• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kolom Redaksi

Kelakar Politik (Bagian 3)

by BontangPost
8 Maret 2017, 12:04
in Kolom Redaksi
Reading Time: 4 mins read
0
DIRHAN: Kelakar Politik (Bagian 3)

DIRHAN: Kelakar Politik (Bagian 3)

Share on FacebookShare on Twitter

Pagi ini Jihad terlambat bangun pagi. Bahkan solat subuh tak sempat dilaksanakannya. Efek begadang dengan pak Kandar semalam. Dua panggilan telpon dari Kang Mamat juga luput akibat Jihad ketiduran.

Dengan mata yang masih berat, Jihad bergegas bangun untuk mandi. Pakain yang kusut karena lupa disatrika yang tergantung di diding tak dipedulikan. Baju dipakainnya sekenaknya. Kemudian Jihad meluncur menuju gedung biru – sebutan kantor SaKa Post, tempat Jihad bekerja.

Setiba di kantor, Jihad telah ditunggu Kang Mamat. Sebelumnya, lewat pesan singkat, Kang Mamat meminta supaya Jihad segera merapat ke kantor.

“Dari mana saja, aku sudah menunggu dari tadi,” sambut Kang Mamat, ketika wajah Jihad nonggol di depan pintu redaksi.

“Maaf, Kang, saya terlambat bangun pagi, karena semalam saya lambat tidur,” jawab Jihad dengan tertawa kecilnya.

“Gimana liputan mu?. Kamu jadi ketemu pak Kandar?,” tanya Kang Mamat.

“Iya, jadi. Semalam saya ngobrol panjang sama pak Kandar,”.

“Terus apa hasilnya, ada informasi bangus kah. Terus dia mau dipublikasikan informasinya,” tanya Kang Mamat memberondong ke Jihad seakan tanpa ada sela.

Sejak Jihad tidak langsung memberikan jawaban. Dalam duduknya, Jihad sejenak berpikir. Setengah ragu, Jihad menyampaikan kembali yang diutarakan pak Kandar semalam.

“Pak Kandarnya semalam bersedia saja ngomong, cuman dia minta tidak dipublikasikan. Takut membuat kegaduhan, katanya,” tambah Jihad memberikan penjelasan kepada Kang Mamat.

Kang Mamat yang merasa tertarik dengan informasi yang disampaikan Jihad, mengacungkan jempol. Maklum, meski baru bergabung di media tujuh bulan lalu, perkembangan Jihad terbilang cukup pesat jika dibandingkan seangkatannya. Apalagi Jihad selalu mampu menyajikan informasi-informasi yang bagus dan jarang disorot jurnalis lainnya.

Kang Mamat memberikan saran supaya Jihad memperdalam lagi informasinya. Salah satunya, yakni mencari data terkait di dinas terkait, dalam hal ini di DPU. Atau Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), selaku instansi yang menyusun skema program pembangunan pemerintah.

Baca Juga:  Pemerintah Bentuk Tim Sangkulirang Rock Arts 

***

Seperti rutinitas biasannya, bersama rekan-rekan Jurnalis lainnya, jika sudah siang hari, Jihad hanya menghabiskan waktu duduk di kantin Mak Ragu yang terletak di bagian belakang kantor Walikota Madu. Di tempat inilah, Jihad dan para jurnalis lainnya mengopi sambil mendiskusikan tema-tema pembangunan, anggaran, dan kebijakan pemerintah.

Namun siang itu, Jihad memilih untuk tidak berlama-lamaan di tempat berdinding beton dengan corak hijau tua tersebut. Jihad sudah memiliki janji bertemu seorang pejabat DPU Kota Madu. Jihad hendak menyelidiki lebih lanjut informasi terkait pokok-pokok pikiran dewan di tahun sebelumnya.

Jihad berkeyakinan bisa mendapatkan informasi bagus dari pejabat ini. Keyakinan Jihad tentunya sangat beralasan. Pasalnya, pejabat tersebut banyak terlibat lansung membantu mengurus proyek wakil rakyat yang bersumber dari pokok-pokok pikiran dewan. Termasuk anggaran ketua dewan dan beberapa anggota dewan lainnya, baik dari partai kuning, partai merah jambu, biru tua, dan beberapa partai politik lainnya.

“Selamat siang, bos ku,” ucap Jihad penuh keakraban, disusul senyum klimis.

“Hei Jihad. Lama ngak ketemu. Gimana kabar nih?,” sapa pria berbadan tambun tersebut ketika Jidah berjalan masuk.

“Baik, Bos,” ucap Jihad cepat menjawab pertanyaan.

Pria berbadan tambun dan berambut gelombang tersebut, kemudian mempersilahkan Jihad duduk di kursi tamu kantor ruangannya.

“Apa nih yang bisa saya bantu,” tanyanya.

“Biasa bos, gali-gali informasi proyek pembangunan,”.

“Proyek apa lagi, perasaan kemarin sudah aku kasih data-data proyek yang sudah dibangun tahun ini,” katannya sembari melempar tawa. Karena duduk berhadapan, terlihat jelas kedua gigi atas lelaki tambun tersebut yang mulai keropos. Pertanya usianya yang kini tidak lagi muda.

Baca Juga:  Kembali Menggema, TMMD 98 Menggebrak Desa 

“Hehehe, kali ini beda bos ku. Ini lebih spesifik, terkait data proyek yang bersumber dari pokok-pokok pikiran dewan,” tutur Jihad lugas, tak ingin basa basi dengan tujuannya.

Sesaat, lelaki berbadan tambun tersebut terdiam. Diam. Sunyi. Hanya detak jarum jam yang berganti yang terdengar. Kicauan burung gereja yang bermain di pohon ketapang yang bersebelahan dengan ruangan, mencicir berirama.

“Saya hanya minta data dan sedikit keterangan saja bos. Itu jika memang bos berkenan. Saya paham, urusan seperti ini sedikit riskan,” sambung Jihad, mencoba menyeka suasana yang sedikit kaku dan formal.

Lelaki berbadan tambun tersebut hanya diam. Wajahnya serius. Terlihat dari bola matanya yang hanya tertuju pada saru arah, sepertinnya sedang mempertimbangkan, apakah akan memberikan data dan informasi yang diminta Jihad.

“Oke, aku mau kasih datanya. Tapi kamu harus merahasiakan dari mana sumbernya. Begitu juga dengan keterangan yang aku sampaikan. Aku kira kalian dari jurnalis lebih pahamlah carannya,” katanya sembari memperbaiki duduknya yang sedikit selonjoran.

Di balik laci mejanya, lelaki tersebut mencari-cari data yang diminta Jihad. Tak berapa lama, sebuah berkas tebal sudah berada di atas meja, dan berhadapan langsung dengan mata Jihad.

Satu persatu proyek-proyek yang bersumber dari pokok-pokok pikiran dewan ditunjukan lelaki tambun ini. Dengan cekatan, Jihad memoter data tersebut. Sebagian diantaranya dia catat dalam buku kecilnya.Hampir satu jam lamanya Jihad mencatat data-data proyek yang tersaji di hadapannya.

Dari sini, Jihad mendapatkan banyak informasi. Menurut lelaki tambun itu, kebanyakan proyek yang berasal dari pokok pikiran dewan, dibagi-bagi ke dalam proyek PL. Tujuannya, supaya memudahkan pelaksanaannya. Kebanyakan proyek PL ditujukan untuk perbaikan gang, baik untuk penimbunan dan pengecoran, juga pembangunan gapura dan beberapa proyek serupa lainnya.

Baca Juga:  BPD Sebar Rp 571 Miliar, Uang Baru untuk Tukar Lebaran Idul Fitri

Yang membuat Jihad menggelengkan kepala, ternyata nilai proyek PL ini bahkan mencapai miliaran rupiah. Bahkan ada yang hingga tujuh puluh hingga delapan puluh miliar. Itu baru yang bersumber dari ketua dewan, belum wakil ketua, dan para ketua fraksi, ketua komisi, serta anggota wakil rakyat lainnya.

Jika harus ditotal-total, nilainya bahkan hampir mencapai tiga ratus miliar. Artinya, tiga puluh persen dari APBD Kota Madu sebesar satu koma tiga trilun, adalah jatah para wakil rakyat.

Itu belum termasuk lagi proyek-proyek yang harus melalui tender, atau lelang. Dari data yang ditunjukan lelaki tambun itu, banyak juga diantara proyek yang ditender, yang dikerjakan oleh kontraktor yang memang sengaja disiapkan para wakil rakyat.

“Gila. Ini benaran bos, proyek-proyek ini adalah pokok pikiran dewan, dan dikerjakan oleh para wakil rakyat. Berarti, para wakil rakyat, sama halnya dengan orang-orang proyek. Cuman mereka terlegitimasi atas nama lembaga wakil rakyat. Tertutup topeng wakil rakyat. Tidak kah ini sebuah kelakar politik,” kata Jihad.

“Artinya, kata pokok pikiran dewan, sama halnya pokok-pokok proyek wakil rakyat. Berarti wajar aja jika kebijakan dewan, sukar ditentukan sebelum ada deal proyek. Kalau seperti ini, kesannya seperti guyonan, kelakar, tapi benar adanya, bahwa legislatif itu adalah tempat disepakatinya proyek anggaran,” tutur Jihad. Wajahnya penuh terheran-heran. Perutnya seakan kayak digelitik. Ingin tertawa, namun segan, karena yang akan ditertawakan adalah kenyataan yang terbungkus rapi dan berjubakan nama wakil rakyat. ***

Tags: catatan redaksiKolom RedaksiSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terima Kasih Bontang

Next Post

8 Tahun Mengabdi, Akhirnya Diangkat Jadi TK2D

Related Posts

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah
Kolom Redaksi

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

13 April 2026, 08:00
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Tetap Berada di Jalan yang Lurus
Catatan

Tetap Berada di Jalan yang Lurus

5 Januari 2023, 09:10
Polling dan Pilkada Bontang
Kolom Redaksi

Etha Rimba

16 Agustus 2020, 15:00
Polling dan Pilkada Bontang
Kolom Redaksi

Polling dan Pilkada Bontang

25 Juni 2020, 17:30

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.