• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Lifting Migas Lampaui Target

by M Zulfikar Akbar
24 Desember 2016, 07:30
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi Migas

Ilustrasi Migas

Share on FacebookShare on Twitter

Temukan Tujuh Ladang Baru

JAKARTA – Meski harga minyak mentah dunia saat ini rendah, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tidak mengendurkan produksi minyak dan gas (migas). Buktinya, SKK Migas mencatat, lifting minyak bumi hingga November lalu mencapai 822 ribu barel per hari (BOPD) dan gas 6.643 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Artinya, minyak yang diserahkan KKKS ke titik pembagian (custody transfer point) tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2016 sebesar 820 ribu BOPD minyak dan 6.438 mmscfd gas.

Kepala Bagian Humas SKK Migas Taslim Z. Yunus mengungkapkan, kenaikan kontribusi signifikan diberikan Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu yang dikerjakan Exxon. ”Train B pada proyek Banyu Urip mulai berproduksi pada kapasitas penuh 185 ribu BOPD sejak Januari 2016,’’ katanya kemarin (23/12).

Baca Juga:  Dua Rig Pengeboran Tunggu Pengelola 

Selain Cepu, kontributor terbesar lifting minyak lainnya adalah Blok Rokan (Chevron), Mahakam (Inpex), dan Offshore Northwest Java (ONWJ-Pertamina EP). Sementara itu, lima kontributor terbesar untuk produksi gas adalah Mahakam, Berau, Pertamina EP, Corridor, dan Senoro-Toili.

Produksi migas tersebut berasal dari 67 wilayah kerja migas yang berproduksi. Sebagian besar lapangan migas di wilayah-wilayah kerja itu dikategorikan sebagai lapangan tua (mature field) dengan produksi yang terus menurun secara alamiah.

KKKS yang mengerjakan wilayah kerja migas tersebut mengerjakan tiga program utama untuk menekan laju penurunan produksi melalui pengeboran sumur pengembangan, kerja ulang (work over), dan perawatan sumur (well service).

”Dari awal tahun sampai akhir November, KKKS mengerjakan 212 pengeboran sumur pengembangan, 1.055 kegiatan work over, dan 33,925 kegiatan perawatan sumur,’’ jelasnya.

Selain pengurangan laju penurunan produksi, KKKS melakukan eksplorasi atau pengembangan sumber cadangan baru. Pada Januari–November, KKKS kontraktor melakukan 10 survei seismik, 11 survei nonseismik, 36 pengeboran sumur eksplorasi, dan 3 re-entry sumur eksplorasi.

Baca Juga:  Kaltim Perlahan Tinggalkan Migas dan Batu Bara

Di antara pengeboran sumur eksplorasi, 20 kegiatan selesai dilakukan. Hasilnya, 7 sumur ditemukan migas (discovery), 7 sumur tidak ditemukan (dry), 5 sumur memiliki indikasi adanya hidrokarbon, dan 1 sumur dalam proses evaluasi.

Sumur-sumur yang menghasilkan penemuan adalah Bambu Besar (BBS)-4 (Pertamina EP), Tiung-3 (PetroChina International Jabung Ltd), Meliwis-1 (Santos (Madura Offshore) Pty Ltd), Lumbian-2 (Seleraya Merangin 2), AAL-4X (Santos Northwest Natuna B.V), ABG-3 (Pertamina EP), dan Sidayu-4 (Saka Indonesia Pangkah Ltd).

Tahun ini SKK Migas juga menyetujui 28 rencana pengembangan lapangan. Baik dalam bentuk plan of development maupun plan of further development (POFD). Pengembangan lapangan baru itu diharapkan menambah cadangan minyak 142,45 juta barel dan cadangan gas 0.645 TSCF.

Baca Juga:  Kumpulkan Daerah Pengolah, Samakan Persepsi 

”Pengembangan lapangan tersebut akan membutuhkan investasi USD 2,94 miliar dan diharapkan dapat menghasilkan penerimaan negara USD 6,85 miliar,” tambahnya.

Untuk melakukan eksplorasi maupun produksi, investasi yang dikeluarkan mencapai USD 10,43 miliar. Pengeluaran terbesar untuk kegiatan produksi mencapai USD 7,81 miliar.

Hingga saat ini, industri hulu migas terpengaruh rendahnya harga minyak dunia. Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang 2016 berkisar USD 39,15 per barel.

”Angka itu lebih rendah daripada harga ICP yang ditetapkan pada APBN-P, yakni USD 40 per barel. Dengan kondisi harga tersebut, perkiraan penerimaan negara dari hulu migas sampai akhir tahun adalah USD 9,294 miliar atau sekitar Rp 125 triliun,’’ tambahnya. (dee/c16/noe/JPG)

Tags: liftingmigas
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

12 Warga China Dicokok dari Proyek PLTU

Next Post

Percepat Revisi UU Antiterorisme

Related Posts

Kaltim Perlahan Tinggalkan Migas dan Batu Bara
Kaltim

Kaltim Perlahan Tinggalkan Migas dan Batu Bara

27 Desember 2021, 18:00
Lifting Migas Lampaui Target
Kaltim

Kaltim Dibanjiri Investasi Migas, Rp 200 Triliun Dipastikan Masuk

29 Maret 2019, 20:00
Dua Rig Pengeboran Tunggu Pengelola 
Bontang

Dua Rig Pengeboran Tunggu Pengelola 

21 Februari 2018, 11:15
Kumpulkan Daerah Pengolah, Samakan Persepsi 
Bontang

Kumpulkan Daerah Pengolah, Samakan Persepsi 

30 Januari 2018, 11:52
ADPM Usulkan Enam Poin 
Bontang

ADPM Usulkan Enam Poin 

27 Januari 2018, 11:53
Kawal Revisi UU Perimbangan, Pemkot Minta Dukungan Baleg DPR RI
Bontang

Kawal Revisi UU Perimbangan, Pemkot Minta Dukungan Baleg DPR RI

27 Januari 2018, 11:52

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.