BONTANG – Penetapan status kejadian luar biasa (KLB) difteri di kota tetangga seperti Kabupaten Kutai Timur, Kota Balikpapan dan Kota Samarinda tidak membuat panik Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang. Dikarenakan status untuk difteri di kota dengan semboyan Taman ini belum tergolong KLB. “KLB itu yang menetapkan wali kota, hingga saat ini Bontang masih aman,” kata Bahtiar Mabe, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Diskes-KB Bontang.
Ia menegaskan kepada masyarakat untuk menghindari terlebih dahulu kota-kota yang statusnya sudah KLB. Dikarenakan apabila melakukan mobilisasi ke daerah tersebut berpotensi untuk terkena penyakit difteri.
“Kalau keluar daerah termasuk terkena KLB difteri pasti akan terjadi kontak. Masyarakat harus waspada karena ini merupakan penyakit menular,” tambahnya.
Imbauannya agar bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes), klinik, maupun Puskesmas terdekat. Pasalnya rentan terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheria tersebut.
“Kami (Diskes-KB, Red.) juga telah memberikan informasi kepada orang tua agar buah hatinya dilakukan imunisasi lengkap. Dengan cara memberikan keterangan terkait gejala dari penyakit difteri itu sendiri,” ungkapnya.
Diskes-KB telah melakukan proteksi dini dengan pemberian imunisasi kepada seluruh pelajar baik di lembaga pendidikan formal maupun non-formal. Tepatnya, kegiatan itu dilakukan pada saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Agustus silam.
“Sebelum kegiatan imunisasi Agustus silam, anak-anak di pesantren hanya 50 persen saja yang sudah dilakukan imunisasi. Kini mereka sudah mendapatkan imunisasi lengkap,” ujarnya.
Sebagai informasi, Kota Samarinda terdapat 18 pasien suspect difteri. Sementara untuk Kabupaten Kutai Timur 4 pasien telah dinyatakan positif difteri. Kota Balikpapan sendiri hingga kini terdapat 1 pasien positif difteri. (*/ak)
Penetapan Status KLB
Kabupaten/Kota Suspect Difteri
Balikpapan 1 pasien
Samarinda 18 pasien
Kutai Timur 4 pasien







