• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kutu Rambut, Jangan Anggap Sepele

by BontangPost
18 Februari 2018, 08:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ILUSTRASI(IST)

ILUSTRASI(IST)

Share on FacebookShare on Twitter

RASANYA tidak ada orang yang ingin memiliki kutu di kepalanya. Bagaimana tidak, selain menurunkan kepercayaan diri, kutuan juga membuat kepala terasa gatal. Namun, adanya kutu di kepala adalah hal yang wajar.

Meskipun umumnya kutuan terjadi pada anak kecil, orang dewasa bisa juga mengalaminya karena hewan tersebut dapat menyebar melalui kontak kepala secara langsung. Kutu sulit dilihat secara kasat mata dan yang tampak biasanya hanya telur kutu karena berwarna kuning, coklat, atau putih. Maka tak heran banyak orang yang menggunakan serit untuk menghilangkannya.

Melansir Express, Kamis (15/2), menurut pakar kutu Ian Burgess, anak kecil biasanya memiliki kutu di kepala lebih dari sebulan. Banyak cara yang dilakukan orangtua untuk menghilangkan kutu. Mulai dari menggunakan mayones, minyak zaitun, telur mentah, hingga cuka yang dioleskan ke kulit kepala serta rambut. Tapi cara tersebut belum terbukti efektif dan malah ada yang mengklaim akan memperbanyak jumlah kutu. Lantas bagaimana cara menanganinya?

Baca Juga:  Efektivitas Masker Kain Mampu Tangkal Virus Hingga 70 Persen

Kunci utama untuk menghilangkan kutu termasuk telurnya adalah menggunakan perawatan non-pestisida atau semprotan perlindungan yang terbukti secara klinis. Pilihlah semprotan atau obat yang mengandung dimeticone atau octanadiol karena efektif membunuh kutu tanpa menyebabkan keracunan pada tubuh. Selain itu, cara pemakaiannya pun harus mengikuti petunjuk dan dilakukan seminggu sekali.

Sebelum kembali menggunakan semprotan atau obat, ada baiknya untuk mengecek terlebih dahulu apakah masih ada kutu atau telur yang tersisa. Jika tidak maka tidak perlu digunakan kembali. Walau begitu, tidak menutup kemungkinan kutu bisa ada kembali. Alasannya karena produk belum digunakan dan diterapkan dengan benar.

Berikut cara penggunaan yang benar. Pertama, gunakan mulai dari ujung kepala dan kemudian diratakan menggunakan sisir atau jari. Pastikan rambut benar-benar basah oleh cairan obat. Kedua, tunggulah beberapa saat untuk membiarkan obat bekerja. Terakhir, cuci rambut menggunakan sampo atau membilasnya dengan air biasa.

Baca Juga:  'Bahaya' Turunkan Masker Sampai ke Dagu dan Leher

Sementara itu, Ian menyarankan agar orangtua segera melakukan perawatan atau pembersihan kepada kepala anaknya yang memiliki kutu. Sebab kutu bisa juga menyebabkan impetigo yaitu infeksi kulit kepala yang sangat menular dan menyebabkan luka merah. (okezone)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kesehatankutu rambut
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

5 Klub Tanpa Degradasi

Next Post

Pil KB Pria “Rasa” Ekstrak Tanaman Afrika

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.