• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kondisi SKM Kian Memprihatinkan

by M Zulfikar Akbar
24 September 2018, 08:50
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Misman

FOTO WAJAH: Misman

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda, pada tahun 1970 menjadi jalur lalu lintas utama bagi masyarakat setempat. Sungai yang membelah Kota Tepian itu, dulu  sangat bersih. Sebabnya, masyarakat tidak membuang sampah di sungai.

Namun kini, sungai dengan panjang 40 kilometer itu telah berubah menjadi sumber penyakit bagi penduduk ibu kota provinsi Kaltim. Pasalnya, air sungai sudah berubah menjadi kehitam-hitaman, bau, dan tak layak untuk menopang kehidupan manusia, tumbuh-tumbuhan, serta hewan.

Penyebab utama perubahan tersebut karena masyarakat membangun rumah di bantaran sungai. Warga melakukan mandi, cuci, dan kakus (MKC) di atas anak Sungai Mahakam tersebut.

 

MUBIN/METRO SAMARINDA
KOTOR: SKM Samarinda saat ini sangat kotor. Banyak penyebab sungai tersebut tidak terawat dengan baik. Salah satunya kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah di sungai.

Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS) SKM Samarinda, Misman mengatakan, terdapat ribuan warga yang membangun rumah di tepi sungai. Warga yang ditinggal di pinggir sungai, membuang sedikitnya satu ton sampah setiap hari di SKM.

“Anda bisa lihat sendiri, kalau sepuluh orang saja yang hidup di atas bantaran sungai, berapa sampah yang mereka buang?” katanya pada Metro Samarinda, Ahad (23/9) kemarin.

Selain itu, sampah di SKM berasal dari parit yang tidak memiliki sediment trap atau perangkap sedimen. Ketika masyarakat membuat sampah di parit, saat hujan turun, sampah akan terbawa air ke SKM.

“Seharusnya di parit itu ada sediment trap. Agar sampah berat tidak terbuang ke sungai. Kalau sekarang, semua sampah itu ikut ke sungai,” jelasnya.

Kemudian, sebagian besar rumah di bantaran SKM tidak membuat septic tank yang membuang kotoran manusia ke dalam tanah. Tetapi septic tank diarahkan ke parit yang akan dibuang ke SKM.

“Lalu kebiasaan warga. Dari usia dini sampai usia lanjut membuang sampah di SKM. Padahal membuang satu puntung rokok saja, itu akan membuat kotor sungai ini,” terangnya.

Terakhir, penyebab kotornya SKM yakni adanya rumah potong unggas (RPU) di Pasar Segiri Samarinda. Setiap hari, ribuan unggas dipotong di bantaran sungai. Bulu ayam, darah, dan kotoran unggas lainnya di buang ke sungai.

“RPU itu mestinya tidak di situ. Harus dipindah. Kalau di situ, sama saja terus membiarkan kotoran unggas dibuang ke sungai,” imbuhnya.

Andi Sofyan Hasdam, dokter yang juga politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang berkunjung ke SKM kemarin, menyatakan gerakan masyarakat memungut sampah akan memberikan dorongan moril bagi warga Samarinda.

Namun demikian, upaya GMSS SKM Samarinda tidak akan menyelesaikan masalah mendasar yang menjadi penyebab kotornya sungai tersebut. Diperlukan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai.

“Oleh karena itu, penyuluhan harus kuat. Kalau masyarakat belum sadar, sungai ini akan tetap kotor. Walaupun setiap hari dibersihkan, tanpa ada kesadaran dari masyarakat, tidak mungkin sungai ini bersih,” katanya.

Sungai tersebut, lanjut dia, menjadi cermin bagi Kaltim. Sebab Samarinda menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di Kaltim. Kotornya sungai menandakan masyarakat belum memiliki kesadaran akan kebersihan.

Padahal jika SKM dibersihkan, dirawat, dan dikelola dengan baik,  sungai itu dapat menjadi obyek wisata. “SKM dan Sungai Mahakam ini punya potensi yang sangat besar. Apabila ingin pertumbuhan ekonomi yang bagus, masyarakat Samarinda harus bersama-sama menjaga SKM,” sarannya. (*/um)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Herwan Terancam “Non-Job”

Next Post

Kondisi Trotoar Bontang Dikeluhkan

Related Posts

Pemadaman Bergilir di Bontang Masih Berlanjut, PLN Belum Pastikan Kapan Berakhir
Bontang

Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

2 November 2026, 19:13
Minta Gaji Malah Dibacok Sama Bos Sendiri
Kaltim

Dua Mesin ATM Dibobol di Samarinda, Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah Diduga Raib

2 November 2026, 17:30
Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat
Bontang

Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

2 November 2026, 16:01
Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.