• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Lebih Ringan dari Tuntutan, Penyuap AGM Cs Divonis 2,3 Tahun

by Redaksi Bontang Post
2 Juni 2022, 14:30
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Suasana sidang putusan Ahmad Zuhdi di Pengadilan Tipikor Samarinda, Selasa (31/5).

Suasana sidang putusan Ahmad Zuhdi di Pengadilan Tipikor Samarinda, Selasa (31/5).

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pembelaan yang diajukan Ahmad Zuhdi tak berarti apa-apa. Vonis yang diterimanya hanya melorot tiga bulan dari tuntutan KPK. Dia terbukti menyuap pejabat di Pemkab Penajam Paser Utara, termasuk bupati nonaktif Abdul Gafur Mas`ud (AGM), dengan total Rp 2,6 miliar.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Nur Ibrahim mengurai analisis yuridis dalam menentukan putusan perkara suap proyek di Pemkab PPU. Poin utama pertimbangannya itu, tak ada hal meringankan dari perbuatan Ahmad Zuhdi, terdakwa penyuap AGM cs, sekalipun dia kooperatif menjalani persidangan sejak 31 Maret lalu.

Perbuatannya yang memberikan komitmen fee atas 16 proyek yang didapatnya sepanjang 2021-2022 jelas mencederai asas-asas pemerintahan. Bahkan kucuran uang tak patut darinya itu justru menjadi pemoncer tumbuh suburnya praktik korupsi dalam pemerintahan PPU.

“Karena itu, majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda berpendapat menjatuhkan pidana penjara untuk terdakwa Ahmad Zuhdi selama 2 tahun 3 bulan dikurangi masa tahanan selama menjalani persidangan,” tukas Ibrahim didampingi Hariyanto dan Fauzi Ibrahim, Selasa (31/5).

Selain pidana penjara, Zuhdi juga dikenai denda Rp 100 juta yang jika tak diganti dalam waktu sebulan selepas putusan inkrah, maka diganti pidana kurungan selama 3 bulan. Vonis ini lebih ringan tiga bulan ketimbang tuntutan KPK yang diajukan pada 19 Mei 2022. Kala itu dia dituntut JPU KPK Ferdian Adi Nugroho dkk selama 2 tahun 6 bulan pidana penjara atas ulahnya memberi komitmen fee dari proyek-proyek yang didapatnya di Pemkab PPU ke beberapa pejabat.

Baca Juga:  Jadi Tersangka Suap, Segini Total Harta Kekayaan Hakim Agung Sudrajad

Total, ada Rp 2,6 miliar fee dengan besaran berkisar 2,5-5 persen yang dibagi-bagikannya. Penerima uang haram tersebut mulai bupati, sekretaris kabupaten, kepala dinas, hingga beberapa kepala bidang di Dinas PUPR PPU dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU.

Kembali ke persidangan. Dalam pertimbangan hukum yang diurai bergantian para pengadil di Pengadilan Tipikor Samarinda itu, terungkap fakta selama persidangan bergulir jika Zuhdi memiliki beberapa perusahaan terafiliasi yang dikendalikannya. Selain PT Borneo Putra Mandiri yang notabene perusahaan miliknya pribadi.

Perusahaan yang dikendalikannya itu, PT Babulu Benuo Taka, PT Diva Jaya Konstruksi, CV Lestari Jaya Mandiri yang dibentuknya dengan menggunakan nama orang lain, baik kerabat hingga saudara sendiri. “Lalu, ada CV Mega Jaya yang dipinjamnya untuk menangani proyek pengadaan di Disdikpora PPU,” sebut Ibrahim membaca putusan.

Lewat beberapa badan usaha ini, Zuhdi berhasil mendapat 16 proyek sepanjang 2020-2021. Proyek lanskap depan kantor Bupati PPU pada 2020 senilai Rp 24,5 miliar. Pada 2021 sebanyak 11 proyek fisik dari Dinas PUPR PPU, yakni proyek peningkatan Jalan Babulu Darat-Rawa Sebakung, pembangunan Gedung Perpustakaan, peningkatan lanjutan Jalan Babulu Darat-Gunung Mulle (SMK 3), peningkatan lanjutan pembangunan Kantor Pos Waru, peningkatan jalan pendekat samping Kantor Desa Gn Makmur, peningkatan Jalan Poros Labangka Barat, Babulu, peningkatan Jalan Abu Bakar Sesulu, pembangunan Jalan Logpond Labangka-Pantai, Pengadaan paving block untuk kepentingan umum, pembangunan lanjutan Kantor Kejari Penajam.

Baca Juga:  KPK kembali Geledah Rumah Pengusaha Tambang di Samarinda

Lalu, empat proyek pengadaan seragam sekolah di Disdikpora PPU. Total nilai proyek yang didapat terdakwa Ahmad Zuhdi pada 2021 senilai Rp 118 miliar. “Dari semua proyek itu, terdakwa berencana memberi komitmen fee 5 persen untuk bupati dan 2,5 persen untuk dinas terkait yang totalnya sekitar Rp 5,4 miliar, namun baru terealisasi sekitar Rp 2,6 miliar,” lanjutnya.

Terlebih, pada 16 Desember 2021, terdakwa mengamini permintaan Asdarussalam alias Asdar, orang kepercayaan AGM yang juga dewan pengawas BUMD PPU PDAM Danum Taka dan RSUD Ratu Aji Putri Botung, untuk menyediakan uang Rp 1 miliar yang akan digunakan AGM untuk kepentingannya mengikuti seleksi ketua DPD Demokrat Kaltim.

Baca Juga:  KPK Tetapkan Kontraktor Bontang Tersangka Suap

Uang tersebut diambil dari dana simpanan Korpri PPU atas usul Muliadi, pelaksana teknis sekretaris kabupaten PPU dan diantar langsung ke Samarinda, tepatnya ke Hotel Bumi Senyiur, lokasi Asdar berada pada 17 Desember 2021. Uang tersebut pun langsung dibawa Supriadi alias Ucup, sopir AGM ke lokasi Musda Demokrat Kaltim di Hotel Aston.

“Uang tersebut disimpan di kamar tempat AGM menginap, bernomor 1621 Hotel Aston oleh saksi Supriadi untuk digunakan dalam musda tersebut,” ulas mantan ketua Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, tersebut.

Pemberian itu terdiri dari, untuk AGM sebesar Rp 500 juta yang diberikan bertahap kepada Asdar sepanjang Juni-September 2021 dan Rp 1 miliar pada 17 Desember 2021. Lalu, Muliadi (pelaksana teknis sekretaris kabupaten PPU) Rp 22 juta, Edi Hasmoro (kepala PUPR PPU) Rp 512 juta, Jusman (kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga/Disdikpora PPU) Rp 33 juta.

Selepas putusan dibacakan, baik terdakwa Zuhdi atau JPU KPK memilih pikir-pikir selama tujuh hari untuk menentukan apakah mengajukan banding atau tidak.

Diketahui, AGM, Muliadi, Edi Hasmoro, Jusman, dan Nur Afifah Balgis (bendahara DPD Demokrat Balikpapan) bakal menjalani sidang perdana pada 8 Juni mendatang. (dwi/k16)

Tags: Bupati PPUott kpk
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Antrean Truk Kembali Mengular di Dua SPBU Sebelum Waktu Pengisian

Next Post

Penikaman di Bontang Kuala, Yusuf Divonis 14 Tahun Penjara

Related Posts

OTT KPK di Pemalang; Bupati Anom Widiyantoro dan Staf KPK Jadi Tersangka
Kriminal

OTT KPK di Pemalang; Bupati Anom Widiyantoro dan Staf KPK Jadi Tersangka

30 Juli 2026, 18:57
Buruh Perusahaan Batu Bara Asal Kaltim Datangi Wamenaker Immanuel Ebenezer, Tak Tau Ada OTT KPK
Kriminal

Buruh Perusahaan Batu Bara Asal Kaltim Datangi Wamenaker Immanuel Ebenezer, Tak Tau Ada OTT KPK

21 Agustus 2025, 19:10
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK
Kriminal

Daftar Barang Bukti yang Disita dari Kasus OTT KPK Wamenaker Immanuel Ebenezer

21 Agustus 2025, 18:27
Ini Kasus yang Membuat Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK
Kriminal

Ini Kasus yang Membuat Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK

21 Agustus 2025, 13:53
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK
Kriminal

Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK

21 Agustus 2025, 13:23
Drama OTT KPK Bupati Kolaka Timur Abdul Azis; Dari Bantahan hingga Akhirnya Ditangkap
Kriminal

Drama OTT KPK Bupati Kolaka Timur Abdul Azis; Dari Bantahan hingga Akhirnya Ditangkap

9 Agustus 2025, 19:14

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.