Mampukah Pemprov Kaltim mencapai target jalan tol terselesaikan di 2018? Demi memastikannya, sang gubernur rela menembus jalanan berlumpur dan berbasah-basahan di bawah rintik air hujan, meninjau langsung ke lokasi.
LUKMAN MAULANA, Samarinda
Optimistis dibangun Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam ambisinya membangun jalan tol trans Kalimantan dari Balikpapan ke Samarinda (Balsam). Untuk memastikan proyek tahun jamak ini dapat selesai sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2013-2018, Faroek tak segan meninjau langsung lokasi pembangunan, Selasa (5/12) kemarin.
Padahal, cuaca Samarinda pagi itu sekira pukul 08.00 Wita begitu gelap dengan hujan deras membasahi bumi. Namun pria yang bakal mengakhiri masa jabatan di 2018 ini tetap meneruskan rencananya meninjau langsung lima seksi dalam jalan tol yang bakal sepanjang sekira 99 kilometer tersebut.
“Tidak hanya laporan di atas kertas saja. Itulah tujuan saya meninjau langsung pembangunan jalan tol. Walaupun hujan-hujan begini kami turun ke lapangan melihat secara langsung,” kata Faroek menjelaskan maksud peninjauan yang dilakukannya.
Maka tanpa bisa dibendung, Faroek beserta pimpinan instansi terkait berikut staf-stafnya meninggalkan Kota Tepian menerobos hujan dalam iring-iringan kendaraan. Di awal perjalanan, iring-iringan dihantui banjir yang dengan cepat merayap segera setelah hujan turun.
Perjalanan menuju destinasi pertama yaitu persimpangan seksi 3 dan seksi 4 jalan tol pun bukan hal yang mudah. Pasalnya, aksesnya yang masih berlumur tanah menjadikannya sangat becek dan sukar dilalui kendaraan. Tak ayal rombongan sempat terhenti lama karena salah satu mobil terperosok tak mampu melawan ketatnya tanah lumpur.
Mobil yang ditumpangi Awang Faroek tak luput menjadi “korban” keganasan jalan. Lexus berpelat KT 1 tersebut sempat terperosok sekira seperempat jam lamanya di tanjakan tanah menuju Palaran yang menjadi lokasi persimpangan seksi 3 dan 4. Beruntung mobil bisa segera dievakuasi dengan ditarik mobil double gardan dan perjalanan berlanjut.
“Bukan mogok (mobilnya). Kalau selip lalu ditarik, itu biasa. Sepuluh tahun saya menjadi gubernur, hal seperti itu biasa saja,” terangnya.
Tiba di posko persimpangan seksi 3 dan 4 di kawasan Bentuas, Palaran sekira pukul 11.00 Wita, Faroek dan rombongan disambut para penanggung jawab proyek. Dari pemaparan yang diberikan, diketahui bila pembangunan di dua seksi tersebut masih terkendala pembebasan lahan. Terkait hal ini, Faroek menyatakan dalam penyelesaiannya akan dibantu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim.
Permasalahan yang sama ditemukan dalam penelusuran berikutnya di seksi-seksi berikutnya yang ditinjau. Kata Faroek, yang menjadi permasalahan sebenarnya adalah lahan tanam tumbuh yang dilintasi jalan tol. Dia tak memungkiri ada pihak-pihak yang tertentu yang memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan keuntungan.
“Tadi kan sudah disanggupi oleh pihak Kejati Kaltim yang terus membantu kami di dalam penyelesaian masalah-masalah pertanahan. Silakan saja masyarakat yang hendak menempuh jalan hukum silakan. Tapi kami sudah siap dengan dana pengganti yang sudah dikoordinasi di pengadilan negeri,” beber Faroek.
Dia meyakini, dengan adanya tol ini kelak bakal membawa pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat bagi Kaltim. Titik konektivitas antarkota antarwilayah akan segera terjadi. Kata Faroek, efek multipliernya pasti akan sangat bermanfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kaltim.
“Terima kasih pada komitmen Presiden Jokowi, pembangunan jalan tol nasional ternyata mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Termasuk kami di Indonesia,” ujar Faroek di bawah lindungan payung saat turun melihat pengerjaan tol.
Peninjauan langsung yang dilakukan hingga seksi lima di Balikpapan ini seakan meneguhkan keyakinannya. Bahwa semua seksi yang ada bisa diselesaikan pada tahun terakhir kepemimpinannya. Layaknya semangat peresmian Bandara Samarinda Baru (BSB) yang konon di awal 2018, dia juga optimistis jalan tol sudah bisa dilintasi secara umum di tahun tersebut.
“Di 2018 insyaallah akan selesai. Setelah kami turun ke lapangan melihat secara langsung, ternyata betul tidak ada masalah,” kata dia.
Segera setelah peninjauan ini, Faroek bakal melaporkan progres pengerjaannya ke Presiden Jokowi. Apalagi dalam peninjauan ini turut diikuti sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta pihak-pihak terkait.
“Tim yang turun hari ini lengkap. Jadi laporan saya tertulis, sekarang bisa dicek di lapangan. Ternyata mengandung kebenaran, tidak ada masalah,” tegasnya.
Derasnya hujan yang rata membasahi Bumi Etam menjadi kendala terberat dalam peninjauan yang dilakukan kemarin. Area pembangunan jalan tol yang masih didominasi tanah pun menjadi becek. Hal inilah yang menjadikan waktu peninjauan menjadi molor.
Dari yang awalnya direncanakan berakhir sore sekira pukul 15.00 Wita, menjadi hingga magrib menjelang. Banyak mobil yang mesti berjibaku melawan tebalnya tanah lumpur, termasuk mobil yang dikendarai Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail. “Karena ban mobil ini untuk berjalan di wilayah kota,” terang Nusyirwan yang turut serta dalam peninjauan tersebut.
Terkait masih adanya lahan milik warga sebanyak 22 bidang di kawasan Samarinda yang bermasalah, Nusyirwan mengatakan bakal diproses secara hukum. Yang pasti dana telah disiapkan untuk menggantikan lahan di pengadilan apabila nantinya dilakukan banding. Namun apabila tidak dibanding, dianggap sebagai penguatan dari perhitungan yang sudah ada sebelumnya.
“Dengan masalah 22 lahan ini, kami mengharapkan ada edukasi di masyarakat. Bahwa yang namanya kepentingan publik bisa dijembatani dengan proses hukum, toh pada akhirnya ada kepastian,” urainya.
Yang jelas, sambung Nusyirwan, dengan kepastian itu selama pengadilan sudah memutuskan dan tanah sudah ke negara, pekerjaan tidak ada yang menghalangi. Urusan warga dengan pengadilan sampai pada apakah menerima atau tidak keputusan yang diberikan. Kalau tidak menerima, maka keputusan akhir inkrah dari pengadilan itulah yang menjadi basis putusan akhir.
“Uang sudah tersedia, tidak ada masalah. Ada hitungan yang fair soal perhitungan appraisal,” pungkasnya. (***)







