• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan

Ketika Panggilan Berhaji Datangnya Mendadak (3-habis): Dapat Tausiah dari Habib Rizieq

by BontangPost
3 Oktober 2017, 11:49
in Catatan
Reading Time: 2 mins read
0
HANGAT: Penulis mencandai Habib Rizieq seusai memberikan tausiah.(Istimewa)

HANGAT: Penulis mencandai Habib Rizieq seusai memberikan tausiah.(Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

HABIB Rizieq Shihab tiba-tiba muncul di apartemen tempat rombongan haji bervisa furoda (perorangan) menginap, di kawasan Aziziyah Junubiyah, sekitar 7 kilometer dari Makkah Al-Mukarramah. Ketika itu dua hari menjelang wuquf di Arafah. Tepatnya 29 Agustus 2017, Selasa malam.

Tokoh yang berperan besar menggagalkan Ahok menjadi Gubernur Jakarta, dengan gerakannya yang masif di awal tahun 2017 lalu itu, saat ini tinggal di Makkah.

“Rumah saya selalu ramai dikunjungi tamu. Banyak juga yang dari Jakarta, mengaku utusan pemerintah, utusan MUI, tentu juga para habaib,” kata Habib Rizieq.

Habib mengaku menyempatkan hadir di tengah-tengah rombongan jamaah haji itu untuk memenuhi undangan muridnya, Ustad Fauzan Kamil Lc MA, salah satu pembimbing bervisa furoda. “Beliau memang guru fiqih saya,” kata Ustad Fauzan yang meraih gelar MA di Universitas Madinah.

Rombongan ini bisa berangkat berhaji mendadak, karena mendapatkan visa furoda, atau visa undangan dari pemerintah Saudi Arabia. Itu visa non-kuota. Karenanya keberangkatannya tidak melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Juga:  Membangun Masyarakat Sejahtera dan Berbudi Luhur

Dalam tausiahnya di hadapan jamaah, Habib Rizieq mengutip kisah dialog ulama besar zaman dulu, bernama Ali Zainal Abidin dengan muridnya. Kisah itu menguraikan hakikat berhaji.

Di antaranya adalah ketika jamaah haji mengenakan pakaian ihram, berupa dua lembar kain putih, dengan menanggalkan pakaian keseharian. “Itu tanda setiap jamaah haji siap meninggalkan semua kemewahan dunia, demi melaksanakan perintah Tuhannya,” tegas Habib.

Demikian pula dengan ritual tahalul, yang ditandai dengan memotong rambut. Itu bahasa isyarat bahwa saat ini kita sanggup memotong rambut, demi melaksanakan perintah Tuhan, “Maka pada saatnya nanti Tuhan mengharuskan kita memotong leher kita, untuk membela agama kita, maka kita pun sanggup melakukannya,” kata Habib dengan gaya ceramahnya yang memukau.

Habib Rizieq memang sudah dikenal sebagai singa podium, yang mampu mengobarkan semangat umat Islam untuk berjihad. Suaranya yang lantang dan merdu, dengan intonasi yang teratur, mampu menyihir semua hadirin. Karena itu tak mengherankan jika Habib mampu menghimpun jutaan umat Islam berkumpul di Jakarta, berhasil ikut memenangkan pasangan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pemenang pemilihan Gubernur (pilgub) Jakarta.

Baca Juga:  Mencermati Potensi Pelanggaran di Tahapan Pencalonan

Padahal satu tahun sebelum pemungutan suara pilgub Jakarta itu, semua orang menjagokan petahana  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang berpasangan dengan Djarot Syaiful Hidayat  sebagai pemenangnya, satu putaran, meskipun ada tiga pasangan peserta Pilgub itu.

Pada kenyataannya di akhir Pilgub Ahok kalah, cukup telak. Publik pun seolah sepakat, kekalahan Ahok akibat dari gerakan-gerakan massa yang dimotori Habib Rizieq.

Habib pun lantas jadi incaran banyak pihak, di antaranya mereka yang kecewa oleh gerakan Hahih. Habib pun merasa ada pula yang mencelakakan dirinya. “Karena itulah saya harus hijrah ke Makkah. Karena jiwa saya terancam,” kata Habib menjelaskan alasannya berdiam di Makkah Al-Mukarramah sekarang ini.

Menurut Habib, hijrah karena jiwa terancam akibat berdakwah menegakkan agama, adalah hal yang biasa. Hal seperti itu dulu dilakukan para nabi, yang menjalankan amanah dari Tuhan. Dulu Nabi Musa AS hijrah meninggalkan Mesir, karena diburu untuk dibunuh oleh Raja Firaun. Demikian juga dengan Nabi Muhammad SAW, yang harus meninggalkan Makkah hijrah ke Madinah, karena diburu oleh kaum Quraish, untuk dihabisi.

Baca Juga:  Darurat Narkoba, Solusinya?

“Saya sudah berdakwah sejak usia 20 tahun. Sudah beberapa kali masuk penjara. Karena itu saya tahu ada yang mau menghabisi saya,” ungkap Habib.

Habib Rizieq menegaskan bahwa dirinya tidak ada niatan melawan pemerintah. “Yang saya lakukan semata menjalankan perintah Tuhan saya,” kata Habib.

Habib yang pernah mengenyam pendidikan di Arab Saudi, mengaku sangat mencintai Indonesia, negeri tempat dia tumbuh menjadi pembela Agama Islam. “Saya tentu akan kembali lagi ke Indonesia,” tegasnya.

Seusai memberikan tausiah, Habib Rizieq melayani foto bersama para jamaah. Bahkan bersedia diajak selfie. “Senang rasanya bisa bersalaman dan berfoto bersama Habib Rizieq,” kata beberapa jamaah yang mengaku mengidolakan Habib Rizieq. (zam).

Tags: catatanopini
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Selingkuh yang Bikin Kaki dan Tangan Tertukar

Next Post

Maju Terus KPK

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah
Kolom Redaksi

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

13 April 2026, 08:00
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Dinasti Politik 2.0

8 Desember 2025, 12:36
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Rezim Antikritik

24 November 2025, 13:43
Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera
Opini

Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera

14 Oktober 2025, 14:33
Jerit Sunyi Bekantan di Hutan Mangrove yang Tergadai
Opini

Jerit Sunyi Bekantan di Hutan Mangrove yang Tergadai

21 Maret 2025, 19:57

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.