BONTANG – Penilaian kota layak anak tahun ini kembali dilaksanakan. Bontang menjadi salah satu kabupaten/kota dari tiga daerah di Kaltim yang menjadi objek penilaian dari pemerintah pusat.
Tahun ini, Bontang menargetkan bisa menaikkan kategorinya dari yang sebelumnya pratama, naik menjadi kategori nindya. Sebagai informasi, tingkatan kategori ini terdiri dari empat bagian. Yakni Pratama, Madya, Nindya, dan Utama sebagai kategori teratas.
Sebagai leading sector kegiatan ini, Kepala Badan Perencanan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Zulkifli mengatakan, tahun ini Bontang telah mempersiapkan penilaian sebaik mungkin dan telah menetapkan beberapa sektor yang nantinya dijadikan objek penilaian.
Beberapa sektor yang telah ditetapkan terdiri dari 3 kecamatan, 6 kelurahan, 9 sekolah, puskesmas-puskesmas, dan rumah sakit di Bontang. Dalam penilaian yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali ini juga turut dihadiri Plt Sekda Artahnan, Kadisdik Akhmat Suharto, Kadiskes-KB Indriati As’ad, Kadissos-P3M Abdu Safa Muha, serta Kabid SD Disdik Sunarya.
“Intinya dari penilaian ini adalah tim penilai ingin melihat komitmen dari semua pihak dan dunia usaha sejauh mana komitmennya dalam menciptakan dan melayani keramahan pada anak,” jelasnya kepada Bontang Post, Jumat (2/6) kemarin.
Zulkifli menyebut, tim penilai tahun ini sebanyak 3 orang yang berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa), lembaga independen, dan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Berdasarkan assessment yang disampaikan ke tim penilai kata Zulkifli, skor yang diraih Bontang sekira 708 poin. Dengan jumlah tersebut, sudah bisa meraih predikat Nindya. Hanya saja kata dia, jumlah tersebut tergantung dari hasil evaluasi dan survei lapangan yang dilakukan oleh tim penilai
“Tahun 2015 lalu Bontang mendapat kategori pratama. Harapan kita, tahun ini bisa mendapatkan kategori nindya. Kalaupun memang tidak bisa, harapannya bisa mendapat madya. Maka dari itu tergantung survei dari tim penilai nanti,” jelasnya.
Beberapa lokasi yang diservei tim penilai yakni Rumah Sakit PKT, Rumah Adat Guntung, Puskesmas Bontang Utara 2, PAUD Kuncup Melati PKT, Autis Center, SD 003 Bontang Utara, SMP Negeri 1, RTH Tanjung Laut, dan kecamatan-kecamatan. “Bontang menjadi tempat penilaian kedua setelah Berau. Setelah dari Bontang, tim penilai akan menuju ke Kukar,” tukasnya. (bbg)







