serta mengusulkan adanya perda khusus.

“Kami berkomitmen mendukung perjuangan masyarakat adat Long Isun. Kami berterima kasih untuk kawan-kawan pendamping yang sudah secara ikhlas mendampingi tahapan proses penyelesaian konflik yang dihadapi masyarakat,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim, Fathur Roziqin Fen mengungkapkan, pendamping yang dimaksud ialah Koalisi Kemanusiaan Untuk Pemulihan Kedaulatan Masyarakat Adat yang tergabung dari WALHI Kaltim, Perkumpulan Nurani Perempuan, Kelompok Kerja 30 (POKJA 30), dan Jaringan Advokat Lingkungan Hidup Kaltim.

Baca Juga:  Pertambangan Mulai Merambah Kawasan Permukiman, Warga Desa Mulawarman Kian Terdesak 

Berdasarkan pemetaan wilayah warga Long Isun, luasnya 80,429 hektare. Sejatinya sudah ada regulasi serta usulan untuk mengakomodir proses pengakuan dan perlindungan masyarakat adat di Kabupaten Mahulu.

Aturan tersebut yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat dan Peraturan Daerah Provinsi Kaltim nomor 1 tahun 2015 tentang Pedoman dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Kaltim.

Selain itu, ada pula Keputusan Bupati Mahulu nomor 800.05.140.436.1/K.185d/2017 tentang Pembentukan Panitia Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Mahulu. “Kami terus berharap agar masyarakat bisa memenangkan wilayah yang dikelolanya. Hak yang mestinya sejak dahulu diakomodasi dan dilindungi negara,” jelasnya. (*/um)

Tags: Kampung Long IsunMetro Samarinda
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kenalkan Aplikasi KBBI Berisi Bahasa Daerah

Next Post

Penataan Reklame Kota Tepian Semrawut 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.