bontangpost.id – Keinginan Presiden Joko Widodo agar Seksi 1 Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) rampung April nanti, disanggupi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim. Pembebasan lahan maupun pengerjaan konstruksi akan diintensifkan agar target tersebut tidak lepas.
Junaidi melanjutkan, selain Seksi 1, kontraktor juga berusaha agar Seksi 5 tuntas dalam waktu bersamaan. Seksi 5 Tol Balsam memiliki panjang 11,9 kilometer. Menghubungkan Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara. Mantan kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XX Pontianak ini menyatakan, Lebaran nanti, lima seksi Tol Balsam ditarget terintegrasi setelah Seksi 1 dan Seksi 5 rampung.
Sebelumnya, Seksi 2, Seksi 3 dan Seksi 4 yang menghubungkan Kukar dan Kota Samarinda lebih dulu dinikmati masyarakat akhir 2019. “Insyaallah, bisa (digunakan sebagai jalur mudik). Dan terkait masalah konstruksi, saat ini sedang dalam perbaikan,” kata Junaidi.
Dia menerangkan, Seksi I Tol Balsam menyisakan penyelesaian badan jalan yang perlu dilakukan perkuatan pada bagian lereng. Dengan metode soldier pile atau dinding penahan tanah pada galian yang terdiri dari rangkaian (barisan bored pile). Dinding penahanan ini terbuat dari beton dan dicor di tempat.
Sementara Seksi 5, masih memerlukan perkuatan dengan pengerjaan lapisan fondasi agregat (LPA). Menggunakan metode konstruksi rigid, untuk pengerasan permukaan jalan yang belum sempurna. Karena sebelumnya merupakan kawasan rawa. Sehingga memerlukan perkuatan lebih maksimal. Hal itulah yang membuat Seksi I dan Seksi V batal dibuka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada akhir Desember 2020.
Mengenai persoalan lahan, hal krusial terdapat di Seksi 1 yang melintasi Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM) di Karang Joang, Balikpapan Utara. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit belum bersedia berkomentar banyak mengenai upaya penyelesaian dua ruas seksi yang terus molor pengoperasiannya itu. Dia menuturkan, kewenangan tersebut berada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR.
“Untuk Seksi I dan Seksi V yang lebih berkompeten menjawab adalah Ditjen Bina Marga (Kementerian PUPR),” katanya.
Target kembali direvisi menjadi Desember 2020 setelah konstruksi Seksi I dan Seksi V belum rampung. Bahkan, dalam rilis resmi Kementerian PUPR, Seksi I Tol Balsam akan dioperasikan akhir 2020. Namun, target tersebut kembali tak terealisasi. Kendalanya sama, masalah konstruksi dan pembebasan lahan yang tak kunjung beres. Jadi, Presiden Joko Widodo melalui Kantor Staf Presiden memberikan atensi penyelesaian ruas tol Seksi 1 dan Seksi 5 agar rampung April nanti.
Diketahui, Tol Balsam dikelola oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero). Jalan Tol Balikpapan-Samarinda memiliki panjang 99 kilometer dan dilengkapi dengan empat gerbang tol. Yakni, gerbang tol Manggar, Karang Joang, Samboja, dan Palaran. (kip/riz/k8)







