• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kerusakan Flyover Air Hitam, Wika Diminta Tak Lepas Tangan 

by BontangPost
24 Agustus 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
ALAMI KERETAKAN: Jembatan layang/flyover Air Hitam yang menghubungkan Jalan IR Juanda dan Jalan AW Syahranie Samarinda ini mengalami keretakan. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan membahayakan kendaraan yang melintas di atasnya.(DOK/METRO SAMARINDA)

ALAMI KERETAKAN: Jembatan layang/flyover Air Hitam yang menghubungkan Jalan IR Juanda dan Jalan AW Syahranie Samarinda ini mengalami keretakan. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan membahayakan kendaraan yang melintas di atasnya.(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Samarinda kembali duduk satu meja membahas perbaikan Jembatan Flyover Air Hitam yang mengalami keretakan, Kamis (23/8) kemarin. Dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung di DPRD Samarinda itu, wakil rakyat meminta agar DPUPR memanggil PT Wika agar segera membicarakan pembiayaan perbaikan jembatan tersebut.

Sebab, DPRD Samarinda tidak ingin kerusakan jembatan layang yang menghubungkan Jalan AW Syahranie dan Jalan IR Juanda tersebut dibebankan kepada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Karena Dewan menilai, kerusakan jembatan layang harus menjadi tanggung jawab PT Wika selaku kontraktor pelaksana.

Apalagi dari hasil pertemuan yang dilakukan DPUPR Samarinda dengan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR di Jakarta belum lama ini, meminta agar kerusakan dinding flyover yang merupakan beton modular dilakukan penggantian.

Baca Juga:  GPK Bantah Tebang Bakau Tanpa Izin

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno meminta DPUPR mengikuti rekomendasi yang disampaikan KKJT maupun apa yang menjadi usulan para anggota dewan. Salah satunya yakni pembongkaran oprit yang retak.

“Biaya perbaikan dan lain-lain memang sudah di luar masa pemeliharaan dan tidak menjadi tanggung jawab mereka. Namun menurut hemat kami, kontraktor tidak semata-mata hanya mengerjakan proyek namun juga harus ada tanggung jawab moral,” tutur Jasno ditemui usai rapat dengar pendapat kemarin.

Ia menyebut, sejak masa pemeliharaan, flyover memang telah mengalami penurunan hingga 50 sentimeter. Tak hanya itu, PT Wika disebut-sebut juga sudah mengetahui akan adanya penurunan kontruksi pada jembatan itu akan mengalami penurunan.

“Jangan sampai mentang-mentang sudah di luar masa pemeliharaan pihak pelaksana tidak bertanggung jawab. Karena menurut kami, kontraktor harus bertanggung jawab mengenai perbaikan flyover walaupun sudah lepas masa perawatan,” imbuhnya.

Baca Juga:  DPRD Meminta Lampu Jalan Menyala Sebelum Iduladha 

Bagaimanapun, sambung Jasno, perbaikan kerusakan flyover oleh PT Wika menjadi tanggung jawab moral. Apalagi PT Wika adalah bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kami tidak ingin (perbaikan flyover, Red.) ini dibebankan kepada APBD. Karena hitungannya flyover itu belum genap setahun, masa mau kita anggarkan lagi. Nanti akan menjadi sorotan masyarakat. Masa flyover rusak pembiayaannya dibebankan kepada APBD. Jadi kami meminta agar pembiayaan ini dibebankan kepada pihak pelaksana,” seru dia.

Adapun untuk pembiayaan perbaikan keretakan oprit jembatan, kata dia, nanti akan jadi tanggung jawab DPUPR Samarinda. “Nanti DPUPR akan membicarakan pembiayaannya dengan pihak pelaksana (PT Wika, Red.). Apabila pihak pelaksana lepas tanggung jawab, maka akan kami evaluasi. Agar DPUPR ke depannya lebih berhati-hati memilih kontraktor proyek,” sambung Jasno.

Baca Juga:  Pastikan Program Prioritas Terakomodir 

Terpisah, Kepala DPUPR Samarinda, Hero Mardanus mengatakan, pertemuan dengan dewan untuk memantapkan kembali hasil rekomendasi KKJTJ mengenai perbaikan keretakan dinding flyover. Dalam hal anggaran perbaikan sebagaimana yang diusulkan dewan, Hero sendiri mengaku belum memberikan persetujuan.

Ia mengaku perlu melakukan kajian serta mendiskusikan usulan tersebut dengan pihak-pihak terkait. Salah satunya dengan PT Wika. “Sebenarnya sudah ada lampu hijau dari PT Wika untuk menanggung biaya perbaikan. Namun tetap saja, kami harus bertemu dulu. Kami juga belum mengajukan berapa biaya perbaikan. Kami hitung dulu,” tutur dia. (*/dev)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dprdflyoverretakWIKA
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terkait Alokasi Dana Rp 87 Miliar di APBD Perubahan, Pemprov Diminta Terbuka

Next Post

Salah Info Paket Pos Gratis

Related Posts

Wika Janji Agustus Tunggakan ke Kontraktor Bontang Lunas
Bontang

Wika Janji Agustus Tunggakan ke Kontraktor Bontang Lunas

23 Juni 2023, 11:48
Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan
Kaltim

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan

18 April 2023, 19:00
PT Wika Hentikan Pekerjaan Sistem Borongan
Bontang

PT Wika Hentikan Pekerjaan Sistem Borongan

25 Mei 2022, 13:50
Wika Sebut Kinerja Pipe Fitter Bontang Tak Penuhi Target, AH; Menyakiti Pekerja Lokal
Bontang

Wika Sebut Kinerja Pipe Fitter Bontang Tak Penuhi Target, AH; Menyakiti Pekerja Lokal

24 Mei 2022, 12:00
Soal Perekrutan Tenaga Kerja Sistem Borongan di PT Wika, Disnaker Sebut Salahi Aturan
Bontang

Soal Perekrutan Tenaga Kerja Sistem Borongan di PT Wika, Disnaker Sebut Salahi Aturan

23 Mei 2022, 15:51
Pekerja Lokal Tak Penuhi Target, DPRD Bontang Minta Wika Pulangkan Pipe Fitter Luar
Bontang

Pekerja Lokal Tak Penuhi Target, DPRD Bontang Minta Wika Pulangkan Pipe Fitter Luar

23 Mei 2022, 15:11

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.