• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Ketua PGRI Mediasi Perselisihan Guru dan Ketua MKKS 

by BontangPost
29 Mei 2017, 17:45
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Sepakat Saling Memaafkan, Berjuang untuk Guru

BONTANG – Setelah selesai masalah tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dengan penghapusan pemblokiran rekening 4 guru SMA/SMK di Bontang, muncul masalah baru yakni komentar ‘pedas’ Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Negeri Bontang Sumariyah di media Humas Pemprov Kaltim kepada 4 guru yang berdialog dengan Kepala Disdik Kaltim saat aksi 22 Mei 2017 lalu.

Komentar yang dianggap menjadi sumber perselisihan yang disampaikan Sumariyah berbunyi: “Mohon maaf karena dari 13 orang kemarin kebanyakan dari Bontang dan mereka memang sudah menjadi karakter, sebelum demo di provinsi sudah sering demo di Bontang karena mereka minim prestasi. Mereka hanya mengharap intensif sehingga ketika insentif tidak keluar maka karakter mereka muncul”.

Baca Juga:  1.627 KK Tervalidasi Keluarga Miskin 

Nasrullah, seorang dari beberapa guru yang mengikuti aksi mengatakan bahwa ada 3 poin yang harus diklarifikasi. Yakni sering demo, minim prestasi, dan intensif. Mengenai seringnya demo, guru SMKN 3 ini mengatakan bahwa sebelumnya aksi demo yang dia lakukan bukan berkaitan langsung dengan dunia pendidikan.

“Perlu diketahui bahwa sebelum ini saya belum pernah demo berkaitan dengan pendidikan, melainkan tentang NPK Cluster,” ujarnya.

Sedangkan minim prestasi, dirinya mengakui bahwa prestasi yang bisa diberikan memang prestasi anak di bidang olahraga kepada sekolah, karena profesinya sebagai guru olahraga. Berkaitan dengan intensif guru SMKN 3 Bontang bukan memperjuangkan dirinya sendiri melainkan untuk kepentingan semua guru SMA/SMK se-Kaltim. Nasrullah pun meminta maaf apabila terdapat kesalahan yang ia lakukan.

Sementara itu, Sumariyah meminta maaf atas kejadian tersebut. Dirinya mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut terjadi ketika ada pertemuan dengan Pemprov Kaltim 26 Mei 2017 lalu. Ia berujar pertemuan tersebut membahas buntut aksi 22 Mei yang menuntut pencairan TPP dan Bosda. “Kita semua dimarahi, akibat demo saat itu, lantas kami diminta membuat laporan,” ujar kepala Kepala SMAN 2 Bontang ini.

Baca Juga:  Utang Pribadi Ditagihkan ke Perusda AUJ, Kejaksaan Lakukan Penyelidikan

Dirinya juga menepis isu bahwa dirinya bertemu media dan berkomentar seperti itu. “Saya tidak bertemu wartawan setelah pertemuan itu. Tulisan yang beredar pun tidak sepenuhnya benar, ada yang dipotong-potong,” sambungnya.

Kepala Sekolah yang lahir di Malang ini mengklarifikasi terutama berkaitan dengan intensif. “Saya tulis laporan bahwa mereka mengharapkan intensif dikarenakan kondisi mereka berbeda-beda, ada yang punya potongan di bank dan belum mendapat sertifikasi,” paparnya.

Pertemuan antara guru dan kepala SMKN 2 ini difasilitasi Ketua PGRI Bontang Dasuki dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta Bontang Rakim di Gudeg Bu Harman, Minggu (28/5) pukul 17.30 Wita.

Dasuki berharap masalah ini bisa selesai dan pendidikan di Kota Bontang lebih maju. “Diperlukan sinergisitas semua komponen guru seperti PGRI, MKKS, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan Forum Guru. Semua yang diperjuangkan adalah untuk kebaikan dan perbaikan pelayanan pendidikan ke depan. Mari kita jalin komunikasi yang baik agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman,” harapnya.

Baca Juga:  Harga Telur dan Ayam Ikut Naik 

Di akhir pertemuan terjadi kesepakatan dari kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan bersama memperjuangkan guru dan dunia pendidikan ke depan. (*/ak)

Tags: bontangkonflik guru
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kisah Inspirasi Warga Bontang: Muhammad Said ANT III (267); Jauh dari Keluarga Tantangan Terbesar Pelaut

Next Post

Buntut Disesuaikannya Tarif Listrik, 18 Ribu Pelanggan Tak Lagi Terima Subsidi

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.