• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

by Redaksi Bontang Post
5 Juni 2023, 14:30
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
M Saipul Penulis Buku Antologi Kaltim Dalam Cerpen Indonesia

M Saipul Penulis Buku Antologi Kaltim Dalam Cerpen Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Saipul (Penulis Buku Antologi Kaltim Dalam Cerpen Indonesia)

SASTRAWAN besar Taufik Ismail pernah menuliskan puisi menarik yang berjudul “Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia”. Taufik mengguratkan kekecewaannya terhadap fenomena orang Indonesia yang berperilaku, budaya, dan pola hidupnya sudah jauh dari kebersihan hati. Namun, ada yang mengkritik puisi ini sebagai puisi pesimistis dan “merendahkan” bangsa sendiri.

Di luar soal kepantasan atau tidak, puisi Taufik Ismail dapatlah menjadi cermin bagi kita semua yang untuk kesekian kalinya tidak lagi merasakan kemerdekaan. Bangsa kita memang seharusnya malu terhadap fenomena yang telah terjadi setelah lebih dari setengah abad merdeka. Jelas tanpa lagi memiliki urat malu, bangsa kita tidak akan pernah optimis membangun kembali karakternya sebagai bangsa yang besar. Kita memang harus malu dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, atau Thailand dengan kemajuan yang mereka miliki kini. Kita juga harus malu sebagai bangsa yang negaranya masuk kategori terkorup di dunia dan terbelakang dalam persoalan pendidikan.

Baca Juga:  Berantas Hoax, Berantas Pemikiran Merusak Masyarakat

Malu adalah sebagian dari iman. Demikian sebuah sabda Rasulullah SAW. Maksud hadis ini bukan hendak membangun karakter manusia menjadi pemalu. Akan tetapi, malu adalah sifat positif yang harus dimunculkan untuk menghadang sifat negatif, seperti ketidakjujuran, tidak konsisten, kebodohan, kesombongan, dan masih banyak lagi. Kita harus malu ketika miskin pengetahuan. Kita harus malu ketika kita hidup senang di atas penderitaan orang lain. Kita harus malu di hadapan manusia yang lebih baik daripada kita. Dan yang paling penting kita harus malu terhadap Allah SWT.

Andaikan memilih seperti Taufik Ismail yang malu jadi orang Indonesia, ada harapan bahwa kita sadar terhadap kenyataan bangsa kita. Ada motivasi untuk menolak kenyataan yang buruk dan segera menggantikannya dengan yang lebih baik. Motivasi inilah yang semestinya kita bangun menjelang terbentuknya kepemimpinan baru kita di Kalimantan Timur khususnya pada pemilihan wali kota dan wakil wali kota, bukan melakukan hal-hal yang di luar kewajaran dan ketidakpantasan serta tidak manusiawi. Yang bisa berdampak pada masyarakat kecil tak mengerti dunia politik.

Baca Juga:  Terima Kasih, Guru

Para politikus seharusnya malu terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi pasca Pilkada di beberapa daerah karena telah meresahkan masyarakat yang terpinggirkan demi kepentingannya semata, yang hanya memikirkan “kursi” dan bagaimana caranya untuk memperoleh “kursi” tersebut, serta tidak memperdulikan akibat dari ulah mereka yang tidak akan hilang dan membekas di hati kita semua. Seharusnya para politikus malu dan tidak memakai topeng “pejabat yang berhati penjahat” sehingga tidak terjadi “premanisme politik”. Memang kita harus malu jika terus-menerus menjadi “kambing hitam” serta bulan-bulanan kebodohan dan kemiskinan yang bisa menjerumuskan kita pada kekufuran. Na’udzubillah min dzalik.

 

Catatan Redaksi: Tulisan ini tidak mengambarkan pandangan redaksi. Segala isinya merupakan tanggung jawab penulis

Tags: opini
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Aset Kendaraan Perumda AUJ Raib, Ini Tanggapan Basri

Next Post

Hati-hati Bila Air Kencing Berwarna Ini, Bisa Jadi Diabetes

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah
Kolom Redaksi

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

13 April 2026, 08:00
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Dinasti Politik 2.0

8 Desember 2025, 12:36
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Rezim Antikritik

24 November 2025, 13:43
Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera
Opini

Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera

14 Oktober 2025, 14:33
Jerit Sunyi Bekantan di Hutan Mangrove yang Tergadai
Opini

Jerit Sunyi Bekantan di Hutan Mangrove yang Tergadai

21 Maret 2025, 19:57

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.