• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Kerusakan Lingkungan Dituding Biang Keladi Bencana Sumatera, Ini Kata Pakar

by BontangPost
30 November 2025, 13:44
in Lingkungan, Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi daerah terparah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pekan ini. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi daerah terparah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pekan ini. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak 24 November 2025 telah menimbulkan duka mendalam.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 November mencatat 34 korban meninggal dunia dan 52 orang hilang.

Para pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sepakat, bencana besar di Sumatera adalah hasil interaksi dari tiga faktor yang saling memperburuk. Salah satunya berkaitan langsung dengan kondisi alam di lapangan.

Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, Heri Andreas yang dikutip dari Liputan6.com, menjelaskan bahwa besarnya kerusakan tidak hanya ditentukan oleh seberapa deras hujan turun.

“Banjir bukan hanya soal hujan. Ini soal bagaimana air diterima, diserap, dan dikelola oleh permukaan bumi,” ujar Heri Andreas.

Baca Juga:  Empat Kasus Korupsi SDA Ditangani Kejati Kaltim, 11 Tersangka dan Kerugian Negara Puluhan Miliar Rupiah

Menurutnya, perubahan pada permukaan bumi inilah yang menjadi masalah besar. Kawasan yang semula hutan dengan daya serap tinggi, kini berubah menjadi permukiman atau perkebunan intensif.

“Menurutnya, kawasan berhutan memiliki kemampuan infiltrasi yang tinggi. Jika area tersebut berubah menjadi permukiman, perkebunan intensif, atau lahan terbuka maka kehilangan kemampuan menyerap air,” katanya.

Secara Geospasial, penyebab yang memperburuk kondisi di lapangan adalah penurunan tutupan vegetasi, perubahan fungsi lahan, dan menurunnya kapasitas tampung lingkungan.

Dana Darurat Siap Digelontorkan

Sementara itu, di sektor keuangan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) memastikan pemerintah siap siaga. Meskipun belum ada permintaan resmi untuk penambahan anggaran, ia menjamin bantuan sosial bisa segera disalurkan.

Baca Juga:  DPR Desak Penindakan Aktor Intelektual di Balik Aktivitas Ilegal Taman Nasional Kutai

“Ada bantuan sosial pakai anggaran yang ada dulu di mereka ada. Belum minta ke saya sampai sekarang. Jadi, sepertinya pakai anggaran yang ada dulu,” kata Purbaya saat ditemui usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, di Jakarta, ditulis Minggu (30/11/2025).

Pemerintah juga telah bertindak cepat dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke tiga provinsi terdampak pada Jumat, 28 November 2025, sesuai instruksi Presiden Prabowo.

Bantuan tersebut, seperti tenda, perahu karet, genset, hingga tim medis, diangkut menggunakan tiga pesawat Hercules dan Air Bus A400 dari Lanud Halim Perdanakusuma.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wihaya, memastikan koordinasi terus dilakukan dengan kepala daerah.

“Jadi kemarin sudah menghubungi langsung, menelpon langsung para kepala daerah di Sumatera Barat, kemudian Pak Masinton, kemudian Bu Sirawan, Bupati Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sudah dihubungi juga termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Provinsi Aceh,” jelas Teddy. (KP)

Baca Juga:  HATAM 2025; Jatam Kaltim dan Aktivis Tuntut Keadilan Lingkungan
Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kerusakan Lingkungan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

3.578 Kendaraan Terjaring Operasi Zebra Mahakam 2025 di Bontang, 195 Pengendara Ditilang

Next Post

Pokja 30 Desak Moratorium Tambang di Kaltim, Soroti Reklamasi dan Transparansi

Related Posts

DPR Desak Penindakan Aktor Intelektual di Balik Aktivitas Ilegal Taman Nasional Kutai
Lingkungan

DPR Desak Penindakan Aktor Intelektual di Balik Aktivitas Ilegal Taman Nasional Kutai

6 Januari 2026, 12:35
Empat Kasus Korupsi SDA Ditangani Kejati Kaltim, 11 Tersangka dan Kerugian Negara Puluhan Miliar Rupiah
Kriminal

Empat Kasus Korupsi SDA Ditangani Kejati Kaltim, 11 Tersangka dan Kerugian Negara Puluhan Miliar Rupiah

14 Desember 2025, 15:57
Banjir Berulang di Kaltim dan Lubang Tambang yang Tak Direklamasi
Lingkungan

Banjir Berulang di Kaltim dan Lubang Tambang yang Tak Direklamasi

14 Desember 2025, 14:39
Rencana Ketahanan Pangan Kaltim Jajaki Pertanian di Lahan Bekas Tambang Jadi Sorotan
Lingkungan

Pokja 30 Desak Moratorium Tambang di Kaltim, Soroti Reklamasi dan Transparansi

30 November 2025, 14:58
Menhut Raja Juli Antoni Minta Maaf Usai Tertangkap Main Domino dengan Bekas Tersangka Pembalakan Liar
Nasional

Menhut Raja Juli Antoni Minta Maaf Usai Tertangkap Main Domino dengan Bekas Tersangka Pembalakan Liar

10 September 2025, 15:39
Ini Perusahaan di Kutim yang Dinilai Kementerian LH Bermasalah Dalam Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan

Ini Perusahaan di Kutim yang Dinilai Kementerian LH Bermasalah Dalam Pengelolaan Lingkungan

29 Juni 2025, 16:50

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.