• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah inspiratif Warga Bontang: Hj Sri Wahyuni (230); Sukses Geluti Usaha Batik, Berharap Produknya Terkenal

by BontangPost
22 April 2017, 12:56
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Sri Wahyuni (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Sri Wahyuni (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Sejak menguasai teknik membatik, Sri Wahyuni membuka  usaha dengan menjual  batik khas Bontang hasil buatannya sendiri. Ini terus dikembangkan dan mempromosikannya hingga bisa dikenal di seluruh Indonesia.

Veri Sakal, Bontang

Berkat mengikuti pelatihan membatik yang digelar Pemkot Bontang pada 2009 silam, membuat Sri Wahyuni terpacu menekuni usaha tersebut. Alhasil kini, ia sukses memiliki toko sendiri dengan nama Pondok Benua Etam di Jalan Soekarno Hatta (Ex Jalan Flores) Gang Bajawa RT 25 Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Tokonya dikenal dengan batik sintetis dan mangrovenya.

“Awal  saya mengetahui  mencanting atau membatik itu dari instruktur berasal dari Yogyakarta yang didatangkan pemerintah,” ucapnya.

Ia terus belajar membatik dan mengikuti banyak pelatihan. Termasuk ikut pelatihan membatik di Solo. Akhirnya berkat dukungan suami, usahanya pun menjadi binaan Badak LNG dan mulai usaha 13 Mei 2010.

Baca Juga:  Mengenal Paman Doblang, Inisiator Komunitas Berbuat Saja

Sri menegaskan, bahwa hasil produknya merupakan batik asli dari Bontang. Sebab, mulai motif, ilustrator, dan designer yang membuat baju semua berasal dari Bontang.

“Semua asli kami yang membuat, hanya bahannya saja yang didatangkan dari luar, seperti kain, lilin, dan lainnya dipesan dari luar Bontang,” paparnya.

Dalam pembuatannya, ada dua teknik yang digunakan, yakni mencanting dan mengecap. Namun dikatakannya bahwa dari dua teknik tersebut, mencantinglah yang lebih lama dikerjakan. Dikarenakan dalam membuat batik harus menggunakan canting dengan motif dan kreasi sendiri.

Sedangkan mengecap, hanya tinggal mencetak saja karena sudah terdapat motif batik di media kayu tersebut. Namun dari harga, tentunya teknik mencanting yang lebih mahal lantaran tingkat kesulitan dalam pembuatannya.

Baca Juga:  Sandang Predikat Pelatih dan Wasit Nasional Shorinji Kempo

“Perbedaanya, harga kain batik dari hasil mencanting Rp 750 ribu, sedangkan mengecap dikenakan biaya Rp 250 ribu hingga Rp 400 ribu,” tuturnya.

Ibu dua anak ini menjelaskan, dalam satu kain batik yang berukuran dua meter seperempat yang biasa dijual tersebut, bisa dikerjakan selama dua hari. Dikarenakan dalam prosesnya, khusus teknik mencanting dibutuhkan waktu sehari. Setelah itu, masuk lagi ke proses pewarnaan, pencucian,  penjemuran, penguncian warna hingga proses akhir dalam melunturkan lilin-lilin dari kain tersebut.

“Namun pewarnaan yang inovatif yang terkenal di produk kami adalah menggunakan air dari buah mangrove yang sudah diproses dan ramah terhadap  lingkungan,” katanya.

Berkat perkembangan usaha Sri, workshop tempat ia memproduksi tersebut menjadi tempat pelatihan oleh anak-anak sekolah di Bontang, ibu-ibu dari kelurahan, Mabes Polri, dan Angkatan Laut (AL) dari Kutai Timur (Kutim). Bukan hanya itu, Ibu Gubernur Kaltim Amelia Faroek juga pernah datang berkunjung dan sempat belajar.

Baca Juga:  KTP Sementara Tidak Nyaman Digunakan, Warga Pertanyakan Blangko KTP-el

Badai defisit anggaran, diakuinya ikut mempengaruhi usahanya. Penghasilan mulai menurun. Biasanya bisa meraup keuntungan Rp 10 juta per bulan, kini hanya Rp 2 juta per bulan. Kendati demikian, ia tetap dapat mengaji keenam karyawannya, yang terdiri dari tiga cowok dan cewek.

“Saya tetap optimistis ingin terus mengembangkan usaha ini sampai dikenal di luar Bontang, dengan cara terus mempromosikan produk kami,” pungkasnya. (Bersambung)

Tentang Sri:

Nama: Hj Sri Wahyuni

TTL: Samarinda, 15 Oktober 1965

Suami: H Husen Assegaff

Anak:

1.Syarifah Fitriani

2.Fuad Assegaff

3.Farel Assegaff

Alamat: Jalan Soekarno Hatta Gang Bajawa RT 25 Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat.

 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sepuluh Bayi Lahir di Hari Kartini

Next Post

Direksi BUMN-BUMD Harus Lebih Hati-Hati,Hanya karena Tak Kontrol Anak Buah, Dahlan Dianggap Bersalah 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.