• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Klaim Kuota Tabung Melon Aman

by BontangPost
6 September 2018, 11:54
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
MENCUKUPI: Hasil pemantauan mendapati pasokan tabung gas elpiji 3 kilogram masih mencukupi kebutuhan masyarakat Bontang.(DOK BONTANG POST)

MENCUKUPI: Hasil pemantauan mendapati pasokan tabung gas elpiji 3 kilogram masih mencukupi kebutuhan masyarakat Bontang.(DOK BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Kuota tabung melon atau elpiji 3 kilogram di Kota Taman masih terbilang aman. Pasalnya, hasil pemantauan dan pendataan Kabag Sosial dan Ekonomi (Sosek) Bontang mendapati pasokan tabung melon masih mencukupi dan harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan, Agustus lalu, Pertamina sempat menambah kuota gas elpiji 3 kg untuk Bontang sebanyak 4 persen.

Kabag Sosek Setda Bontang, Aguswati menuturkan, hasil pemantauan dan monitoring lapangan mendapati beberapa pangkalan memang sedang kosong stoknya. Namun di pangkalan lainnya stok elpiji 3 kg masih ada dan tersedia cukup banyak ada yang tersisa 40 tabung, 19 tabung, 10 tabung, dan 19 tabung.

“Dari hasil pantauan kami, stok tabung masih mencukupi, dan harga jualnya juga sesuai. Ketidaksesuaian hanya ada pada tingkat pengecer,” jelas Aguswati, Rabu (5/9) kemarin.

Baca Juga:  Hari Ini, 63 Mahasiswa Stitek Diwisuda

Sementara kelangkaan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, dikatakan Agus karena pada bulan Agustus tempat pengisian gas di Samarinda sempat terjadi kerusakan pada alatnya. Sehingga ada sedikit pengurangan pada kuota per hari yang diterima oleh agen.

Hal tersebut, lanjut Agus tentu memengaruhi pada kuota para pangkalan-pangkalan yang berujung kelangkaan di beberapa lokasi.

“Tetapi dari hasil monitoring dapat terlihat bahwa stok saat ini aman, dan kami akan tetap melakukan pemantauan,” ujarnya.

Pemantauan dan monitoring lapangan oleh tim bagian Sosek serta Satpol PP Bontang ini dilakukan di 6 lokasi. Terdiri dari 5 pangkalan dan 1 pengecer. Data yang diterima di satu pangkalan dan satu pengecer stok gas elpiji 3 kg habis, namun 4 pangkalan lainnya masih aman.

Baca Juga:  Pendaftaran CPNS Dibuka Pekan Depan

Sementara itu dari pihak Pertamina, Sales Executive LPG Kaltim Muhajir Kahuripan mengatakan pihaknya sudah mendapat informasi adanya kelangkaan dan harga yang melambung di Bontang. Padahal, saat momen Iduladha bulan Agustus, Pertamina menambahkan kuota elpiji 3 kg sebanyak empat persen. Dari kuota per hari 4.700 tabung, menjadi 5.600 tabung perharinya selama Agustus.

“Bahkan, penambahan kuota tersebut, sampai sekarang masih sisa dan belum terserap semua,” ujar Muhajir.

Memang diakuinya, pada Agustus lalu sempat terjadi kendala pada mobil tangki LPG atau Skidtank di salah satu tempat pengisian. Namun, tempat pengisian lainnya masih berjalan normal. Sehingga, distribusi elpiji ke setiap daerah masih sesuai kuota.

“Pertamina komitmen menyediakan LPG dan masyarakat tidak perlu panik sehingga melakukan pembelian secara berlebihan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Stok Sembako Aman Hingga 3 Bulan

Pembelian LPG berlebihan ini yang memicu kelangkaan dan harga mahal. Belum lagi masih banyaknya penggunaan gas 3 kg yang tidak tepat sasaran. Seperti rumah makan, usaha mikro, pengusaha laundry, serta peternak juga seharusnya tidak lagi menggunakan tabung gas melon. Mengingat pendapatan usaha atau rumah makan diatas Rp 800 ribu dilarang menggunakan tabung bersubsidi.

“Biasanya saat disidak atau ditegur, mereka ganti.Tetapi dua minggu setelahnya kembali menggunakan gas bersubsidi lagi,” terang dia.

Hal seperti itu tentu perlu kesadaran dari semua masyarakat Bontang. Sehingga yang merasa mampu, seharusnya malu menggunakan gas bersubsidi. “Jika kesadaran itu dimiliki maka tidak ada lagi kelangkaan yang memicu harga melambung,” pungkasnya. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontanggas elpijiKuota Aman
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gempa di Bontang Berkekuatan 4,2 SR

Next Post

Warga BK Terciduk Bawa Narkoba

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Bontang Dapat Extra Dropping Gas Melon Jelang Nataru

20 Desember 2023, 16:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Penyaluran Gas Elpiji di Bontang Capai 50 Persen, Pemerintah Jamin Tak Ada Kelangkaan Lagi

11 September 2023, 10:42
Panic Buying Diduga Jadi Penyebab Gas Melon Langka di Bontang
Bontang

Panic Buying Diduga Jadi Penyebab Gas Melon Langka di Bontang

3 Juli 2023, 21:52

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.