Cegah Golput
SANGATTA- Angkat golput pada Pilkada lalu relatif tinggi. Nyaris menembus 50 persen. Namun dipastikan, pada Pilgub dan Pilpres mendatang akan menurun. Diyakini menembus hingga 80 persen pemilih.
Hal ini dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim, Fahmi Idris saat launching Rumah Pintar Pemilu (RPP) Tuah Bumi Untung Benua dan Pusat Pelayanan Informasi Publikasi Publik (PPIP), Kamis (7/9) kemarin.
“Launching RPP ini tak lain untuk menekan angka golput.Biar mereka sadar dan menggunakan hak pilihnya. Ini perlu kami sosialisasikan. Sehingga masyarakat tahu. Kami berharap jumlah pemilih nanti bisa mencapai 80 persen,” kata Fahmi.
Fahmi berharap, masyarakat dapat menggunakan hak suaranya. Sebab golput bukan pilihan. Memilih merupakan kewajiban. Sebab sukses dan majunya daerah berada di tangan rakyat. Untuk itu tentukan pilihan sesuai dengan yang diharapkan. Dapat membangun daerah serta mensejahterakan rakyat.
“Jangan lupa melakukan perekaman KTP-el. Terlebih bagi mereka pemilih pemula umur 17 tahun. Mari kita mensukseskan pemilu mendatang,” pintanya.
Sementara itu, Muhammad Taufiq Ketua KPU Provinsi turut meminta kepada masyarakat Kutim untuk peran aktif dalam mensukseskan pemilu ini.
“Bagi masyarakat segera urus KTP agar bisa memilih. Terlebih karyawan perusahaan. Jika belum lapor ke RT atau capil. KPU siap fasilitasi. Tak kalah penting gunakan hak pilih,” pintanya.
Hal senada juga diutarakan Bupati Kutim, Ismunandar. Ia mengimbau kepada masyarakat yang belum memikiki KTP untuk segera melakukan perekaman. Meskipun harus menggunakan Suket. Dirinya juga berpesan agar KPU bekerja dengan fokus dan tuntas.
“Kerja dengan fokus untuk masyarakat. Masyarakat juga diminta membantu KPU. Salah satunya ikut memilih,” katanya. (dy)






