bontangpost.id – Dicoretnya Jalan Tol Samarinda-Bontang dari proyek strategis nasional (PSN) mendapat tanggapan dari publik. Kali ini Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bontang bakal menggerakkan publik untuk menandatangani petisi. Petisi ini dibuat secara online dan dilanjutkan meminta tanda tangan publik melalui spanduk yang bakal dibuat.
“Kami berencana untuk menggerakkan masyarakat melalui petisi,” kata Sekretaris Umum HMI Bontang Yusril Ihza Mahendra.
Menurutnya tujuan gerakan ini lantaran belum ada kejelasan mengenai pertimbangan dan alasan pemerintah pusat mencoret proyek jalan tol dari PSN. Padahal dipandangnya pemindahan IKN ke Penajam Paser Utara untuk pemerataan pembangunan di Indonesia. Kondisi ini juga berbeda dengan pernyataan awal Presiden RI Joko Widodo sebelumnya.
“Dicoretnya jalan tol ini kontradiksi nawacita Jokowi,” ucapnya.
Diketahui jalan tol merupakan akses bebas hambatan. Pembangunan ini dinilai perlu karena sejauh ini jalan poros Bontang-Samarinda kerap memakan korban jiwa. Lantaran struktur jalan mengalami kerusakan kendati ada proses tambal-sulam. “Saya menilai pemerintah tidak serius dalam pemerataan pembangunan. Utamanya menyangkut aspek infrastruktur jalan,” tutur dia.
Apalagi Bontang nantinya menjadi daerah penyangga IKN. Konektivitas antar daerah tentunya dibutuhkan. Utamanya kemudahan bagi bidang perekonomian dan perdagangan. Di tambah saat ini Bontang merupakan kota industri.
Ke depan, Pemkot juga menyasar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dampak dicoretnya jalan tol dari PSN tentunya berimbas kepada angka kunjungan warga luar menuju Kota Taman. “Bagaimana kunjungan wisatawan bisa naik kalau aksesnya bertumpu jalan poros. Apalagi kondisinya kerap kali rusak,” sebutnya.
Ia berharap dengan gerakan ini rencana pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang kembali masuk PSN. Ia juga mendorong eksekutif dan legislatif untuk berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim dan pusat terkait ini. “Bagaimana investor juga masuk Bontang kalau aksesnya begitu. Padahal Pemkot memiliki misi ramah investasi,” urainya.
Dipandangnya hingga saat ini keresahan masyarakat mengenai infrastruktur jalan belum ada titik terang. Sebelumnya kritik tajam juga dilayangkan oleh Wakil Ketua DPRD Agus Haris ia mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah pusat. Sehubungan jalan tol Samarinda-Bontang ini diharapkan menjadi koneksi kabupaten/kota sekitar IKN. Dengan tujuan untuk memudahkan alur perdagangan dan akses masuk bagi orang yang berkepentingan di IKN.
“Saya kecewa berat dicoretnya jalan tol dari PSN,” tutur dia.
Apalagi Bontang merupakan daerah industri. Tentunya pengiriman hasil industri ini juga membutuhkan akses yang memadai. Bahkan pendapatan negara juga salah satunya bersumber dari Kota Taman. Melalui keuntungan yang diperoleh dari beberapa perusahaan besar di Bontang. (ak)







