• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Inspirasi Warga Bontang: Muhammad Said ANT III (267); Jauh dari Keluarga Tantangan Terbesar Pelaut

by BontangPost
29 Mei 2017, 17:42
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Muhammad Said ANT III

Muhammad Said ANT III

Share on FacebookShare on Twitter

 

Bagi Muhammad Said, menjadi pelaut bukanlah karena mengejar materi. Namun lebih kepada ketertarikannya pada profesi ini, sejak duduk di bangku SMP.

Yusva Alam, Bontang

Sejak kecil, pria yang berdomisili di Berbas Pantai ini kerap menyaksikan kru-kru kapal tanker Badak LNG, beraktivitas. Baik di atas kapal maupun turun dari kapal. Saat itu, Said kecil membayangkan profesi pelaut sangat menyenangkan. Bisa jalan-jalan kemana-mana, melihat daerah-daerah lain yang belum pernah ia jamah.

Sejak itulah dirinya bertekad menjadi seorang pelaut. Walaupun sejak lulus SMP ia pernah merasa salah memilih sekolah, namun cukup setahun baginya untuk kembali kepada cita-cita awalnya. Ia pindah sekolah dari STM di Bontang ke SMK Pelayaran di Samarinda. Di sinilah tolak awal perjalanannya sebagai pelaut.

“Awal pertama kali saya melaut saat PKL (Praktik Kerja Lapangan) selama 3 bulan. Ditambah lagi, saat ujian akhir sekolah, salahsatu syaratnya adalah satu tahun magang dengan berlayar,” kenangnya.

Sejak itulah Ia terus berlayar. Namun tetap tidak melupakan pendidikannya. Aktivitas berlayarnya selalu diselingi dengan kembali sekolah. Setiap usai berlayar selama 2 tahun, Ia kembali sekolah di Politeknik Ilmu Pelayaran selama 9 bulan. Hingga mendapatkan gelar ahli neutica tingkat III.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Evantri Manurung (228); Penolakan dan Pengusiran Warnai Pengalaman Bekerja, Jadi Pelecut Semangat

Alhasil, Ia pun sukses meraih posisi tertinggi di atas kapal, sebagai nahkoda. Saat ini berposisi sebagai Nahkoda Motor Tanker (MT) King Ocean di PT Cindara Pratama Lines.

“Kalau di atas kapal, nahkoda adalah posisi tertinggi. Tapi kalau di darat levelnya setingkat manajer dan masih bisa terus naik,” ujar Said.

Cita-citanya semenjak SMP benar-benar terwujud saat ini. Ia yang saat itu membayangkan bisa pergi ke berbagai tempat, mampu terwujud. Tidak hanya di Indonesia, tapi hampir di seluruh negara di Asia. Karena perusahaan tempatnya bekerja fokus pada kawasan Asia.

Di Indonesia hampir seluruh daerah pernah Ia datangi. Di Asia, Ia pernah menjelajah ke Filipina, Thailand, Kamboja, Papua Nugini, Malaysia, Singapura, bahkan hingga ke Tiongkok.

“Alhamdulillah, dengan profesi sebagai pelaut ini saya bisa mengenal beragam budaya dari daerah-daerah di Indonesia dan negara-negara di Asia. Sangat menarik bisa mengenal budaya-budaya baru,” ungkap pria yang cukup religius ini.

Selama mengarungi lautan, menurutnya hal paling mengesankan adalah setiap menaiki kapal baru. Karena saat itu Ia harus beradaptasi ulang. Menyesuaikan dengan awak-awak baru yang memiliki beragam watak dan berasal dari berbagai latar belakang. Justru kondisi ini sangat menyenangkan bagi dirinya. Karena Ia bisa mendapat pelajaran baru dari kondisi tersebut.

Baca Juga:  Berkarya Sambil Kuliah, Dari Restoran hingga Pemasaran

Sedangkan pengalaman paling tidak mengenakkan, ketika menemui cuaca buruk dan ombak tinggi. Karena kondisi itu, baginya yang paling mengerikan. Iapun bersyukur, sampai saat ini belum pernah sampai meninggalkan kapal ketika berhadapan dengan kondisi buruk tersebut.

“Alhamdulillah selalu selamat saat bertemu dengan badai,” katanya.

Diceritakannya lagi, sebagai pelaut tantangan terbesar yang dihadapi adalah jauhnya dari keluarga. Bagaimana tidak, sekali berlayar mampu menghabiskan waktu berbulan-bulan, dengan jarak tempuh yang luar biasa jauhnya. Ditambah lagi, bagi diri pribadinya adalah terbatasnya kegiatan-kegiatan ibadah.

“Salahsatu contohnya saja salat jumat. Di kapal, kami tidak bisa melaksanakan salat jumat karena kru kapal hanya berjumlah kurang lebih 10 orang. Sedangkan syarat salat jumat harus lebih dari 10 orang. Masih banyak lagi yang lainnya,” bebernya.

Belum lagi tantangan budaya yang harus dihadapi. Karena di atas kapal, budaya kebanyakan yang dianut adalah budaya barat. Salahsatunya identik dengan minuman keras. Belum lagi kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan awak kapal saat berlabuh. Untuk menghilangkan kejenuhan, kebanyakan melakukan hal-hal yang dilarang agama. Namun menurutnya, tidak semua pelaut melakukan itu. Ada saja pelaut yang masih kuat menjaga akidah dan imannya.

Baca Juga:  Konsisten dengan Rasa, Ajarkan Ketekunan dalam Usaha

“Untuk itulah peran pemerintah bagi pendidikan pelayaran. Seharusnya sejak pendidikan itulah, benteng akidah para calon pelaut ini diperkuat. Banyak-banyak diberikan ilmu-ilmu agama, sebagai modal saat melaut,” tegasnya.

Dirinya memiliki cara untuk menangkal budaya-budaya merusak tersebut. Diantaranya dengan sering-sering menghubungi keluarga, lalu banyak membaca Alquran, dan banyak-banyak berpuasa. Cara-cara ini terbukti sukses baginya untuk menangkal perbuatan-perbuatan maksiat di sekitarnya.

Saat ini Ia berpikir untuk pensiun lebih dini. Karena ia ingin lebih mendekatkan diri dengan anak dan istri. Disamping itu ia juga ingin lebih meningkatkan amal ibadahnya. Kedepannya, Said ingin menularkan ilmu dan pengalamannya tersebut kepada generasi-generasi penerusnya.

“Semoga ilmu dan pengalaman yang akan saya berikan nanti, bisa berguna bagi calon-calon pelaut,” pungkasnya. (*)

TENTANG MUHAMMAD SAID ANT III

Nama: Muhammad Said ANT III

TTL: Toli-Toli, 06 April 1981

Pendidikan:

SMK Pelayaran Mahakam Jaya, Samarinda

Politeknik Ilmu Pelayaran, Semarang  (2008)- Program Perwira Siswa (Pasis)- (9 bulan)

Politeknik Ilmu Pelayaran, Semarang (2012) – Jurusan Ahli Neutica Tingkat III – (9 bulan)

Jabatan:

Nahkoda MT (Motor Tanker) King Ocean

PT Cindara Pratama Lines, Balikpapan

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pejabat Baru Jangan Malas, Harus Turun ke Lapangan, HP Wajib Aktif 

Next Post

Ketua PGRI Mediasi Perselisihan Guru dan Ketua MKKS 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.